Lalu, apa saja kandungannya, manfaatnya, dan bagaimana cara
penggunaannya yang tepat? Yuk kita bahas tuntas.
Kandungan Utama Pupuk Kalium Magnesium Sulfat
Dari berbagai sumber resmi (IFA, e-ifc, Balittanah/BRIN,
FAO), pupuk ini rata-rata punya komposisi:
- Kalium oksida (K₂O): ±22% → setara ±18% unsur K murni.
Penting untuk pembentukan buah, rasa manis, kualitas, dan
daya simpan hasil panen.
- Magnesium oksida (MgO): ±18% → setara ±10–11% unsur Mg.
Unsur utama pembentuk klorofil, membuat daun lebih hijau dan
fotosintesis lancar.
- Sulfur trioksida (SO₃): ±22% → setara ±17–18% unsur S.
Membantu pembentukan protein, aroma khas tanaman (misalnya
bawang, kubis), dan meningkatkan ketahanan tanaman.
- Klor (Cl): <3% → sangat rendah, aman untuk tanaman yang sensitif terhadap klor.
- pH netral (±6–7) → tidak mengasamkan atau membasakan tanah.
Karakteristik Pupuk Kalium Magnesium Sulfat
- Warna: putih hingga putih kekuningan, kadang kristal pink.
- Bentuk: granul butiran atau bubuk kristal halus.
- Sifat: larut air, mudah diserap akar maupun daun.
- Rasa: agak pahit mirip garam.
Karena larut air, pupuk ini bisa dipakai dengan cara tabur langsung, dikocor, semprot daun (foliar spray),
hingga fertigasi (irigasi tetes).
Manfaat Pupuk Kalium Magnesium Sulfat
1. Larut sempurna tapi tidak cepat tercuci – efisien, tahan lama, dan tidak mudah hilang terbawa hujan.
2. Aman untuk tanaman sensitif klor – cocok untuk tembakau, kentang, bawang, kopi, kakao, dan buah-buahan.
3. Nutrisi lengkap & seimbang – K, Mg, dan S tersedia dalam satu pupuk.
4. Tidak mengubah pH tanah – menjaga kesuburan tanah jangka panjang.
5. Meningkatkan hasil panen – buah lebih besar, rasa lebih manis, dan daya simpan lebih lama.
6. Mencegah rontok bunga dan buah – penting untuk padi, cabai, tomat, mangga, jeruk.
7. Meningkatkan ketahanan tanaman – lebih tahan kekeringan, suhu ekstrem, dan penyakit.
8. Memperbaiki kualitas tanah – merangsang aktivitas mikroba dan memperbaiki struktur tanah.
9. Fleksibel untuk berbagai tanaman – cocok untuk padi, jagung, sayuran, buah, tanaman perkebunan, hingga tanaman hobi di rumah.
Cara Aplikasi Pupuk Kalium Magnesium Sulfat
1. Tabur (Broadcasting)
- Dosis umum: 100–400 kg/ha (menyesuaikan jenis tanaman & kesuburan tanah).
- Tanaman rumah: 1–2 sdm per tanaman.
2. Kocor
- Larutkan 4–5 kg pupuk dalam 200 liter air, lalu siram ke tanah.
- Tanaman pot: 1 sdt pupuk/4 liter air.
3. Semprot Daun (Foliar Spray)
- Campurkan 2–3 g/liter air.
- Semprot bagian bawah daun untuk penyerapan optimal.
4. Fertigasi
- Umumnya digunakan dengan konsentrasi 0,1–0,3% larutan (1–3 g/L).
- Cocok untuk pertanian modern dengan sistem drip irrigation.
Dosis Rekomendasi Berdasarkan Jenis Tanaman
- Sayuran daun & buah (cabai, tomat, terong, bayam, sawi): 100–200 kg/ha, semprot 2–4 g/L.
- Kubis & Brassica: 100–150 kg/ha.
- Buah-buahan (semangka, pisang, apel, jeruk): 150–250 kg/ha.
- Nanas: 200–250 kg/ha.
- Padi: 35–50 kg/ha (lebih banyak saat fase generatif).
- Jagung: 80–120 kg/ha.
- Kedelai, kacang tanah: 60–90 kg/ha.
- Singkong, kentang, tebu: 100–150 kg/ha.
- Kopi, kakao, kapas: 100–200 kg/ha.
- Kelapa sawit: 200–250 kg/ha.
- Tanaman hias: 2–5 g/L (semprot daun).
Kombinasi dengan Pupuk Lain
- MgSO₄ + KNO₃ → meningkatkan penyerapan N & K.
- MgSO₄ + MKP (KH₂PO₄) → memperkuat bunga & buah.
- MgSO₄ + pupuk daun (misalnya Gandasil) → merangsang pertumbuhan vegetatif.
- MgSO₄ + biofertilizer → meningkatkan efisiensi pupuk kimia.
Kesimpulan
Pupuk Kalium Magnesium Sulfat
(Patent-Kali) adalah pupuk majemuk alami yang ramah tanah dan
tanaman. Dalam satu butirnya sudah tersedia Kalium
(K), Magnesium (Mg), dan Sulfur (S) yang penting untuk pertumbuhan
tanaman, kualitas panen, dan ketahanan terhadap penyakit.
Dengan dosis tepat – umumnya 100–400
kg/ha atau 2–3 g/L untuk semprot daun
– pupuk ini bisa membuat tanaman lebih hijau, bunga tidak rontok, buah lebih
besar, serta hasil panen lebih melimpah.
%20Pupuk%20Kalium%20Magnesium%20Sulfat%20(Patent-Kali).jpg)
EmoticonEmoticon