Menurut laporan FAO, IRRI, dan Kementerian Pertanian RI,
kualitas tanah sangat mempengaruhi kemampuan akar menyerap hara, bernapas, dan
tumbuh. Jika tanah bermasalah, tanaman otomatis ikut bermasalah—daun menguning,
akar busuk, batang kerdil, hingga gagal berbuah.
Artikel ini akan menjelaskan apa
penyebab tanah asam dan jenuh air, ciri-cirinya, dampaknya, sampai cara
mengatasinya, dengan bahasa ringan yang mudah dipahami siapa
pun.
Apa Itu Tanah Asam?
a. Pengertian Tanah Asam
Menurut referensi tanah dari IPB dan FAO, tanah asam adalah tanah dengan pH di bawah 5,5.
Pada kondisi ini, unsur hara penting seperti fosfor (P), kalium (K), kalsium
(Ca), dan magnesium (Mg) menjadi sulit diserap tanaman.
b. Penyebab Terbentuknya Tanah Asam
Data ilmiah dari Balitbangtan menunjukkan beberapa penyebab
utama:
- Curah hujan tinggi → hara tercuci/terbawa air (leaching).
- Aluminium (Al) tinggi → banyak di tanah ultisol dan oksisol.
- Tanah gambut → sangat asam karena mengandung asam organik alami.
- Penggunaan urea berlebihan → berdasarkan hasil pengamatan lapang dan penelitian pemupukan, sebagian nitrogen berubah menjadi asam kuat yang menurunkan pH.
- Bahan organik yang belum matang → menghasilkan asam selama proses penguraian.
c. Ciri-Ciri Tanah Asam
Hasil penelitian tanah IPB dan pengamatan lapang:
- Tanaman kerdil, pertumbuhan lambat.
- Daun menguning (klorosis), terutama pada daun muda.
- Akar pendek, sedikit, dan tidak berkembang.
- Banyak gulma seperti teki, pakis, dan paku-pakuan.
- Tanah berwarna merah atau cokelat kemerahan.
d. Dampak Tanah Asam pada Tanaman
Menurut FAO dan IRRI:
- Keracunan aluminium (Al) yang merusak ujung akar.
- Serapan hara rendah, terutama P.
- Produktivitas turun, terutama pada padi gogo, jagung, kedelai, dan sayuran.
- Tanaman mudah rebah karena akar tidak kuat.
Apa Itu Tanah Jenuh Air?
a. Pengertian Tanah Jenuh Air
Menurut IRRI, tanah jenuh air adalah tanah
yang pori-porinya terisi air seluruhnya, sehingga oksigen untuk
akar sangat sedikit atau tidak ada.
Akar sebenarnya membutuhkan oksigen untuk bernapas. Jika
tidak ada oksigen, akar:
- berhenti tumbuh,
- tidak bisa menyerap hara,
- lebih mudah terserang patogen.
b. Penyebab Tanah Jenuh Air
Berdasarkan data IRRI dan penelitian lahan basah:
- Drainase buruk.
- Tanah liat berat (clay) yang mengikat air.
- Curah hujan tinggi.
- Lahan cekung yang mudah tergenang.
- Saluran air buntu/mampet.
- Penyiraman berlebihan di tanaman pekarangan.
c. Ciri-Ciri Tanah Jenuh Air
Gejala lapang yang umum:
- Tanah becek, lembek, dan meninggalkan bekas kaki.
- Tanah berbau busuk (bau belerang).
- Akar tanaman cokelat kehitaman.
- Daun menguning dari bawah.
- Tanaman mudah roboh dan busuk pangkal batang.
d. Dampak Tanah Jenuh Air pada Tanaman
IRRI menegaskan bahwa genangan >48 jam pada tanaman
non-sawah menyebabkan:
- Akar kekurangan oksigen (hipoksia).
- Akar membusuk dan berhenti menyerap hara.
- Daun menguning meskipun pupuk cukup.
- Tanaman mudah terserang jamur tanah seperti Pythium dan Phytophthora.
