Nah, bisa jadi penyebabnya adalah hama orong-orong — musuh kecil
yang bekerja diam-diam di bawah tanah!
Hama ini sering diabaikan karena tidak terlihat dari
permukaan, padahal bisa menyebabkan kerusakan besar pada fase
awal pertumbuhan padi.
Artikel ini akan membahas cara
mengatasi orong-orong di tanaman padi secara efektif, aman, dan ramah
lingkungan, berdasarkan data ilmiah dan praktik pertanian di
Indonesia.
Apa Itu Orong-Orong?
Orong-orong (Gryllotalpa
orientalis) adalah serangga tanah yang termasuk dalam ordo Orthoptera, masih satu keluarga
dengan jangkrik dan belalang.
Bentuknya silinder, berwarna cokelat gelap, dan memiliki kaki depan seperti cangkul kecil
yang kuat untuk menggali tanah.
Hewan ini hidup di dalam tanah, aktif di malam hari
(nokturnal), dan dikenal juga dengan sebutan “anjing
tanah” di beberapa daerah Indonesia.
(Sumber: Dinas Pertanian Buleleng, 2023; Politeknik Negeri
Kupang, 2022)
Gejala dan Tanda-Tanda Serangan Orong-Orong di Tanaman Padi
Tanda-tanda serangan orong-orong biasanya muncul pada tanaman padi muda (1–2 minggu setelah tanam),
antara lain:
- Tanaman mendadak layu atau mati, meski bagian atasnya terlihat sehat.
- Terdapat lubang kecil atau bekas galian di sekitar pangkal tanaman.
- Akar dan pangkal batang terpotong atau rusak, membuat tanaman mudah tercabut.
- Tanaman tampak tidak kokoh dan pertumbuhannya terhambat.
- Di pagi hari sering terlihat permukaan tanah terangkat akibat aktivitas malam hari.
Menurut laporan Antara Bengkulu (2022),
serangan orong-orong pernah menyebabkan kerusakan belasan hektare sawah, terutama
pada lahan kering yang kekurangan air.
Waktu dan Kondisi yang Memicu Serangan Orong-Orong
Serangan orong-orong paling sering terjadi pada:
- Musim kemarau atau saat sawah kekurangan air.
- Tanaman muda (fase awal tanam), karena akar masih lembut dan mudah digigit.
- Tanah gembur, kering, atau tidak terendam air secara merata.
- Malam hari, karena orong-orong aktif saat gelap.
Menurut pengamatan Dinas Pertanian Bali, sawah yang tergenang air stabil lebih tahan
terhadap serangan orong-orong, karena hama ini tidak suka
lingkungan lembap atau becek.
Dampak Serangan Orong-Orong terhadap Pertumbuhan Padi
Jangan remehkan hama kecil ini!
Kerusakannya bisa berdampak besar terhadap hasil panen:
- Akar tanaman rusak → tanaman tidak bisa menyerap air dan hara.
- Banyak tanaman muda mati → populasi tanaman menurun.
- Struktur tanah rusak karena banyak lubang → perakaran terganggu.
- Jika dibiarkan, bisa menyebabkan penurunan hasil panen hingga 30–50% di lahan yang parah (FAO, 2021).
Itulah sebabnya pengendalian orong-orong penting dilakukan
sejak dini.
Siklus Hidup Orong-Orong (Agar Pengendalian Lebih Tepat)
Memahami siklus hidup orong-orong membantu menentukan waktu
pengendalian yang pas:
- Telur: Diletakkan di tanah lembap, menetas dalam 10–20 hari.
- Nimfa: Bentuk muda orong-orong yang sudah mulai makan akar tanaman.
- Dewasa: Hidup di tanah, aktif menggali dan makan di malam hari.
- Bertelur lagi — siklus berulang 3–4 kali setahun.
Artinya, pengendalian harus dilakukan
pada fase telur dan nimfa agar populasi tidak terus meningkat.
Cara Mengatasi Orong-Orong di Tanaman Padi
Berikut langkah-langkah pengendalian yang bisa diterapkan,
mulai dari yang paling alami hingga kimiawi jika terpaksa.
a. Cara Mekanis dan Fisik
Metode ini mudah dilakukan dan tidak mencemari lingkungan:
- Perbaiki sistem pengairan sawah.
