Menurut data dari Balitbangtan (Kementerian
Pertanian RI) dan LIPI (kini BRIN),
padi gogo memiliki potensi hasil tinggi di lahan kering, bahkan di bekas
perkebunan seperti karet, asalkan teknik budidayanya tepat.
Jadi, buat kamu para petani tradisional, petani
milenial, penghobi tanaman, ibu rumah tangga, maupun mahasiswa pertanian,
artikel ini akan membantu memahami langkah-langkah praktis menanam padi gogo di
lahan bekas karet dengan bahasa ringan dan mudah dipahami.
Mengenal Padi Gogo atau Padi Darat
a. Apa Itu Padi Gogo?
Padi gogo (kadang disebut padi
darat) adalah jenis padi yang tumbuh di lahan kering atau tadah hujan,
tanpa perlu genangan air seperti padi sawah.
Menurut Balitbangtan Kementerian
Pertanian RI, padi gogo dapat tumbuh baik di daerah dengan
curah hujan 1.500–2.500 mm per tahun dan drainase tanah yang baik.
Jadi, jenis padi ini cocok ditanam di lahan bekas karet,
kebun, atau lahan miring yang sulit diairi.
b. Jenis-Jenis Padi Gogo Unggul
Beberapa varietas unggul padi gogo yang direkomendasikan
oleh Kementerian Pertanian dan FAO antara lain:
- Inpago 4, Inpago 5, Inpago 8, dan Inpago 9 – Varietas tahan kering dan cocok di lahan tadah hujan.
- Inpago LIPI Go 1 dan Go 2 – Toleran terhadap tanah masam dan keracunan aluminium, cocok di lahan bekas karet.
- Situpatenggang dan Situ Bagendit – Cocok di dataran menengah, tahan kekeringan.
Penelitian dari Balitbangtan
menunjukkan bahwa varietas Inpago dapat menghasilkan 4–5 ton gabah kering panen per hektar
di lahan kering jika perawatannya optimal.
Kondisi Ideal Lahan Bekas Karet untuk Padi Gogo
a. Syarat Tumbuh
Supaya tumbuh optimal, padi gogo membutuhkan:
- Sinar matahari penuh, minimal 6 jam per hari.
- Tanah gembur dengan drainase baik.
- pH tanah 5,5–7,0, tidak terlalu masam.
- Curah hujan cukup saat fase vegetatif dan pembentukan malai.
b. Tantangan Lahan Bekas Karet
Lahan bekas karet punya karakteristik tersendiri:
- Kesuburan tanah sering menurun karena lama ditanami karet.
- Akar karet tua bisa membuat tanah padat dan sulit digarap.
- Kanopi karet yang masih muda bisa menghalangi cahaya matahari.
- Gulma seperti alang-alang (Imperata cylindrica) sering mendominasi.
Menurut penelitian Polbangtan Manokwari (2023),
padi gogo hanya bisa tumbuh baik jika tingkat naungan di bawah 40%. Jadi, lahan
perlu dibuka agar sinar matahari cukup masuk.
Persiapan Lahan Sebelum Tanam
a. Pembersihan Lahan
Langkah awal:
- Tebang sisa pohon atau ranting karet yang menghalangi cahaya.
- Bersihkan gulma besar dan sisa akar pohon.
- Ratakan tanah agar drainase berjalan baik.
- Buat saluran air kecil di pinggir lahan untuk menghindari genangan saat hujan.
b. Pengapuran dan Pemupukan Awal
Tanah bekas karet biasanya masam
(pH < 5). Maka perlu dilakukan pengapuran (dolomit atau
kapur pertanian) sebanyak 1–2
ton/ha, tergantung kondisi tanah.
Setelah itu lakukan pemupukan dasar:
- 100 kg/ha Urea (N)
- 100 kg/ha SP-36 (P)
- 100 kg/ha KCl (K)
Pupuk dasar membantu memperbaiki struktur tanah dan
menyediakan nutrisi awal bagi tanaman muda.
Menurut penelitian Puslit Karet (2021),
kombinasi pupuk NPK dengan bahan organik seperti kompos dapat meningkatkan
hasil panen hingga 15–20% di
lahan bekas karet.
Pemilihan Benih dan Penanaman
a. Pemilihan Benih Unggul
Gunakan benih bersertifikat dari varietas padi gogo unggul
yang sudah disesuaikan dengan kondisi daerah.
Contoh:
- Inpago 8 & Inpago 9 untuk daerah curah hujan sedang.
- Inpago LIPI Go 2 untuk tanah masam.
Benih bisa didapat dari Balai
Benih Tanaman Pangan (BBTP) atau lembaga resmi pertanian.
b. Cara Penanaman Padi Gogo
- Waktu tanam ideal: awal musim hujan.
