Padi Terendam Banjir di Usia 30 HST: Masih Bisa Selamat? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Tanaman padi muda yang terendam air di sawah akibat banjir, memperlihatkan kondisi genangan yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman padi.
Banjir memang jadi momok besar bagi petani padi, terutama saat tanaman sedang tumbuh subur. Banyak petani bertanya, “Kalau padi saya terendam banjir di umur 30 hari setelah tanam, apakah masih bisa selamat?”

Pertanyaan ini wajar banget, karena di umur 30 HST (Hari Setelah Tanam), padi sedang berada di masa penting untuk pertumbuhan anakan. Nah, kali ini kita bahas secara lengkap — berdasarkan penelitian dari IRRI (International Rice Research Institute), Balitbangtan, dan beberapa kampus pertanian di Indonesia — tentang berapa lama padi bisa bertahan terendam air, apa akibatnya, dan apa yang harus dilakukan agar padi bisa pulih setelah banjir.


Mengenal Fase Pertumbuhan Padi Usia 30 HST

a. Apa Itu HST (Hari Setelah Tanam)?

HST adalah singkatan dari Hari Setelah Tanam, yaitu waktu yang dihitung sejak benih padi ditanam di lahan atau dipindahkan dari persemaian.

Jadi, kalau dikatakan “padi umur 30 HST”, artinya tanaman sudah tumbuh selama 30 hari sejak tanam/pindah tanam.

b. Kondisi Padi pada Usia 30 HST

Menurut penelitian dari Balai Penelitian Tanaman Padi (Balitpa), usia 30 HST merupakan fase vegetatif aktif — yaitu masa tanaman membentuk anakan, memperbanyak daun, dan memperkuat akar.

Pada fase ini:

  • Akar sedang berkembang pesat dan butuh oksigen.
  • Daun aktif melakukan fotosintesis.
  • Tanaman sensitif terhadap stres lingkungan, termasuk banjir atau genangan air lama.

Jadi, kalau pada umur 30 HST padi terendam, bisa dibilang waktunya kurang ideal karena tanaman sedang “sibuk tumbuh”.


Pengaruh Banjir terhadap Tanaman Padi

a. Jenis Genangan Air

Tidak semua genangan berdampak sama. Menurut FAO dan IRRI, genangan dibagi menjadi tiga jenis:

  1. Genangan dangkal sementara (1–3 hari) – biasanya akibat hujan deras, masih aman jika cepat surut.
  2. Genangan sedang (3–7 hari) – mulai berisiko, terutama jika air menutupi daun.
  3. Terendam penuh (lebih dari 7 hari) – sangat berbahaya untuk padi yang belum tahan genangan.

b. Durasi Genangan yang Berbeda, Efeknya Berbeda

Penelitian Universitas Gadjah Mada (UGM, 2014) membandingkan genangan 5, 10, dan 15 hari pada varietas IR64 dan Inpara 5. Hasilnya:

  • Genangan 5 hari: pertumbuhan melambat tapi tanaman masih bisa pulih.
  • Genangan 10 hari: daun mulai menguning dan banyak anakan mati.
  • Genangan 15 hari: sebagian besar tanaman mati, hasil turun drastis.

Kesimpulannya, semakin lama genangan, semakin besar kerusakan.


Berapa Lama Padi Bisa Bertahan Terendam Air pada Usia 30 HST?

Sampai saat ini belum ada data ilmiah spesifik yang meneliti padi usia tepat 30 HST dan berapa lama ia bisa bertahan terendam. Namun, berdasarkan hasil penelitian dari IRRI dan Balitbangtan, dapat disimpulkan:

  • Varietas biasa (seperti IR64): mulai rusak setelah 5–7 hari terendam penuh.
  • Varietas tahan genangan (seperti Inpara 5, Inpara 8, dan Inpari 30 Ciherang Sub1): mampu bertahan 10–18 hari dalam genangan air penuh.

Jadi, untuk padi usia 30 HST di sawah umum, jika terendam lebih dari 7 hari penuh, kemungkinan besar akan mengalami kerusakan parah dan berisiko gagal tumbuh normal.