Orong-orong tidak suka tanah tergenang, jadi pastikan air cukup di fase awal tanam.
(Antara Bengkulu, 2022)
- Gali lubang aktif.
Hancurkan terowongan atau lubang yang ditemukan di sekitar tanaman.
- Gunakan perangkap lampu malam hari.
Cahaya menarik orong-orong dewasa keluar dari tanah, lalu bisa ditangkap.
- Pasang umpan alami.
Campuran dedak halus + gula merah + air bisa dijadikan umpan, lalu ditimbun tipis di tanah.
b. Cara Biologis (Ramah Lingkungan)
Pendekatan alami yang mendukung pertanian berkelanjutan:
- Manfaatkan musuh alami, seperti burung, laba-laba, dan katak yang memangsa orong-orong.
(Distan Buleleng, 2023)
- Gunakan agen hayati.
Misalnya, nematoda entomopatogen Steinernema carpocapsae telah terbukti efektif menekan populasi orong-orong pada beberapa penelitian (IPB, 2020).
- Rotasi tanaman.
Walau data ilmiah spesifik di Indonesia masih terbatas, petani lapangan melaporkan bahwa mengganti tanaman setelah panen padi dapat mengganggu siklus hidup orong-orong.
c. Cara Kimia (Jika Serangan Berat)
Jika serangan sudah meluas dan populasi tinggi:
- Gunakan insektisida butiran sesuai anjuran penyuluh, misalnya berbahan aktif karbofuran atau fipronil (berdasarkan rekomendasi Kementerian Pertanian RI).
- Aplikasikan di sore hari saat hama aktif, dan hindari dosis berlebihan agar tidak mencemari air atau membunuh organisme tanah yang bermanfaat.
- Selalu gunakan APD (alat pelindung diri) saat penyemprotan.
Catatan: Penggunaan bahan kimia hanya sebagai langkah terakhir, setelah upaya
mekanis dan biologis tidak cukup.
Cara Pencegahan Agar Orong-Orong Tidak Datang Lagi
Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati!
Berikut beberapa cara menjaga sawah tetap aman:
- Pastikan pengairan lancar dan stabil.
- Tanam serempak dengan petani sekitar untuk memutus siklus hama.
- Bajak tanah dalam sebelum tanam untuk menghancurkan sarang orong-orong.
- Bersihkan gulma dan sisa jerami yang bisa jadi tempat persembunyian.
- Gunakan pupuk organik matang agar tidak menarik serangga tanah.
- Rutin memantau lahan, terutama di 2 minggu pertama setelah tanam.
Kesalahan Umum Petani Saat Menghadapi Orong-Orong
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan di lapangan:
- Menunda tindakan karena mengira tanaman layu akibat kekeringan.
- Fokus hanya pada daun, padahal orong-orong menyerang akar.
- Menyemprot insektisida sembarangan tanpa dosis tepat.
- Tidak memperbaiki sistem air sehingga orong-orong cepat muncul lagi.
- Tidak melakukan penanaman serempak, membuat hama berpindah dari sawah ke sawah.
Tanda-Tanda Pengendalian Berhasil
Anda bisa tahu pengendalian berhasil jika:
- Lubang orong-orong mulai berkurang.
- Tanaman baru tumbuh kokoh dan tidak ada lagi yang layu mendadak.
- Aktivitas malam di sawah menurun (bisa dicek lewat perangkap lampu).
- Populasi tanaman kembali rapat tanpa banyak area kosong.
Kesimpulan
Hama orong-orong di tanaman padi
memang kecil, tapi dampaknya besar kalau dibiarkan.
Dengan memahami perilaku dan siklus hidupnya, petani bisa
mengatasinya dengan cara alami, aman, dan ramah
lingkungan.
Kuncinya adalah air yang cukup, pengamatan rutin,
dan pengendalian dini.
Gunakan bahan kimia hanya jika benar-benar diperlukan dan
selalu utamakan cara biologis.
Dengan langkah ini, lahan padi Anda akan tetap sehat, subur,
dan hasil panen pun meningkat!

EmoticonEmoticon