- Sistem tanam: tugal (lubang tanam) dengan jarak 25 cm × 25 cm.
- Isi setiap lubang dengan 3–5 butir benih.
- Kedalaman tanam: 3–5 cm agar tidak terlalu dalam.
- Setelah tanam, lakukan penyulaman bila ada benih yang tidak tumbuh.
Pemupukan Lanjutan
a. Jadwal dan Dosis Pemupukan
Menurut Balitbangtan (2020),
dosis pupuk untuk padi gogo di lahan kering:
- Tahap awal (7–10 HST): 50 kg Urea + 50 kg SP-36
- Tahap anakan (30 HST): 50 kg Urea + 25 kg KCl
- Tahap bunting (50 HST): 25 kg Urea + 25 kg KCl
Pemupukan dilakukan dengan cara tugal di sekitar rumpun atau larikan antar barisan.
b. Tips Meningkatkan Kesuburan Tanah
- Tambahkan pupuk kandang 2–3 ton/ha sebelum tanam.
- Lakukan rotasi tanaman dengan jagung atau kacang-kacangan.
- Gunakan biofertilizer atau pupuk hayati agar mikroba tanah meningkat.
Pengendalian Gulma, Hama, dan Penyakit
a. Pengendalian Gulma
Gulma seperti alang-alang dan teki bisa menurunkan hasil
padi hingga 40%.
Cara mengendalikannya:
- Penyiangan manual 2–3 kali selama pertumbuhan.
- Mulsa jerami atau rumput kering untuk menekan pertumbuhan gulma.
- Gunakan herbisida pra-tumbuh bila diperlukan, sesuai anjuran penyuluh.
b. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang padi gogo:
- Babi hutan dan burung pipit (utama di lahan bekas kebun).
- Wereng batang coklat dan ulat daun.
Penyakit utama:
- Blas daun (Pyricularia oryzae) dan hawar daun bakteri.
Pengendalian:
- Gunakan varietas tahan penyakit (seperti Inpago 9).
- Bersihkan gulma dan sisa tanaman.
- Terapkan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) – kombinasi antara sanitasi, rotasi, dan pestisida alami bila perlu.
Perawatan Tanaman dan Pengairan
Padi gogo tidak butuh genangan, tapi tetap butuh kelembaban
cukup.
Tips perawatan:
- Siram saat tanah mulai retak atau kering.
- Pastikan drainase lancar agar air hujan tidak menggenang.
- Pangkas cabang atau kanopi karet muda jika terlalu rimbun.
- Amati fase anakan dan pembungaan, karena fase ini paling sensitif terhadap kekeringan.
Panen dan Pascapanen
a. Ciri Padi Gogo Siap Panen
- Umur panen 110–130 hari tergantung varietas.
- Daun dan batang mulai menguning.
- 90% bulir padi sudah berisi penuh.
b. Cara Panen dan Pengeringan Gabah
- Panen dengan sabit atau mesin kecil saat pagi hari.
- Jemur gabah di bawah sinar matahari hingga kadar air ±14%.
- Simpan gabah di tempat kering, bersih, dan bebas hama.
Menurut Balai Besar Litbang
Pascapanen Pertanian, pengeringan yang tepat bisa
mempertahankan mutu gabah dan menekan kehilangan hasil hingga 10%.
Tips Sukses Menanam Padi Gogo di Lahan Bekas Karet
- Gunakan varietas unggul tahan kering dan tanah masam.
- Lakukan pengapuran untuk menetralkan tanah.
- Tambah bahan organik secara rutin.
- Atur jarak tanam dan buka lahan agar sinar cukup.
- Lakukan pemupukan dan penyiangan sesuai jadwal.
- Awasi hama babi hutan dan burung sejak dini.
Dengan cara ini, petani bisa mendapatkan hasil panen 4–5 ton per hektar, bahkan
lebih bila kondisi tanah subur.
Kesimpulan
Menanam padi gogo di lahan bekas
perkebunan karet adalah peluang besar untuk memanfaatkan lahan
tidur menjadi sumber pangan baru.
Meski tantangannya cukup banyak—seperti tanah masam, naungan
karet, dan hama—semuanya bisa diatasi dengan varietas
unggul, pupuk tepat, dan perawatan rutin.
Seperti yang disampaikan peneliti Balitbangtan, “Padi gogo dapat
menjadi solusi pertanian berkelanjutan di lahan kering Indonesia.”
Jadi, yuk manfaatkan lahan bekas karet di sekitar kita—biar
produktif lagi, dan hasilnya bisa membantu ketahanan pangan desa

EmoticonEmoticon