Cara Menanam Padi Gogo atau Padi Darat di Bekas Perkebunan Karet

Tanaman padi gogo tumbuh subur di antara pohon karet di lahan bekas perkebunan, menunjukkan sistem budidaya padi darat yang efisien di daerah lahan kering.
Banyak lahan bekas perkebunan karet di Indonesia kini tidak lagi produktif. Padahal, lahan tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk pertanian, salah satunya untuk menanam padi gogo atau padi darat.

Menurut data dari Balitbangtan (Kementerian Pertanian RI) dan LIPI (kini BRIN), padi gogo memiliki potensi hasil tinggi di lahan kering, bahkan di bekas perkebunan seperti karet, asalkan teknik budidayanya tepat.

Jadi, buat kamu para petani tradisional, petani milenial, penghobi tanaman, ibu rumah tangga, maupun mahasiswa pertanian, artikel ini akan membantu memahami langkah-langkah praktis menanam padi gogo di lahan bekas karet dengan bahasa ringan dan mudah dipahami.


Mengenal Padi Gogo atau Padi Darat

a. Apa Itu Padi Gogo?

Padi gogo (kadang disebut padi darat) adalah jenis padi yang tumbuh di lahan kering atau tadah hujan, tanpa perlu genangan air seperti padi sawah.

Menurut Balitbangtan Kementerian Pertanian RI, padi gogo dapat tumbuh baik di daerah dengan curah hujan 1.500–2.500 mm per tahun dan drainase tanah yang baik.

Jadi, jenis padi ini cocok ditanam di lahan bekas karet, kebun, atau lahan miring yang sulit diairi.

b. Jenis-Jenis Padi Gogo Unggul

Beberapa varietas unggul padi gogo yang direkomendasikan oleh Kementerian Pertanian dan FAO antara lain:

  • Inpago 4, Inpago 5, Inpago 8, dan Inpago 9 – Varietas tahan kering dan cocok di lahan tadah hujan.
  • Inpago LIPI Go 1 dan Go 2 – Toleran terhadap tanah masam dan keracunan aluminium, cocok di lahan bekas karet.
  • Situpatenggang dan Situ Bagendit – Cocok di dataran menengah, tahan kekeringan.

Penelitian dari Balitbangtan menunjukkan bahwa varietas Inpago dapat menghasilkan 4–5 ton gabah kering panen per hektar di lahan kering jika perawatannya optimal.


Kondisi Ideal Lahan Bekas Karet untuk Padi Gogo

a. Syarat Tumbuh

Supaya tumbuh optimal, padi gogo membutuhkan:

  • Sinar matahari penuh, minimal 6 jam per hari.
  • Tanah gembur dengan drainase baik.
  • pH tanah 5,5–7,0, tidak terlalu masam.
  • Curah hujan cukup saat fase vegetatif dan pembentukan malai.

b. Tantangan Lahan Bekas Karet

Lahan bekas karet punya karakteristik tersendiri:

  • Kesuburan tanah sering menurun karena lama ditanami karet.
  • Akar karet tua bisa membuat tanah padat dan sulit digarap.
  • Kanopi karet yang masih muda bisa menghalangi cahaya matahari.
  • Gulma seperti alang-alang (Imperata cylindrica) sering mendominasi.

Menurut penelitian Polbangtan Manokwari (2023), padi gogo hanya bisa tumbuh baik jika tingkat naungan di bawah 40%. Jadi, lahan perlu dibuka agar sinar matahari cukup masuk.


Persiapan Lahan Sebelum Tanam

a. Pembersihan Lahan

Langkah awal:

  • Tebang sisa pohon atau ranting karet yang menghalangi cahaya.
  • Bersihkan gulma besar dan sisa akar pohon.
  • Ratakan tanah agar drainase berjalan baik.
  • Buat saluran air kecil di pinggir lahan untuk menghindari genangan saat hujan.

b. Pengapuran dan Pemupukan Awal

Tanah bekas karet biasanya masam (pH < 5). Maka perlu dilakukan pengapuran (dolomit atau kapur pertanian) sebanyak 1–2 ton/ha, tergantung kondisi tanah.

Setelah itu lakukan pemupukan dasar:

  • 100 kg/ha Urea (N)
  • 100 kg/ha SP-36 (P)
  • 100 kg/ha KCl (K)

Pupuk dasar membantu memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi awal bagi tanaman muda.

Menurut penelitian Puslit Karet (2021), kombinasi pupuk NPK dengan bahan organik seperti kompos dapat meningkatkan hasil panen hingga 15–20% di lahan bekas karet.


Pemilihan Benih dan Penanaman

a. Pemilihan Benih Unggul

Gunakan benih bersertifikat dari varietas padi gogo unggul yang sudah disesuaikan dengan kondisi daerah.

Contoh:

  • Inpago 8 & Inpago 9 untuk daerah curah hujan sedang.
  • Inpago LIPI Go 2 untuk tanah masam.

