Pupuk DSP (Double Superphosphate): Kandungan, Manfaat, dan Cara Aplikasinya di Lahan Pertanian Indonesia

Apa Itu Pupuk DSP?

Pupuk DSP (Double Superphosphate) adalah pupuk fosfat buatan yang kaya akan unsur fosfor (P₂O₅). Unsur ini sangat penting untuk pembentukan akar, bunga, dan buah pada tanaman.
Pupuk ini dibuat dari fosfat alam yang direaksikan dengan asam sulfat (H₂SO₄), menghasilkan bentuk fosfat yang mudah diserap tanaman.

Secara kimia, pupuk DSP memiliki rumus molekul:

Ca(H₂PO₄)₂·H₂O

Proses pembuatannya mirip dengan pupuk TSP (Triple Superphosphate), namun kadar fosfat pada DSP sedikit lebih rendah, yaitu sekitar 38–45% P₂O₅.


Kandungan Utama Pupuk DSP

KomponenKandungan Rata-rata
Fosfat (P₂O₅)36–45%
Kalsium (Ca)15–18%
Sulfur (S)5–6%
Unsur mikro (trace elements)Dalam jumlah kecil (Zn, Fe, Mn, Cu, B)


Standar Mutu Umum (mengacu pada SNI & data Balitbangtan):

  • Total P₂O₅: 38–45%
  • P₂O₅ tersedia: ≥36%
  • P₂O₅ larut air: ≥29%
  • Kelembapan (moisture): maks. 5%
  • Asam bebas: maks. 5,5%
  • Berat jenis granul: ±1120 kg/m³
  • Berat jenis serbuk: ±1280–1440 kg/m³


Bentuk dan Sifat Fisik Pupuk DSP

Pupuk DSP tersedia dalam dua bentuk utama:

1. Granul (butiran) 

Ukuran 1–5 mm, mudah ditebar di lahan, tidak berdebu, dan larut perlahan di tanah.

2. Serbuk (powder) 

Lebih cepat larut tetapi agak sulit diaplikasikan dalam jumlah besar.

Ciri fisik umum:

  • Warna: abu-abu muda hingga putih keabu-abuan
  • Kelarutan: mudah larut dalam air
  • Higroskopisitas: sedang (sedikit menyerap air, simpan di tempat kering)
  • Daya campur: bisa dicampur dengan pupuk lain kecuali bahan bersifat alkalis


Manfaat Pupuk DSP untuk Tanaman

1. Merangsang pertumbuhan akar yang kuat

Fosfor mempercepat pembentukan dan pemanjangan akar muda.

2. Meningkatkan pembungaan dan pembentukan buah

Tanaman menjadi lebih produktif dan bunga tidak mudah gugur.

3. Mempercepat kematangan buah dan biji

Waktu panen menjadi lebih singkat dan hasil lebih seragam.

4. Mendukung pertumbuhan tanaman muda

Cocok untuk fase vegetatif awal tanaman pangan dan hortikultura.

5. Meningkatkan kualitas hasil panen

Hasil panen menjadi lebih besar, padat, dan bernilai ekonomi tinggi.

6. Menjaga kesehatan tanah

Kandungan kalsium membantu menetralkan keasaman tanah.

7. Efisien dan ekonomis

Dengan kadar fosfat tinggi, kebutuhan pupuk fosfat bisa lebih hemat.


Cara Aplikasi Pupuk DSP

1. Waktu Pemberian

Fosfor sangat dibutuhkan pada fase awal pertumbuhan untuk pembentukan akar dan tunas baru.

Karena itu, pupuk DSP paling efektif diberikan sebagai pupuk dasar (sebelum atau saat tanam).
Untuk tanaman tahunan, aplikasi bisa dilakukan pada awal musim hujan.

2. Cara Pemberian Berdasarkan Jenis Tanaman

a. Tanaman Pangan (Padi, Jagung, Kedelai)

  • Campurkan DSP saat pengolahan tanah atau tanam.
  • Dosis: 100–200 kg/ha
  • Kombinasi terbaik: Urea (N) + KCl (K) untuk hasil optimal.

b. Tanaman Hortikultura (Cabai, Tomat, Terung, Sayuran)

  • Berikan sebagai pupuk dasar di lubang/alur tanam.
  • Campur sedikit tanah agar tidak mengenai akar langsung.
  • Dosis: 10–15 g per lubang tanam.

c. Tanaman Perkebunan (Kopi, Kakao, Karet, Kelapa Sawit)

  • Taburkan melingkar di bawah tajuk daun (30–50 cm dari batang).
  • Dosis: 200–400 g/tanaman dewasa per tahun.
  • Aplikasi: 1–2 kali setahun (awal & akhir musim hujan).

d. Tanaman Hias dan Tanaman Pot

  • Dosis ringan: 1–2 sendok teh per pot setiap 2–3 bulan.
  • Campur dengan media tanam dan siram air setelah pemberian.

3. Tips Aplikasi Efektif

  • Aplikasikan saat tanah lembap (bukan kering).
  • Campur dengan pupuk organik agar fosfor tidak mudah terikat oleh Al dan Fe di tanah asam.
  • Hindari mencampur langsung dengan pupuk beramonia tinggi seperti Urea atau ZA.
  • Sebar pupuk merata di sekitar perakaran tanaman.


Dosis Rekomendasi Pupuk DSP

1. Berdasarkan Jenis Tanaman

Jenis TanamanDosis Rekomendasi
Padi sawah100–150 kg/ha
Jagung150–200 kg/ha
Kedelai / Kacang tanah100–150 kg/ha
Sayuran daun (kol, sawi, kangkung, bayam)100–150 kg/ha
Cabai, tomat, terung10–15 g/lubang
Melon, semangka, mentimun8–12 g/lubang
Kopi, kakao200–300 g/tanaman/tahun
Kelapa sawit muda (≤5 tahun)200–400 g/tanaman/tahun
Karet250–400 g/tanaman/tahun
Tebu150–250 kg/ha
Tanaman hias / pot10–15 g/pot tiap 2–3 bulan

2. Penyesuaian Berdasarkan Kondisi Tanah

  • Tanah masam (pH < 5,5) → Tambah dosis 10–20%.
  • Tanah subur / bekas pupuk fosfat tinggi → Kurangi dosis 20–30%.
  • Tanah berpasir → Gunakan dosis sedang, tetapi lebih sering (2–3 kali aplikasi).


Kesimpulan

Pupuk Double Superphosphate (DSP) merupakan pupuk fosfat efisien yang kaya akan P₂O₅, kalsium, dan sulfur.

Pupuk ini sangat ideal untuk mendukung pertumbuhan akar, pembungaan, dan pembentukan buah, terutama bila digunakan sebagai pupuk dasar pada awal tanam.

Dengan dosis dan kombinasi yang tepat (misalnya dengan Urea + KCl + kompos), pupuk DSP dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen secara signifikan di berbagai jenis tanaman pertanian Indonesia.


November 12, 2025


EmoticonEmoticon