Salah satu produk yang cukup populer di lapangan adalah Fungisida Tandem 325 SC.
Fungisida ini mengandung dua bahan aktif sekaligus,
yaitu Azoksistrobin 200 g/L dan Difenokonazol 125 g/L, yang
dikenal dalam literatur FAO dan berbagai jurnal tanaman sebagai kombinasi
efektif untuk mengendalikan berbagai penyakit jamur.
Artikel ini akan menjelaskan Tandem 325 SC dengan bahasa
sederhana, tanpa istilah rumit, dan berdasarkan data dari penelitian pertanian
yang sudah dikenal luas.
Apa Itu Fungisida Tandem 325 SC?
1. Definisi dan Formulasi
Tandem 325 SC
adalah fungisida berbentuk Suspension Concentrate (SC)
atau konsentrat suspensi. Artinya, bahan aktifnya berupa partikel halus yang
tersuspensi dalam cairan. Formulasi SC biasanya:
- lebih stabil,
- tidak mudah mengendap,
- lebih merata ketika disemprotkan.
2. Kandungan Bahan Aktif
Fungisida ini mengandung dua bahan aktif kelas premium yang
banyak direkomendasikan dalam literatur FAO, IRRI, dan publikasi universitas:
- Azoksistrobin 200 g/L (golongan Strobilurin / QoI)
- Difenokonazol 125 g/L (golongan Triazol / DMI)
Kombinasi ini sering disebut sebagai “double action
fungicide” karena bekerja dari luar dan dalam tanaman.
3. Manfaat Utama Campuran Dua Bahan Aktif
Menurut banyak penelitian di tanaman pangan dan hortikultura
(IPB, IRRI, Brawijaya):
- Efektif untuk pencegahan & pengobatan awal penyakit jamur.
- Memiliki efek protektif dan kuratif.
- Mengurangi risiko resistensi jamur, karena dua mode aksi berbeda.
- Memberikan perlindungan lebih lama dibanding fungisida tunggal.
Cara Kerja Azoksistrobin & Difenokonazol
1. Cara Kerja Azoksistrobin (Strobilurin / QoI)
Azoksistrobin dikenal sebagai fungisida
sistemik-translaminar. Cara kerjanya:
- Menghambat respirasi (pernapasan) sel jamur.
- Menyerang bagian “Qo site” pada mitokondria.
- Jamur tidak bisa menghasilkan energi → pertumbuhan terhenti.
Dalam bahasa sederhana:
Azoksistrobin membuat jamur “kehabisan tenaga”, sehingga
tidak bisa berkembang.
Hasil penelitian FAO dan literatur universitas menyebutkan
bahwa azoksistrobin efektif dalam melindungi jaringan daun baru.
2. Cara Kerja Difenokonazol (Triazol / DMI)
Difenokonazol bekerja sistemik. Cara kerjanya:
- Menghambat pembentukan ergosterol (komponen dinding sel jamur).
- Tanpa ergosterol, jamur tidak bisa membentuk tubuh yang kuat dan akhirnya mati.
Bahasa mudahnya:
Difenokonazol membuat jamur tidak bisa membentuk “kulit”
sehingga mudah rusak.
3. Kelebihan Kombinasi Kedua Bahan Aktif
Dari penelitian hortikultura oleh berbagai universitas dan
hasil lapang Balitbangtan:
- Proteksi lebih luas.
- Cepat meredam infeksi awal.
- Cocok untuk pencegahan penyakit musiman seperti antraknosa dan bercak daun.
- Mengurangi resiko jamur kebal.
Penyakit Tanaman yang Bisa Dikendalikan
Walaupun label tiap merek bisa berbeda, secara umum
berdasarkan data ilmiah kedua bahan aktifnya, jamur yang dapat dikendalikan
meliputi:
1. Tanaman Padi
Azoksistrobin + Difenokonazol banyak digunakan untuk:
- Hawar daun jamur (leaf blast awal)
- Bercak daun (Helminthosporium)
- Busuk pelepah
Catatan:
Untuk blas parah,
efektivitasnya terbatas. Umumnya lebih cocok untuk pencegahan atau serangan awal.
2. Cabai, Tomat, Terung
Penyakit umum yang bisa ditekan:
- Antraknosa (Colletotrichum)
- Bercak daun
- Busuk batang
- Layu karena jamur permukaan (bukan layu fusarium)
3. Bawang Merah & Bawang Putih
Kombinasi ini banyak digunakan untuk:
- Bercak ungu (Alternaria porri)
- Embun bulu (downy mildew)
- Busuk daun awal
4. Sayuran Daun
Cocok untuk:
- Sawi
- Pakcoy
- Kubis
- Selada
Penyakit yang biasa dikendalikan:
- Hawar daun
- Bercak cincin
- Busuk daun jamur permukaan
Dosis dan Cara Pakai yang Tepat
1. Dosis Umum Lapangan
Dalam praktik lapangan petani dan rekomendasi berbagai
produk sejenis berbahan aktif sama:
- 1–2 ml per liter air, atau
- 100–200 ml per tangki 100 liter.
Karena tiap merek bisa berbeda, sebaiknya tetap mengikuti
dosis pada label produk.
2. Waktu Aplikasi yang Direkomendasikan
Paling efektif jika digunakan pada:
- Awal gejala muncul (bintik sangat kecil)
- Kondisi cuaca lembab (jamur mudah berkembang)
- Fase pertumbuhan aktif tanaman
Banyak penelitian tanaman hortikultura menunjukkan bahwa
aplikasi sebelum hujan musiman jauh
lebih efektif.