Perbedaan Tanah Asam dan Tanah Jenuh Air
a. Berdasarkan Kondisi Kimia
- Tanah Asam → pH rendah, banyak ion Al³⁺ beracun.
- Tanah Jenuh Air → oksigen rendah, proses anaerob.
b. Berdasarkan Penyebab
- Tanah Asam: pencucian hara, gambut, pupuk N berlebih.
- Tanah Jenuh Air: drainase buruk, genangan hujan, penyiraman berlebih.
c. Dampak pada Tanaman
- Asam: akar pendek, keracunan aluminium.
- Jenuh Air: akar busuk, tanaman layu karena tidak bernapas.
d. Lokasi yang Sering Ditemukan
- Asam: tanah merah, dataran tinggi, lahan gambut.
- Jenuh Air: sawah cekung, pekarangan tanah liat, rawa.
Tanaman yang Tahan Tanah Asam
Berdasarkan kajian Balitbangtan, IPB, dan FAO:
a. Padi Gogo
Varietas tertentu toleran pH rendah dan cocok di lahan
kering.
b. Kedelai
Ada varietas unggul Indonesia yang toleran tanah masam.
c. Singkong
Sangat adaptif pada tanah ber-pH rendah.
d. Nanas
Secara alami tumbuh baik pada pH 4,5–5,5.
Tanaman yang Tahan Tanah Jenuh Air
Berdasarkan IRRI dan literatur lahan basah:
a. Padi Sawah
Padi memang membutuhkan tanah jenuh air pada fase tertentu.
b. Keladi/Talas
Akar dapat hidup di tanah becek.
c. Rumput Pakan Ternak
Beberapa jenis rumput seperti kolonjono toleran genangan
ringan.
Cara Mengatasi Tanah Asam
a. Pengapuran (Dolomit/Kapur Pertanian)
Rekomendasi Balitbangtan:
- Menaikkan pH,
- Mengurangi keracunan Al,
- Meningkatkan aktivitas mikroba tanah.
b. Pemberian Pupuk Organik
Kompos atau pupuk kandang matang menambah buffer pH tanah.
c. Pemupukan Berimbang
Kurangi aplikasi urea berlebihan.
Gunakan NPK atau pupuk berimbang sesuai kebutuhan tanaman.
d. Perbaikan Drainase
Air yang berlebih mempercepat pencucian hara dan membuat
tanah makin asam.
Cara Mengatasi Tanah Jenuh Air
a. Perbaikan Saluran Drainase
Buat parit kecil agar air cepat keluar.
b. Membuat Bedengan atau Guludan
Akar tidak tenggelam dan lebih bebas bernapas.
c. Menambah Bahan Organik
Memperbaiki pori tanah sehingga air tidak mudah mengendap.
d. Menanam Tanaman Penyerap Air
Pisang, bambu, atau tanaman berakar besar dapat membantu
menyerap air berlebih.
e. Mengurangi Penyiraman Pekarangan
Kesalahan umum penghobi tanaman adalah menyiram setiap hari
meskipun tanah masih basah.
Cara Mendiagnosis Tanah Asam atau Jenuh Air
a. Cek pH Tanah
Gunakan pH meter/alat sederhana.
- pH < 5,5 → tanah asam.
b. Cek Kondisi Fisik Tanah
- Merah keras → asam.
- Becek/bau → jenuh air.
c. Cek Gejala pada Tanaman
- Akar pendek & kuning → asam.
- Akar hitam & busuk → jenuh air.
Kesimpulan
Tanah asam dan tanah jenuh air adalah dua kondisi berbeda,
tetapi keduanya bisa menghambat pertumbuhan tanaman. Tanah asam bermasalah pada
pH dan racun aluminium, sedangkan tanah jenuh air membuat akar tidak bisa
bernapas.
Dengan memahami penyebab, ciri-ciri, serta langkah
perbaikannya, petani—baik pemula maupun berpengalaman—dapat meningkatkan
produksi secara signifikan.
Perbaikan paling penting adalah:
perbaiki pH, perbaiki drainase, tambah bahan organik, dan
lakukan pemupukan berimbang.

EmoticonEmoticon