Menurut IRRI dan Balitbangtan, gejala daun menguning
termasuk salah satu tanda awal tanaman padi mengalami stres fisiologis maupun
infeksi patogen. Jika dibiarkan, produksi gabah bisa turun hingga 20–60%
tergantung penyebabnya.
Artikel ini akan membantu Anda membedakan penyebabnya dan
bagaimana cara mengatasinya dengan tepat.
Penyebab Daun Padi Menguning dan Mengering
A. Penyebab Karena Penyakit
1) Hawar Daun Bakteri (HDB / BLB)
Penyebab: Xanthomonas oryzae pv. Oryzae
Sumber data:
IRRI, Balitbangtan Kementan
Ciri-ciri:
- Daun menguning mulai dari ujung, kemudian berubah menjadi cokelat.
- Tepi daun terlihat seperti "terbakar".
- Bila diraba, terasa kering dan rapuh.
- Pada fase awal, muncul garis kuning pucat di daun.
Catatan ilmiah:
IRRI melaporkan HDB dapat menurunkan hasil hingga 70% pada kondisi serangan
berat.
2) Hawar Daun Kresek
Kresek adalah bentuk serangan HDB yang lebih parah.
Ciri khas:
- Daun menggulung dan layu seperti diremas.
- Daun cepat mengering, mulai dari ujung ke bawah.
- Banyak ditemukan pada padi muda (15–45 HST).
Data ilmiah:
Balit Padi (Balitbangtan) mencatat bahwa kresek sering meningkat pada musim
hujan karena bakteri mudah berkembang pada kelembapan tinggi.
3) Blast / Pyricularia (Penyakit Bercak Berlubang)
Penyebab: Magnaporthe oryzae
Sumber: IRRI,
FAO, jurnal Universitas Brawijaya
Ciri-ciri:
- Muncul bercak belah ketupat dengan tepi cokelat.
- Bercak dapat menyatu, membuat daun cepat kering.
- Pada serangan berat, daun tampak "coklat berlubang".
Catatan FAO:
Blast adalah salah satu penyakit paling merusak padi di dunia.
4) Busuk Pelepah / Sheath Blight (Rhizoctonia solani)
Sumber:
Jurnal IPB, IRRI
Gejala:
- Batang dan pelepah terdapat bercak oval berwarna cokelat.
- Daun bagian tengah dan bawah menguning lalu mengering.
- Biasanya menyerang tanaman yang terlalu rimbun atau diberi nitrogen berlebih.
B. Penyebab Karena Hama
1) Wereng Cokelat (BPH / Brown Planthopper)
Sumber:
Balitbangtan Kementan, IRRI
Gejala khas:
- Daun menguning secara cepat dan menyeluruh.
- Bila dibiarkan, menjadi hopperburn (daun cokelat, kering, tanaman mati).
- Banyak wereng terlihat di pangkal batang.
Catatan ilmiah:
IRRI menegaskan bahwa hopperburn bukan penyakit, tetapi kerusakan akibat isapan
wereng yang menghambat aliran nutrisi.
2) Penggerek Batang (Sundep & Beluk)
Penyebab: Scirpophaga incertulas, dll.
Sumber: Balit
Padi, jurnal Unpad
Ciri:
- Sundep: daun tengah mati, mudah dicabut.
- Beluk: malai putih dan tidak berisi.
- Daun menguning karena jaringan rusak dari dalam.
C. Penyebab Karena Kekurangan Unsur Hara
1) Kekurangan Nitrogen (N)
Sumber: IRRI
Nutrient Manager, FAO
Ciri:
- Daun menguning merata mulai dari daun tua.
- Tanaman kerdil dan pertumbuhan lambat.
- Daun terlihat pucat, bukan bercak.
Sumber: FAO
Fertilizer Manual, Jurnal IPB
Ciri khas:
- Ujung daun menguning lalu cokelat (nekring / scorch).
- Daun mengering dari tepi ke tengah.
- Batang tampak lemah, tanaman mudah rebah.
3) Kekurangan Magnesium (Mg)
Sumber:
Literatur IPB & IRRI mengenai gejala defisiensi Mg
Ciri:
- Daun menguning di antara tulang daun (interveinal chlorosis).
