Menurut lembaga riset seperti IRRI (International Rice Research Institute)
dan Balitbangtan,
kedua penyakit ini bisa mengurangi hasil panen secara signifikan jika tidak
dikendalikan sejak awal. Untungnya, ada berbagai bahan aktif fungisida yang
sudah terbukti efektif untuk mengatasi dua penyakit ini.
Artikel ini menjelaskan secara ringan, sederhana, dan cocok
untuk petani tradisional, petani milenial, ibu rumah tangga yang hobi menanam
padi ladang, maupun mahasiswa pertanian.
Mengapa Padi Fase Reproduktif Sangat Rentan Serangan Blas & Busuk Malai?
Menurut IRRI dan banyak penelitian universitas pertanian di
Indonesia, fase reproduktif (primordia–pengisian bulir) adalah fase paling
rawan penyakit karena:
- Tanaman lebih sensitif terhadap perubahan cuaca lembap.
- Metabolisme tanaman meningkat, sehingga jamur lebih mudah tumbuh.
- Kondisi kanopi menutup, membuat lingkungan daun dan malai lembap.
- Kadar nitrogen berlebih memperbesar risiko penyakit.
- Angin dan hujan sering menyebarkan spora jamur ke malai muda.
Karena itu, pengendalian sejak dini sangat penting.
Mengenal Penyakit Blas pada Padi
1. Apa Penyebabnya?
Penyakit blas disebabkan oleh jamur Magnaporthe oryzae.
Lembaga seperti FAO dan IRRI menyebutkan bahwa penyakit ini
mudah meledak pada kondisi:
- Lembap tinggi
- Pemupukan nitrogen berlebihan
- Cuaca mendung dan hujan berturut-turut
2. Ciri-ciri Serangan Blas
a. Blas Daun
- Bercak lonjong berbentuk belah ketupat.
- Bagian tengah keabu-abuan, pinggir coklat.
- Daun cepat mengering jika serangan parah.
b. Blas Leher (Neck Blast)
Inilah fase paling berbahaya.
Gejalanya:
- Leher malai membusuk, berwarna hitam/coklat.
- Malai menjadi hampa atau hanya terisi sedikit.
- Malai mudah patah dan menggantung.
3. Kapan Blas Biasanya Muncul?
Berdasarkan pengamatan lapangan dan panduan IRRI:
- Mulai tampak dari fase vegetatif akhir.
- Puncak serangan pada primordia–pembungaan.
- Blas leher paling banyak muncul saat awal pembungaan.
Mengenal Penyakit Busuk Malai pada Padi
1. Apa Penyebabnya?
Busuk malai disebabkan oleh beberapa jamur, terutama Fusarium, Helminthosporium,
dan Sarocladium oryzae.
Balitbangtan menjelaskan bahwa penyakit ini dipicu oleh:
- Kelembapan tinggi saat malai keluar.
- Hujan selama fase pembungaan.
- Tanaman ternaungi atau kanopi terlalu rimbun.
2. Ciri-ciri Busuk Malai
- Ujung malai berwarna coklat atau kehitaman.
- Bulir tampak kusam, kadang berjamur merah muda.
- Pengisian bulir terhambat.
- Bulir banyak yang kosong (hampa).
3. Kapan Paling Rawan?
Menurut panduan Balitbangtan dan IRRI:
- Fase booting–pembungaan adalah waktu paling kritis.
- Jika hujan turun berturut-turut, risiko meningkat tajam.
Daftar Bahan Aktif Fungisida Anti Blas yang Paling Efektif
Berikut bahan aktif yang umum direkomendasikan lembaga riset
seperti IRRI, Balitbangtan, dan universitas pertanian.
1. Trifloxystrobin
- Termasuk golongan strobilurin.
- Efektif menghambat pembentukan spora jamur blas.
- Cocok untuk pencegahan pada fase awal reproduktif.
2. Azoxystrobin
- Strobilurin dengan spektrum luas.
- Sangat baik untuk proteksi daun dan malai.
- Bekerja sistemik dan translaminar.
3. Isoprothiolane
- Bahan aktif spesifik anti blas dan sudah banyak dipakai di Jepang & Asia.
- Cenderung lebih efektif untuk blas leher.
4. Metil Tiofanat / Thiophanate-Methyl
- Golongan benzimidazole.
- Bekerja sistemik, efektif menekan perkembangan jamur.
5. Propiconazole
- Golongan triazol.
- Memiliki aktivitas kuat pada jamur penyebab blas, terutama pada leher malai.
6. Difenokonazol
- Triazol berspektrum luas.
- Efektif untuk penggunaan campuran (mixing) sebagai proteksi malai.
