Daftar Bahan Aktif Insektisida yang Efektif Membasmi Hama Walang Sangit di Tanaman Padi

Gambar ilustrasi bahan aktif insektisida seperti lambda-sihalotrin, fipronil, deltametrin, dan tiametoksam yang efektif membasmi hama walang sangit di tanaman padi.

Halo sahabat Agriculture Gen Z!

Kalau kamu pernah lihat bulir padi yang isinya hampa, kering, atau jadi ringan waktu digenggam, bisa jadi penyebabnya adalah hama walang sangit. Serangga kecil ini sering muncul saat padi mulai berbunga sampai menjelang panen.

Hama walang sangit menyerang dengan cara menghisap cairan bulir padi muda, sehingga bulir gagal berisi. Akibatnya, hasil panen bisa turun drastis.

Nah, kali ini kita bahas secara lengkap dan praktis daftar bahan aktif insektisida yang terbukti efektif membasmi walang sangit, berdasarkan penelitian dan sumber resmi dari Balitbangtan, IPB, FAO, IRRI, dan Kementerian Pertanian RI.

Jangan khawatir, bahasanya ringan, mudah dipahami, dan cocok untuk semua — mulai dari petani tradisional sampai petani milenial!


Pengendalian Kimia (Chemical Control)

Pengendalian kimia artinya menggunakan insektisida berbahan aktif tertentu untuk menghambat, menolak, atau membunuh walang sangit. Tapi, yang penting: gunakan dengan bijak dan sesuai aturan, agar tetap aman dan efektif.

Berikut ini beberapa bahan aktif insektisida yang direkomendasikan oleh lembaga pertanian di Indonesia maupun internasional:

1. Fipronil

  • Cara kerja: Racun kontak dan lambung. Hama yang terkena akan kehilangan koordinasi, berhenti makan, lalu mati.
  • Keunggulan: Efektif untuk walang sangit dan beberapa hama penghisap lainnya.
  • Catatan: Menurut laporan Balitbangtan dan Dinas Pertanian, fipronil masih ampuh, tetapi di beberapa daerah Jawa Timur sudah muncul resistensi (hama menjadi kebal).
  • Saran: Rotasi bahan aktif, jangan hanya pakai fipronil setiap musim tanam.

2. BPMC (Fenobucarb)

  • Cara kerja: Racun kontak dan lambung, menyerang sistem saraf walang sangit.
  • Keunggulan: Efektif untuk walang sangit dewasa maupun nimfa (anak walang).
  • Sumber: Direkomendasikan dalam “Strategi Pengendalian OPT Walang Sangit” oleh Dinas Pertanian Buleleng.
  • Catatan: Gunakan pagi atau sore hari saat walang sangit aktif di malai padi.

3. Metolkarb

  • Cara kerja: Racun lambung, cepat bekerja setelah walang sangit menghisap tanaman.
  • Keunggulan: Bekerja cepat dan tidak meninggalkan residu tinggi.
  • Sumber: Rekomendasi dari IPB (Institut Pertanian Bogor) dalam program pengendalian walang sangit di sawah.

4. MIPC (Methyl Isopropyl Carbamate)

  • Cara kerja: Menyebabkan gangguan saraf, sehingga hama berhenti makan dan mati.
  • Keunggulan: Cocok digunakan bersamaan dengan bahan aktif lain dalam rotasi pengendalian.
  • Catatan: Gunakan sesuai dosis label untuk mencegah efek residu.

5. Propoksur

  • Cara kerja: Racun kontak dan lambung, efektif untuk walang sangit dan hama penghisap lainnya.
  • Keunggulan: Banyak digunakan oleh petani karena hasil cepat terlihat.
  • Sumber: Dinas Pertanian Tulang Bawang menyebut propoksur sebagai salah satu bahan aktif yang banyak digunakan petani padi.

6. Pimetrozin

  • Cara kerja: Bersifat sistemik. Artinya, diserap oleh tanaman, lalu hama yang menghisap cairan tanaman ikut teracuni.
  • Keunggulan: Aman bagi musuh alami, cocok untuk sistem pengendalian terpadu (PHT).
  • Sumber: Produk “Plenum 50 WG” dari Syngenta, dengan kandungan pimetrozin 50%, terbukti efektif untuk walang sangit dan wereng.

7. Dimehipo

  • Cara kerja: Racun kontak dan lambung dari kelompok nereistoksin analog, bekerja cepat pada sistem saraf hama.
  • Sumber: Produk “Sidatan 410 SL” (Petrosida Gresik) mengandung Dimehipo 410 g/L, direkomendasikan untuk walang sangit pada padi.


Catatan Penting dalam Penggunaan Insektisida

  • Gunakan dosis sesuai label produk, misalnya 1–1,5 liter per hektar atau sekitar 1,5–2 ml per liter air semprotan.
  • Semprot pagi atau sore hari saat walang sangit aktif di malai.
  • Lakukan rotasi bahan aktif untuk mencegah hama kebal.
  • Jangan semprot terlalu sering — gunakan insektisida hanya jika populasi hama sudah melewati ambang kendali (misalnya lebih dari 6 ekor/m²).
  • Hindari insektisida yang berbahaya bagi organisme air atau manusia.


Pencegahan dan Tips Lapangan

Pengendalian kimia sebaiknya bukan satu-satunya cara. Pencegahan di lapangan juga sangat penting agar hama tidak berkembang pesat.

Berikut beberapa tips yang direkomendasikan oleh Balitbangtan dan FAO:

1. Tanam serempak

Usahakan waktu tanam di satu hamparan tidak berbeda jauh. Ini bisa memutus siklus hidup walang sangit.

2. Sanitasi lahan

Bersihkan gulma, jerami sisa panen, dan rumput liar di pematang. Tempat seperti ini biasanya jadi sarang walang sangit.

3. Gunakan perangkap atraktan alami

Walang sangit suka bau busuk. Petani bisa menaruh perangkap dari bangkai keong, ikan, atau kepiting di beberapa titik sawah.

4. Gunakan tanaman refugia

Tanam bunga atau tanaman kecil di pematang sawah untuk menarik musuh alami seperti laba-laba dan kepik predator.

5. Pantau populasi secara rutin

Amati sawah minimal 1–2 kali seminggu. Kalau populasi hama meningkat, lakukan pengendalian sejak dini.

6. Hindari penggunaan berlebihan insektisida

Terlalu sering menyemprot justru bisa membunuh serangga baik (musuh alami) dan membuat walang sangit makin kebal.


Kesimpulan Praktis untuk Petani

  • Walang sangit adalah hama penting yang menyerang bulir padi dan menurunkan hasil panen.
  • Insektisida berbahan aktif seperti Fipronil, BPMC, Metolkarb, MIPC, Propoksur, Pimetrozin, dan Dimehipo efektif untuk mengendalikannya — asalkan digunakan sesuai aturan.
  • Rotasi bahan aktif penting untuk mencegah hama kebal (resistensi).
  • Lakukan pencegahan non-kimia seperti tanam serempak, sanitasi, dan perangkap alami agar lebih ramah lingkungan.
  • Gunakan insektisida sebagai langkah terakhir jika cara alami sudah tidak cukup.

Dengan pengelolaan yang bijak dan pengendalian terpadu, petani bisa menekan serangan walang sangit tanpa merusak keseimbangan lingkungan sawah.


November 23, 2025


EmoticonEmoticon