- Tulang daun tetap hijau.
- Gejala muncul di daun tua dulu.
4) Kekurangan Besi (Fe)
Sumber: IRRI
– Iron Deficiency in Rice
Ciri:
- Daun muda berwarna kuning cerah.
- Tulang daun tetap hijau muda.
- Umum terjadi pada tanah alkalin atau tergenang lama.
Cara Membedakan Penyebabnya
Agar tidak salah perlakuan, perhatikan tabel ringkas berikut:
Cara Mengatasi Daun Padi Menguning dan Mengering Berdasarkan Penyebabnya
A. Jika Disebabkan Penyakit Jamur/Bakteri
1) Hawar Daun Bakteri / Kresek
Balit Padi menganjurkan:
- Gunakan varietas tahan (Inpari 30, Inpari 32, Inpari 33).
- Buang daun yang terinfeksi berat.
- Kurangi pemupukan nitrogen berlebih.
- Penggunaan bakterisida hanya dianjurkan jika intensitas serangan tinggi.
2) Blast
- Gunakan fungisida berbahan aktif triazole atau strobilurin (data: IRRI Disease Management).
- Kurangi kelembapan dengan jarak tanam yang tidak terlalu rapat.
- Gunakan varietas tahan blast bila tersedia.
- Kurangi pupuk N.
- Gunakan fungisida yang direkomendasikan Balitbangtan.
- Jaga jarak tanam.
B. Jika Disebabkan oleh Hama
1) Wereng Cokelat
- Gunakan varietas tahan (IRRI & Balitbangtan).
- Hindari penggunaan insektisida berulang karena meningkatkan resistensi.
- Gunakan insektisida hanya ketika populasi di atas ambang ekonomi (data: Balitbangtan).
- Tanam serempak dan lakukan sanitasi jerami.
- Atur jarak tanam.
- Gunakan insektisida jika intensitas tinggi.
C. Jika Disebabkan Kekurangan Unsur Hara
1) Kurang Nitrogen
- Berikan urea sesuai rekomendasi Balit Padi: 250–300 kg/ha tergantung varietas & tanah.
- Jangan sekaligus; bagi 2–3 kali aplikasi (awal tanam–anakan–primordia).
- Tambahkan KCl (50–100 kg/ha, sumber: rekomendasi pemupukan Kementan).
- Jika tanah miskin K, tambahkan jerami sebagai sumber kalium alami.
- Aplikasikan kieserite (MgSO₄·H₂O) 50–100 kg/ha.
- Bisa juga dari dolomit jika tanah bersifat asam.
- Perbaiki drainase.
- Air sawah jangan tergenang terlalu lama.
- Tambahkan bahan organik untuk meningkatkan ketersediaan Fe.
Tips Pencegahan Agar Daun Padi Tetap Hijau dan Sehat
- Tanam serempak 1 hamparan.
- Gunakan varietas tahan penyakit.
- Pemupukan berimbang (N-P-K + Mg + mikro).
- Lakukan pengairan berselang (alternate wetting and drying – rekomendasi IRRI).
- Bersihkan jerami atau sisa tanaman yang sakit.
- Cek hama sejak dini dengan perangkap kuning.
Kapan Harus Melakukan Pemangkasan atau Pengendalian Darurat?
- Jika terdapat lebih dari 20% daun menunjukkan gejala penyakit (data: ambang pengendalian Balitbangtan).
- Jika populasi wereng sudah melewati ambang ekonomi.
- Jika gejala hopperburn mulai muncul.
- Jika blast sudah menyerang >10% rumpun.
Kesimpulan
Daun padi menguning dan mengering tidak selalu disebabkan
kurang pupuk. Bisa karena penyakit berbahaya seperti HDB atau blast, serangan
wereng, hingga kekurangan unsur hara seperti nitrogen, kalium, magnesium, dan
besi.
Dengan memahami ciri-cirinya, petani dapat menentukan
langkah yang tepat: apakah perlu pestisida, penambahan pupuk, atau perbaikan
pengairan. Kunci utamanya adalah pemantauan dini,
pemupukan berimbang, dan pencegahan melalui varietas
tahan dan sanitasi lahan.

EmoticonEmoticon