3. Teknik Penyemprotan yang Efektif
Agar hasil lebih maksimal:
- Arahkan semprot ke bawah daun, tempat jamur sering berkembang.
- Gunakan nozzle kabut halus (mist).
- Semprot pagi atau sore.
- Jangan sampai larutan menetes berlebihan.
- Upayakan penyemprotan merata sampai terlihat “basah merata” (tidak mengucur).
Keamanan & Aturan Aman Saat Menggunakan Tandem 325 SC
1. APD (Alat Pelindung Diri) Wajib
Sesuai rekomendasi Kementerian Pertanian:
- Sarung tangan karet
- Masker
- Kacamata
- Baju lengan panjang
- Sepatu boots
2. Jarak Aman Penyemprotan
- Jangan menyemprot melawan arah angin.
- Jaga minimal 5–10 meter dari anak-anak dan hewan peliharaan.
3. Waktu Interval Panen (PHI)
Untuk azoksistrobin dan difenokonazol pada sayuran dan padi,
penelitian umum menunjukkan:
- PHI berkisar 7–14 hari, tergantung komoditas.
Ikuti PHI sesuai label resmi produk yang Anda gunakan.
Bolehkah Tandem 325 SC Dicampur dengan Pestisida Lain?
1. Campur dengan Insektisida
Secara umum, azoksistrobin dan difenokonazol cukup kompatibel dengan banyak insektisida.Namun belum ada data ilmiah pasti untuk semua produk, sehingga tetap lakukan uji campur.
2. Campur dengan Fungisida Lain
Bisa digabung dengan kontak (klorotalonil, mankozeb).
Tidak direkomendasikan dicampur dengan fungisida golongan yang sama (QoI atau DMI) karena:
- risiko resistensi lebih tinggi,
- tidak menambah manfaat signifikan.
3. Campur dengan Pupuk Daun
Beberapa pupuk mikro bisa dicampur, namun belum ada data ilmiah yang pasti untuk semua formula pupuk daun.
4. Lakukan Uji Kocok (Jar Test)
Ini penting. Langkahnya:
- Siapkan gelas bening.
- Isi dengan sedikit air.
- Masukkan pupuk/pestisida satu per satu.
- Aduk perlahan.
- Jika tidak menggumpal / tidak mengendap berlebihan, berarti aman dicampur.
Kesalahan Umum Petani yang Membuat Fungisida Kurang Efektif
- Menyemprot saat hujan mau turun.
- Dosis terlalu rendah atau terlalu tinggi.
- Menggunakan air kotor / pH terlalu tinggi.
- Menyemprot hanya di bagian atas daun.
- Tidak mengganti mode aksi sehingga jamur kebal.
Tips Agar Penyemprotan Lebih Maksimal
- Bersihkan tangki sebelum digunakan.
- Gunakan air bersih dan bening.
- Semprot saat matahari tidak terik.
- Rotasikan fungisida dari beberapa mode aksi.
- Gunakan stik perekat (adjuvant) jika diperlukan.
FAQ: Pertanyaan Petani yang Paling Sering Muncul
1. Apakah Tandem 325 SC bisa menyembuhkan blas parah?
Belum ada data ilmiah yang menunjukkan efektivitas tinggi untuk blas stadium berat. Umumnya hanya efektif untuk pencegahan dan serangan awal.
2. Lebih efektif untuk pencegahan atau pengobatan?
Berdasarkan data kedua bahan aktifnya, lebih efektif untuk pencegahan.
3. Berapa kali aman digunakan dalam satu musim tanam?
Penelitian strobilurin dan triazol umumnya menyarankan maksimal 2–3 kali per musim, kemudian diganti golongan lain untuk mencegah resistensi.
4. Apakah aman dicampur dengan pupuk mikro?
Beberapa pupuk mikro bisa kompatibel, tetapi belum ada data ilmiah pasti untuk semua produk → lakukan jar test.
5. Apakah aman untuk tanaman sensitif seperti cabai rawit?
Azoksistrobin dan difenokonazol umumnya aman untuk cabai dan tomat. Pastikan tidak menyemprot saat cuaca sangat panas.
6. Berapa lama efek protektifnya bertahan?
Untuk azoksistrobin, literatur umum mencatat proteksi 5–14 hari, tergantung curah hujan dan umur daun.
7. Apakah bisa untuk sistem irigasi tetes (drip irrigation)?
Belum ada data ilmiah resmi yang merekomendasikan penggunaan azoksistrobin/difenokonazol melalui drip.
Disarankan hanya untuk penyemprotan daun.
Kesimpulan
Fungisida Tandem 325 SC adalah pilihan yang efektif bagi petani untuk mengendalikan berbagai penyakit jamur pada padi, cabai, bawang, dan sayuran lainnya. Dengan kombinasi Azoksistrobin 200 g/L dan Difenokonazol 125 g/L, produk ini bekerja dari luar dan dalam daun, sehingga cocok untuk pencegahan dan pengendalian awal.
Kunci keberhasilannya:
- Gunakan dosis sesuai label
- Aplikasi pagi/sore
- Semprot merata bawah daun
- Lakukan rotasi fungisida
- Lakukan jar test sebelum mencampur pestisida lain
Dengan penggunaan tepat, petani bisa mendapatkan perlindungan tanaman yang lebih maksimal dan panen yang lebih mantap.

EmoticonEmoticon