Topshot 60 OD: Kenali Kandungan Butil Sihalofop 50 g/L + Penoksulam 10 g/L dan Cara Kerjanya Mengendalikan Gulma Padi

Ilustrasi herbisida Topshot 60 OD dengan kandungan butil sihalofop 50 g/L dan penoksulam 10 g/L, ditampilkan bersama gulma rumput, daun lebar, dan teki di lahan padi, dilengkapi poin cara kerja kedua bahan aktif.
Mengendalikan gulma di tanaman padi adalah salah satu kunci utama untuk mendapatkan hasil panen yang tinggi. Banyak petani mengenal herbisida, tetapi tidak semua memahami bagaimana bahan aktif di dalamnya bekerja. Salah satu produk yang banyak digunakan di Indonesia adalah Topshot 60 OD, herbisida yang bekerja pada gulma muda maupun dewasa di lahan sawah.

Artikel ini akan membantu Anda memahami apa kandungan Topshot 60 OD, cara kerjanya, waktu aplikasi yang tepat, dan tips agar hasilnya maksimal, dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh petani tradisional, petani milenial, penghobi tanaman rumah, hingga mahasiswa pertanian.


Apa Itu Topshot 60 OD?

Topshot 60 OD adalah herbisida selektif berbentuk Oil Dispersion (OD) yang dirancang untuk mengendalikan berbagai jenis gulma pada tanaman padi, baik di sawah irigasi maupun lahan tadah hujan. Istilah selektif berarti herbisida ini ditujukan untuk membunuh gulma, bukan tanaman padi.

Formulasi OD membuat herbisida lebih mudah menempel di daun gulma dan lebih cepat diserap.


Kandungan Aktif Topshot 60 OD

1. Butil Sihalofop 50 g/L

  • Termasuk golongan ACCase inhibitor, yaitu herbisida yang menyerang enzim pembentuk lemak pada gulma (acyl-CoA carboxylase).
  • Berdasarkan literatur FAO dan IRRI, ACCase inhibitor sangat efektif mengendalikan gulma rumput di tanaman padi.

2. Penoksulam 10 g/L

  • Termasuk ALS inhibitor (Acetolactate Synthase inhibitor).
  • Bahan aktif ini bekerja menghambat pembentukan asam amino penting di gulma.
  • Bersifat sistemik, sehingga dapat bergerak ke seluruh jaringan gulma setelah diserap.

Kombinasi dua bahan aktif ini membuat Topshot 60 OD mampu bekerja pada lebih banyak jenis gulma dibanding herbisida tunggal.


Gulma yang Paling Efektif Dikendalikan Topshot 60 OD

1. Gulma Rumput

Topshot efektif pada beberapa gulma rumput yang umum di padi, seperti:

  • Echinochloa crus-galli (rumput jitun / grass weeds)
  • Leptochloa chinensis

Efektivitas ini sesuai dengan karakter ACCase inhibitor yang ditujukan untuk gulma rumput.

2. Gulma Daun Lebar

Bahan aktif penoksulam (ALS inhibitor) mampu membantu menekan beberapa gulma daun lebar, misalnya:

  • Ludwigia octovalvis
  • Monochoria vaginalis

3. Gulma Teki

Gulma teki seperti:

  • Cyperus difformis
  • Fimbristylis miliacea

Penoksulam memiliki efek menekan pertumbuhan gulma teki muda.

Namun belum ada data ilmiah yang pasti bahwa Topshot 60 OD efektif pada teki dewasa, sehingga hasilnya sering bergantung pada kondisi lapangan.


Cara Kerja Topshot 60 OD

A. Cara Kerja Butil Sihalofop

  • Menghambat enzim ACCase, enzim penting untuk pembentukan membran sel gulma.
  • Menurut literatur FAO dan beberapa jurnal herbisida, apabila enzim ACCase berhenti bekerja, gulma rumput tidak bisa membentuk jaringan baru, sehingga mati perlahan.
  • Gejala biasanya muncul pada 5–10 hari setelah aplikasi.

B. Cara Kerja Penoksulam

  • Menghambat enzim ALS, yang berfungsi membuat asam amino esensial.
  • Gulma tidak bisa tumbuh, kemudian layu dan mati.
  • Penoksulam bersifat sistemik, sehingga efeknya menyebar di seluruh bagian gulma.

