Salah satu herbisida yang sering digunakan petani adalah Broadplus 77 WP,
campuran tiga bahan aktif
yang dikenal efektif untuk gulma bandel di sawah. Artikel ini membahasnya
dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh petani, penghobi menanam,
hingga mahasiswa pertanian.
Apa Itu Broadplus 77 WP?
1. Bentuk Formulasi dan Kelas Herbisida
Broadplus 77 WP adalah herbisida berbentuk tepung (WP – wettable powder)
yang mudah larut dalam air. Herbisida ini termasuk ke dalam:
- Kelas sulfonilurea (Metsulfuron-methyl & Chlorimuron-ethyl)
- Herbisida hormonal (auxin sintetis) melalui bahan aktif 2,4-D
Kombinasi dua kelas ini membuatnya bekerja lebih luas pada
berbagai jenis gulma.
2. Kandungan Bahan Aktif
Broadplus 77 WP mengandung tiga bahan aktif:
- Metsulfuron-methyl 0,7%
- Chlorimuron-ethyl 0,7%
- 2,4-D Natrium 75%
Kombinasi ini sudah umum digunakan dalam pengendalian gulma
padi di berbagai negara termasuk Indonesia (berdasarkan literatur FAO dan
publikasi universitas pertanian).
Fungsi dan Target Gulma Broadplus 77 WP
1. Jenis Gulma Daun Lebar yang Rentan
Herbisida ini cukup efektif untuk gulma daun lebar yang
sering muncul di sawah, seperti:
- Babadotan (Ageratum conyzoides)
- Bayam liar (Amaranthus sp.)
- Ceplukan
- Sidaguri (Sida rhombifolia)
- Gulma kacangan seperti Aeschynomene indica
Keterangan: daftar ini berasal dari data umum sensitifitas
gulma terhadap 2,4-D,
metsulfuron, dan klorimuron di berbagai publikasi IRRI dan
Balitbangtan. Tidak semua spesifik untuk Broadplus 77 WP, sehingga disampaikan
berdasarkan sensitivitas bahan aktif.
2. Gulma Rumput dan Tekian yang Bisa Dikendalikan
Beberapa gulma rumput dan teki juga dapat ditekan, meskipun
tingkat kepekaannya berbeda.
- Rumput-rumputan muda (stadia daun awal)
- Teki (Cyperus iria) – sensitif terhadap sulfonilurea pada kondisi tertentu
Catatan: Belum ada data ilmiah yang
pasti khusus untuk Broadplus 77 WP pada gulma teki, namun berdasarkan pengamatan
lapangan, teki muda dapat tertekan setelah aplikasi sulfonilurea.
3. Cocok Digunakan pada Sawah Apa?
- Sawah irigasi
- Sawah tadah hujan
- Sawah lebak (dengan catatan volume air stabil saat aplikasi)
Cara Kerja Setiap Bahan Aktif
1. Metsulfuron-methyl
Termasuk golongan sulfonilurea (ALS inhibitor).
Cara kerjanya:
- Menghambat enzim ALS pada gulma
- Menghentikan pertumbuhan tunas dan daun muda
- Paling efektif pada gulma daun lebar muda
Berdasarkan literatur Balitbangtan dan IRRI, sulfonilurea
bekerja dalam 2–3
minggu sampai gejala kematian gulma terlihat jelas.
2. Chlorimuron-ethyl
Masih satu golongan dengan metsulfuron (ALS inhibitor),
tetapi memiliki spektrum sedikit berbeda.
- Efektif untuk gulma daun lebar dan beberapa gulma kacangan
- Memperkuat efek metsulfuron karena mekanisme kerjanya sama
3. 2,4-D Dimethylamine
Merupakan herbisida hormonal (auxin sintetis)
yang bekerja seperti hormon pertumbuhan berlebih pada gulma.
- Membuat sel gulma tumbuh tidak normal
- Daun menggulung, tanaman layu, kemudian mati
- Efektif untuk gulma daun lebar dewasa
Menurut FAO, 2,4-D termasuk herbisida yang sudah digunakan
lebih dari 70 tahun dan masih efektif di banyak negara.
Keunggulan Menggunakan Broadplus 77 WP
- Spektrum luas (daun lebar, beberapa rumput, dan teki muda)
- Lebih kuat karena memadukan dua mekanisme kerja (ALS inhibitor + auxin sintetis)
- Dapat dipakai pada padi umur muda dan sedang
- Efisiensi biaya karena satu produk bisa menekan berbagai jenis gulma
- Daya kerja sistemik, menyerap lewat daun dan akar
Dosis dan Cara Aplikasi Broadplus 77 WP
1. Dosis Umum
Belum ada data ilmiah resmi
dalam publikasi pemerintah mengenai dosis pasti Broadplus 77 WP,
karena ini tergantung merek dagang dan label perusahaan.
Namun, berdasarkan praktik lapangan:
- 1–2 sachet per tangki 16 liter
- Mengikuti label resmi yang tertera pada produk adalah aturan paling aman
2. Waktu Aplikasi Terbaik
Menurut panduan IRRI dan Balitbangtan:
- Umur padi 10–25 HST (stadia awal pertumbuhan gulma)
- Gulma masih muda dan daun 2–4 helai
- Kondisi air stabil (tidak terlalu tinggi)
3. Cara Mencampur yang Benar
- Isi tangki setengah volume air
- Masukkan Broadplus 77 WP
- Aduk hingga benar-benar larut
- Tambah air hingga penuh
- Semprot sampai gulma basah merata
4. Hal yang Harus Dihindari
- Jangan mencampur dengan pupuk daun atau insektisida yang bersifat alkalis
- Jangan menyemprot saat angin kencang
- Hindari menyemprot saat padi sedang stres kekeringan
Tanda-Tanda Gulma Mulai Mati Setelah Disemprot
Berdasarkan reaksi umum bahan aktif sulfonilurea dan 2,4-D:
- Hari 1–3: daun pucat, pertumbuhan berhenti
- Hari 3–7: daun menggulung, layu
- Hari 7–14: batang mengering
- Hari 14–21: tanaman gulma mati total
Kecepatan tergantung umur gulma, cuaca, dan jenis gulmanya.
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari Petani
- Menyemprot gulma yang sudah terlalu tua
- Menggunakan volume air terlalu sedikit
- Tidak mengaduk campuran dengan benar
- Menyemprot di air terlalu tinggi (herbisida terlarut, tidak mengenai daun)
- Mencampur dengan pestisida lain tanpa membaca label kompatibilitas
Tips Agar Semprotan Lebih Efektif
- Semprot pagi atau sore
- Gunakan nozzle tipe kipas (flat fan)
- Pegang tongkat semprot ±40 cm dari gulma
- Pastikan tekanan pompa stabil
- Kelola air sawah setinggi 1–2 cm saat penyemprotan
Kesimpulan
Broadplus 77 WP
adalah herbisida kombinasi tiga bahan aktif—metsulfuron, klorimuron, dan 2,4-D—yang
bekerja cepat, sistemik, dan efektif pada gulma daun lebar, gulma kacangan,
rumput muda, dan sebagian teki. Dengan penggunaan yang benar, produk ini bisa
membantu petani menekan persaingan gulma dan menjaga hasil panen tetap optimal.
Penggunaan tetap harus mengikuti label resmi produk, rekomendasi
dari penyuluh pertanian, dan kondisi gulma di lapangan.

EmoticonEmoticon