Benih bisa didapat dari Balai Benih Tanaman Pangan (BBTP) atau lembaga resmi pertanian.

b. Cara Penanaman Padi Gogo

  • Waktu tanam ideal: awal musim hujan.
  • Sistem tanam: tugal (lubang tanam) dengan jarak 25 cm × 25 cm.
  • Isi setiap lubang dengan 3–5 butir benih.
  • Kedalaman tanam: 3–5 cm agar tidak terlalu dalam.
  • Setelah tanam, lakukan penyulaman bila ada benih yang tidak tumbuh.


Pemupukan Lanjutan

a. Jadwal dan Dosis Pemupukan

Menurut Balitbangtan (2020), dosis pupuk untuk padi gogo di lahan kering:

  • Tahap awal (7–10 HST): 50 kg Urea + 50 kg SP-36
  • Tahap anakan (30 HST): 50 kg Urea + 25 kg KCl
  • Tahap bunting (50 HST): 25 kg Urea + 25 kg KCl

Pemupukan dilakukan dengan cara tugal di sekitar rumpun atau larikan antar barisan.

b. Tips Meningkatkan Kesuburan Tanah

  • Tambahkan pupuk kandang 2–3 ton/ha sebelum tanam.
  • Lakukan rotasi tanaman dengan jagung atau kacang-kacangan.
  • Gunakan biofertilizer atau pupuk hayati agar mikroba tanah meningkat.


Pengendalian Gulma, Hama, dan Penyakit

a. Pengendalian Gulma

Gulma seperti alang-alang dan teki bisa menurunkan hasil padi hingga 40%.

Cara mengendalikannya:

  • Penyiangan manual 2–3 kali selama pertumbuhan.
  • Mulsa jerami atau rumput kering untuk menekan pertumbuhan gulma.
  • Gunakan herbisida pra-tumbuh bila diperlukan, sesuai anjuran penyuluh.

b. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang sering menyerang padi gogo:

  • Babi hutan dan burung pipit (utama di lahan bekas kebun).
  • Wereng batang coklat dan ulat daun.

Penyakit utama:

  • Blas daun (Pyricularia oryzae) dan hawar daun bakteri.

Pengendalian:

  • Gunakan varietas tahan penyakit (seperti Inpago 9).
  • Bersihkan gulma dan sisa tanaman.
  • Terapkan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) – kombinasi antara sanitasi, rotasi, dan pestisida alami bila perlu.


Perawatan Tanaman dan Pengairan

Padi gogo tidak butuh genangan, tapi tetap butuh kelembaban cukup.

Tips perawatan:

  • Siram saat tanah mulai retak atau kering.
  • Pastikan drainase lancar agar air hujan tidak menggenang.
  • Pangkas cabang atau kanopi karet muda jika terlalu rimbun.
  • Amati fase anakan dan pembungaan, karena fase ini paling sensitif terhadap kekeringan.


Panen dan Pascapanen

a. Ciri Padi Gogo Siap Panen

  • Umur panen 110–130 hari tergantung varietas.
  • Daun dan batang mulai menguning.
  • 90% bulir padi sudah berisi penuh.

b. Cara Panen dan Pengeringan Gabah

  • Panen dengan sabit atau mesin kecil saat pagi hari.
  • Jemur gabah di bawah sinar matahari hingga kadar air ±14%.
  • Simpan gabah di tempat kering, bersih, dan bebas hama.

Menurut Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, pengeringan yang tepat bisa mempertahankan mutu gabah dan menekan kehilangan hasil hingga 10%.


Tips Sukses Menanam Padi Gogo di Lahan Bekas Karet

  • Gunakan varietas unggul tahan kering dan tanah masam.
  • Lakukan pengapuran untuk menetralkan tanah.
  • Tambah bahan organik secara rutin.
  • Atur jarak tanam dan buka lahan agar sinar cukup.
  • Lakukan pemupukan dan penyiangan sesuai jadwal.
  • Awasi hama babi hutan dan burung sejak dini.

Dengan cara ini, petani bisa mendapatkan hasil panen 4–5 ton per hektar, bahkan lebih bila kondisi tanah subur.


Kesimpulan

Menanam padi gogo di lahan bekas perkebunan karet adalah peluang besar untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi sumber pangan baru.

Meski tantangannya cukup banyak—seperti tanah masam, naungan karet, dan hama—semuanya bisa diatasi dengan varietas unggul, pupuk tepat, dan perawatan rutin.

Seperti yang disampaikan peneliti Balitbangtan, “Padi gogo dapat menjadi solusi pertanian berkelanjutan di lahan kering Indonesia.”

Jadi, yuk manfaatkan lahan bekas karet di sekitar kita—biar produktif lagi, dan hasilnya bisa membantu ketahanan pangan desa


November 28, 2025


EmoticonEmoticon