Bahan Aktif Fungisida Paling Ampuh untuk Busuk Malai
1. Tebuconazole
Triazol dengan kemampuan menekan pertumbuhan jamur busuk
malai.
2. Propiconazole
Efektif pada jamur penyebab penyakit malai.
Banyak direkomendasikan dalam praktik lapangan.
3. Difenokonazol
Bekerja dalam jaringan tanaman dan melindungi malai lebih
lama.
4. Azoxystrobin + Difenokonazol
Kombinasi strobilurin + triazol.
Spektrum sangat luas dan banyak digunakan di Asia.
5. Triazol lainnya (misal: epoxiconazole, hexaconazole)
Digunakan sebagai alternatif untuk rotasi bahan aktif agar
jamur tidak resisten.
Kombinasi Bahan Aktif Efektif untuk Padi Fase Reproduktif
Berikut rekomendasi umum dari panduan praktik lapangan dan
universitas pertanian:
1. Anti Blas + Anti Busuk Malai
- Azoxystrobin + Difenokonazol → kombinasi paling lengkap.
- Trifloxystrobin + Propiconazole → kuat untuk blas dan busuk malai.
- Isoprothiolane + Triazol → fokus pada blas leher.
Catatan:
Jika belum ada data ilmiah pasti mengenai kombinasi
tertentu, maka berdasarkan pengamatan lapangan, kombinasi strobilurin + triazol
adalah pilihan paling stabil.
Waktu Aplikasi yang Paling Tepat
Menurut IRRI dan Balitbangtan, waktu aplikasi menentukan
efektivitas pengendalian.
1. Fase Primordia Malai (30–45 HST)
- Penyemprotan pertama.
- Fokus pencegahan blas daun & blas leher.
2. Fase Booting – Menjelang Keluar Malai (55–65 HST)
- Penyemprotan kedua.
- Melindungi pangkal malai dan bakal bulir.
3. Fase Pembungaan (70–75 HST)
- Fase paling kritis.
- Melindungi dari busuk malai dan blas leher.
4. Fase Pengisian Bulir (>80 HST)
- Penyemprotan terakhir jika cuaca lembap.
- Fokus menjaga malai tetap bersih dari jamur.
Dosis Umum
Dosis bervariasi tergantung:
- Produk formulasi
- Persentase bahan aktif
- Tipe fungisida (SC, EC, WP, WG)
Karena setiap merek berbeda, Balitbangtan dan IRRI
menyarankan mengikuti label resmi produk dan tidak
memakai dosis berlebihan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Petani
1. Menyemprot Setelah Gejala Parah
Fungisida itu melindungi, bukan menyembuhkan
total.
Jika sudah parah, kerusakan tidak bisa dibalikkan.
2. Menggunakan Satu Bahan Aktif Berulang Kali
Ini membuat jamur resisten.
IRRI menyarankan rotasi bahan aktif minimal setiap musim.
3. Menyemprot Saat Panas Terik
Membuat fungisida cepat menguap, sehingga kurang efektif.
4. Tidak Memakai Perekat-Spreader (Adjuvant)
Tanpa perekat:
- Obat mudah turun
- Tidak menempel di malai
- Efek proteksi berkurang
Tips Tambahan agar Padi Terhindar dari Blas & Busuk Malai
- Gunakan varietas tahan penyakit (rekomendasi Balitbangtan).
- Jangan beri pupuk nitrogen berlebihan.
- Jaga jarak tanam agar tidak terlalu rapat.
- Perbaiki drainase sawah.
- Lakukan monitoring rutin saat cuaca lembap.
Kesimpulan
Padi fase reproduktif sangat rentan terhadap blas dan busuk malai.
Dengan memahami gejala, waktu kritis, dan pilihan bahan aktif yang tepat,
petani bisa mencegah kerusakan lebih awal. Kombinasi strobilurin + triazol terbukti
paling stabil untuk melindungi padi pada fase penting ini. Pencegahan jauh
lebih baik daripada mengobati.
FAQ Petani
1. Fungisida apa yang paling ampuh untuk blas leher?
Isoprothiolane, azoxystrobin, trifloxystrobin, dan campuran
strobilurin + triazol sering direkomendasikan oleh IRRI dan Balitbangtan.
2. Apa yang bagus untuk busuk malai?
Triazol seperti propiconazole, difenokonazol, atau
tebuconazole.
3. Bolehkah campur dua bahan aktif?
Boleh, selama:
- Tidak ada larangan pada label
- Formulasi kompatibel
- Campuran masih dalam dosis label
4. Kapan waktu semprot terbaik?
Primordia → Booting → Pembungaan → Pengisian bulir.

EmoticonEmoticon