C. Keunggulan Kombinasi Dua Bahan Aktif

  • Menyerang gulma dari dua jalur berbeda.
  • Memperluas spektrum gulma yang bisa dikendalikan.
  • Mengurangi risiko resistensi gulma (disebutkan dalam literatur ALS & ACCase inhibitor oleh IRRI).


Waktu Terbaik Menggunakan Topshot 60 OD

Sumber dari IRRI dan pedoman Kementan RI menyebutkan bahwa herbisida selektif paling efektif diaplikasikan pada gulma fase muda.

  • Gunakan Topshot pada umur padi 7–20 HST.
  • Gunakan saat gulma:
    • Rumput: 2–4 daun
    • Teki: fase anakan awal
    • Daun lebar: daun muda (tidak lebih dari 4–6 daun)


Cara Aplikasi Topshot 60 OD

1. Persiapan Lahan dan Air

  • Ketinggian air maksimal 1–2 cm, agar herbisida mengenai daun gulma secara langsung.
  • Jika air terlalu tinggi, bahan aktif bisa terbawa arus.

2. Teknik Penyemprotan

  • Gunakan nozzle tipe kipas (flat fan) agar sebaran merata.
  • Kocok tangki agar formulasi OD tercampur rata.
  • Pastikan gulma dalam kondisi segar (tidak terendam air atau terlalu kering).

3. Dosis & Interval

Karena tidak ada data ilmiah tunggal yang pasti dari semua produk, maka:

Belum ada data ilmiah yang pasti yang berlaku universal mengenai dosis spesifik Topshot 60 OD.

Setiap produk biasanya mencantumkan dosis pada label resmi.

Namun berdasarkan praktik lapangan petani padi di Indonesia:

  • Dosis umum berkisar sekitar 100–150 ml/ha.
  • Interval aplikasi mengikuti kondisi gulma, bukan jadwal tetap.

Gunakan label resmi pada kemasan sebagai acuan utama.


Herbisida yang Bisa Dicampur dengan Topshot 60 OD

Hingga saat ini, belum ada data ilmiah yang pasti mengenai campuran resmi Topshot 60 OD dengan herbisida lain.

Namun berdasarkan pengalaman petani dan penyuluh:

  • Topshot sering dicampur dengan bispyribac-sodium atau pretilachlor.
  • Campurkan hanya jika:
    • Air bersih
    • pH air antara 5–7
    • Tidak ada endapan setelah larutan dicampur

Selalu lakukan uji kecompatibility (tes campur di gelas kecil).


Keamanan bagi Tanaman Padi

Literatur ALS & ACCase inhibitor menyebutkan bahwa:

  • Padi memiliki toleransi terhadap kedua golongan ini.
  • Selektivitas terjadi karena enzim ACCase pada padi berbeda dengan yang dimiliki gulma.

Namun:

  • Pastikan padi tidak stres (kekeringan, terendam, atau kekurangan hara).
  • Jangan semprot pada padi <5 HST atau saat padi baru muncul.


Kesalahan Umum Saat Menggunakan Topshot 60 OD

  • Menyemprot saat gulma sudah besar.
  • Air sawah terlalu tinggi.
  • Menambah dosis seenaknya.
  • Tidak mengocok tangki saat penyemprotan.
  • Mencampur dengan pupuk daun atau pestisida yang tidak kompatibel.


Tips Agar Pengendalian Gulma Lebih Maksimal

  • Semprot pagi hari saat gulma masih segar.
  • Gunakan air bersih, hindari air yang keruh lumpur.
  • Periksa nozzle, jangan sampai mampet.
  • Lakukan rotasi bahan aktif untuk mencegah resistensi gulma.


Ringkasan Manfaat Topshot 60 OD

  • Spektrum gulma luas (rumput, daun lebar, teki muda).
  • Kombinasi dua bahan aktif: ACCase inhibitor + ALS inhibitor.
  • Formulasi OD lebih cepat menempel dan terserap.
  • Selektif untuk tanaman padi.


Kesimpulan

Topshot 60 OD merupakan herbisida selektif yang memadukan dua bahan aktif berbeda—butil sihalofop dan penoksulam—yang membuatnya efektif mengendalikan berbagai jenis gulma pada tanaman padi. Dengan memahami cara kerja, waktu aplikasi, dan teknik penyemprotan yang tepat, petani dapat mendapatkan hasil pengendalian gulma yang jauh lebih maksimal.

Aplikasikan sesuai label resmi, gunakan dosis yang tepat, dan hindari kesalahan umum agar padi tetap aman dan hasil panen meningkat.


Desember 06, 2025


EmoticonEmoticon