Artikel ini akan membahas apa itu Nugrass, bagaimana cara
kerjanya, kapan waktu yang tepat digunakan, dan bagaimana cara
aplikasinya—dengan bahasa sederhana dan berdasarkan sumber ilmiah dari FAO,
IRRI, Kementerian Pertanian RI, serta beberapa buku dan jurnal pertanian.
Apa Itu Herbisida Nugrass?
1. Definisi Singkat
Nugrass adalah herbisida selektif
pascatumbuh (post-emergence) yang dirancang khusus untuk
mengendalikan gulma rumput pada tanaman padi.
2. Bentuk Formulasi
Biasanya hadir dalam bentuk EC (Emulsifiable
Concentrate) — cairan pekat yang perlu dilarutkan dalam air
sebelum disemprotkan.
3. Gulma Sasaran Utama
Berdasarkan data dari IRRI dan Balitbangtan,
Fenoksaprop-p-etil efektif terhadap beberapa gulma rumput, seperti:
- Echinochloa crus-galli (rumput teki/rumput belulang)
- Leptochloa chinensis
- Ischaemum rugosum
- Digitaria spp.
Herbisida ini tidak ditujukan untuk gulma daun lebar atau
teki (Cyperus spp).
Mengenal Kandungan Fenoksaprop-p-Etil 69 g/L
1. Apa Itu Fenoksaprop-p-etil?
Menurut FAO dan beberapa jurnal herbisida internasional,
Fenoksaprop-p-etil adalah bahan aktif golongan ACCase
inhibitor, yaitu penghambat enzim asetil-KoA karboksilase pada
gulma rumput.
Enzim ACCase penting untuk pembentukan lemak (lipid). Jika
enzim ini dihentikan, gulma tidak bisa membentuk jaringan baru, akhirnya mati
secara bertahap.
2. Kelebihan Bahan Aktif
- Selektif pada tanaman padi (tidak merusak padi bila dosis benar).
- Efektif pada gulma rumput muda.
- Cepat diserap daun gulma (rapat dan efisien).
- Cocok untuk sistem tanam padi modern—baik tanam benih langsung (TABELA) maupun tanam pindah (TP).
3. Kelemahan atau Batasan
- Kurang efektif untuk gulma daun lebar dan teki.
- Efektivitas menurun pada gulma yang sudah tua atau mengeras.
- Rentan terhadap hujan jika belum kering di daun.
- Beberapa wilayah mulai melaporkan resistensi (sumber: jurnal Weed Science, IRRI).
Cara Kerja Herbisida Nugrass
1. Mekanisme Kerja di Dalam Gulma
- Diserap melalui daun.
- Masuk ke jaringan muda gulma (titik tumbuh).
- Menghambat enzim ACCase → pembentukan lemak terhenti.
- Gulma berhenti tumbuh, menguning, lalu mati perlahan.
2. Cara Masuk ke Tanaman Gulma
Fenoksaprop-p-etil termasuk herbisida sistemik:
- Masuk melalui permukaan daun.
- Bergerak ke bagian aktif gulma (shoot dan akar).
- Aktivitas metabolisme berhenti dalam 24–48 jam.
3. Mengapa Aman untuk Tanaman Padi?
Menurut IRRI dan FAO, tanaman padi memiliki enzim ACCase tipe berbeda dari
gulma rumput, sehingga tidak terpengaruh oleh bahan aktif ini. Selain itu, padi
mampu menguraikan Fenoksaprop-p-etil lebih cepat.
Kapan dan Kondisi yang Tepat Menggunakan Herbisida Nugrass
1. Umur Gulma Ideal
Untuk hasil maksimal:
- Gulma rumput masih muda (2–4 daun).
- Gulma belum mengeras atau terlalu tinggi.
2. Kondisi Lapangan
- Air sawah sebaiknya macak-macak (tidak tergenang dalam).
- Hindari lumpur yang menutupi daun gulma.
- Cuaca cerah, tidak berangin.