Akibat Jika Padi Terendam Terlalu Lama

a. Akibat Jangka Pendek

  • Daun berubah warna jadi kuning pucat karena kekurangan cahaya dan oksigen.
  • Akar busuk akibat kondisi anaerob (tanpa oksigen).
  • Batang rebah dan anakan mati sebagian.
  • Pertumbuhan berhenti dan daun baru tidak muncul.

b. Akibat Jangka Panjang

  • Jumlah anakan produktif berkurang, sehingga malai sedikit.
  • Banyak bulir hampa saat panen.
  • Produktivitas menurun drastis hingga 30–70% (data Balitbangtan dan penelitian UGM).
  • Tanaman yang selamat jadi rentan diserang penyakit busuk batang dan hawar daun bakteri karena kondisi lembab.


Varietas Padi yang Tahan Genangan

Menurut Balai Penelitian Tanaman Padi Sukamandi dan IRRI, beberapa varietas yang memiliki gen SUB1 (Submergence Tolerance) bisa bertahan terendam hingga 10–18 hari, seperti:

  • Inpara 3, Inpara 4, Inpara 5, Inpara 8, dan Inpari 30 Ciherang Sub1
  • Varietas IRRI seperti Swarna-Sub1 dan IR64-Sub1

Varietas ini mampu “menunggu” air surut tanpa langsung mati, karena gen SUB1 membantu tanaman menghemat energi saat terendam.


Langkah yang Harus Dilakukan Saat Sawah Terendam Banjir

a. Saat Banjir Terjadi

  • Buka saluran air atau buat parit agar air bisa cepat keluar.
  • Jika banjir belum surut, hindari memupuk karena pupuk akan hilang terbawa air.
  • Jangan mengaduk tanah saat air masih tinggi, biarkan genangan surut alami.

b. Setelah Air Surut

  • Bersihkan sisa lumpur di daun agar tanaman bisa kembali berfotosintesis.
  • Buang rumpun yang mati dan sulam tanaman (tanam ulang di bagian kosong).
  • Beri pupuk tambahan seperti urea + NPK dalam dosis ringan untuk membantu pemulihan.
  • Semprot pupuk daun agar tanaman cepat hijau kembali.


Tanda-Tanda Padi Mulai Pulih Setelah Terendam

  • Daun baru muncul dan berwarna hijau segar.
  • Batang kembali tegak dan anakan tumbuh lagi.
  • Tidak ada bau busuk dari akar (tanda akar sehat).
  • Pertumbuhan mulai aktif lagi dalam 7–10 hari setelah air surut.


Cara Mencegah Dampak Banjir di Musim Berikutnya

  1. Gunakan varietas tahan genangan (Inpara/Inpari SUB1).
  2. Bersihkan saluran drainase dan buat parit di sekeliling sawah.
  3. Lakukan penanaman serentak agar semua padi memiliki umur yang sama, memudahkan pengelolaan air.
  4. Atur jadwal tanam agar fase kritis padi tidak bertepatan dengan musim hujan besar.
  5. Tingkatkan struktur tanah dengan pupuk organik atau kompos agar air cepat meresap.


Tips Tambahan dari Petani Berpengalaman

  • Buat parit kecil di tengah petakan sawah sebagai “jalan keluar” air.
  • Saat banjir surut, taburkan pupuk daun cair atau molase + mikroba EM4 untuk membantu tanaman bangkit.
  • Jika kerusakan sudah parah (lebih dari 70%), tanam ulang secepatnya agar waktu tanam tidak terlalu mundur.


Kesimpulan

Pada usia 30 HST, padi sedang dalam fase pertumbuhan penting dan sangat sensitif terhadap genangan air.

Belum ada data ilmiah pasti berapa hari padi umur 30 HST bisa bertahan terendam, namun berdasarkan penelitian:

  • Varietas biasa hanya bertahan 5–7 hari.
  • Varietas tahan genangan (dengan gen SUB1) bisa bertahan 10–18 hari.
  • Jika genangan terlalu lama, tanaman bisa mati, pertumbuhan terganggu, dan hasil panen turun drastis.
  • Langkah cepat seperti memperbaiki drainase, memilih varietas tahan banjir, dan memberi perawatan pasca-genangan sangat membantu menyelamatkan panen.

Intinya: Jangan panik saat sawah terendam, tapi juga jangan menunggu terlalu lama. Semakin cepat air surut dan tanaman dirawat, semakin besar peluang padi Anda selamat.

November 30, 2025


EmoticonEmoticon