3. Kondisi Tanaman Padi
- Umur padi minimal 10–14 hari setelah tanam (TP).
- Untuk Tabela, setelah padi memiliki 2–3 daun.
Cara Aplikasi Herbisida Nugrass
1. Dosis Umum
Berdasarkan rekomendasi dari Balitbangtan dan label produk
herbisida berbahan aktif Fenoksaprop-p-etil:
- Dosis: 1–1,5 liter per hektare
(tergantung tingkat serangan gulma dan label produk resmi).
2. Cara Mencampur
- Isi tangki setengahnya dengan air.
- Masukkan herbisida sesuai dosis.
- Aduk hingga rata.
- Tambahkan air hingga volume penuh.
- Kocok ringan sebelum digunakan.
3. Teknik Penyemprotan
- Gunakan nozzle tipe kipas (flat fan).
- Tekanan stabil agar semprotan halus.
- Pastikan seluruh daun gulma terkena larutan.
- Jangan menyemprot saat angin kencang.
Hal-Hal Penting yang Harus Diperhatikan
1. Jangan Dicampur Dengan Apa Saja?
Menurut data Balitbangtan:
- Jangan dicampur dengan herbisida golongan sulfonilurea tanpa rekomendasi ahli.
- Hindari pencampuran dengan pupuk daun pH rendah (terlalu asam).
2. Apakah Bisa Dicampur dengan Penembus (Surfactant)?
- Bisa, asal sesuai anjuran label.
- Surfactant membantu penyerapan lebih cepat.
- Namun gunakan dosis rendah agar tidak merusak padi.
3. Cuaca dan Musim
- Jangan menyemprot saat akan hujan (minimal 4–6 jam sebelum hujan).
- Aplikasi terbaik: pagi hari atau sore.
4. Tanaman yang Sensitif
- Jagung muda
- Gandum
- Sorgum
Gejala Gulma Setelah Disemprot Nugrass
1. Waktu Muncul Gejala
Menurut penelitian IRRI:
- 1–2 hari: pertumbuhan gulma berhenti.
- 3–7 hari: gulma mulai menguning.
- 10–14 hari: gulma mati atau mengering.
2. Tanda Aplikasi Efektif
- Daun gulma melipat.
- Warna berubah dari hijau ke kuning pucat.
- Tidak muncul tunas baru.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Petani
- Menyemprot saat gulma terlalu tua.
- Menggunakan dosis berlebihan (tidak mempercepat hasil, justru boros).
- Air sawah terlalu dalam saat aplikasi.
- Menyemprot ketika hujan baru saja turun (daun basah).
- Tidak menggoyang tangki sehingga larutan tidak homogen.
FAQ (Pertanyaan Petani)
1. Apakah Nugrass bisa mengendalikan teki?
Tidak. Gulma teki lebih efektif dikendalikan herbisida
khusus golongan ALS inhibitor seperti bensulfuron-metil. (Sumber: IRRI Weed
Control Guide)
2. Apakah aman untuk padi muda?
Ya, selama mengikuti dosis dan petunjuk label.
3. Berapa kali aplikasi dalam satu musim?
Umumnya 1 kali, jika
gulma muncul kembali bisa dilakukan spot spraying.
4. Apakah bisa untuk sistem Tabela?
Ya, bekerja baik untuk lahan Tabela maupun tanam pindah.
Kesimpulan
Herbisida Nugrass dengan bahan aktif Fenoksaprop-p-etil 69 g/L
adalah solusi efektif untuk mengendalikan gulma rumput pada tanaman padi. Cara
kerjanya selektif, cepat diserap, dan aman untuk padi bila digunakan sesuai
petunjuk.
Kunci keberhasilan aplikasi:
- Gulma masih muda.
- Cuaca cerah.
- Air sawah tidak terlalu tinggi.
- Dosis sesuai rekomendasi.
Dengan manajemen gulma yang tepat, hasil panen padi bisa
meningkat lebih stabil dan efisien.





