Pertanyaan ini wajar, karena herbisida dan pupuk sama-sama penting dalam
budidaya padi. Herbisida membantu mengendalikan gulma (rumput liar), sedangkan
pupuk berperan menyuplai nutrisi agar padi tumbuh optimal.
Namun, waktu aplikasi yang kurang tepat bisa berdampak
buruk, mulai dari stres tanaman hingga pupuk terbuang sia-sia.
Artikel ini membahas aturan, jeda waktu, serta tips aman berdasarkan jurnal pertanian, FAO, IRRI,
dan pedoman Kementerian Pertanian RI dengan bahasa yang mudah
dipahami.
Memahami Cara Kerja Herbisida pada Tanaman Padi
1. Apa yang Terjadi pada Padi Setelah Disemprot Herbisida?
Herbisida bekerja dengan menekan atau mematikan gulma,
bukan tanaman padi. Namun, setelah penyemprotan, padi tetap mengalami stres ringan,
terutama pada fase awal pertumbuhan.
Secara sederhana:
- Herbisida diserap gulma lewat daun atau akar
- Gulma berhenti tumbuh dan mati
- Padi perlu waktu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan pasca semprot
Menurut IRRI (International Rice Research Institute),
pada beberapa hari awal setelah aplikasi herbisida, tanaman padi sebaiknya tidak diberi perlakuan
tambahan berat, termasuk pemupukan dosis tinggi.
2. Jenis Herbisida yang Umum Digunakan di Sawah
Beberapa jenis herbisida yang umum di budidaya padi:
- Herbisida pra-tumbuh (sebelum gulma tumbuh)
- Herbisida purna-tumbuh (setelah gulma muncul)
- Herbisida kontak (bekerja di bagian yang terkena semprot)
- Herbisida sistemik (diserap dan menyebar ke seluruh jaringan gulma)
Balitbangtan dan FAO menjelaskan bahwa herbisida sistemik umumnya
membutuhkan waktu kerja lebih lama, sehingga jeda sebelum
pemupukan perlu diperhatikan.
Bolehkah Padi Dipupuk Setelah Disemprot Herbisida?
1. Jawaban Singkat untuk Petani
Boleh, tetapi tidak dianjurkan langsung.
Padi sebaiknya diberi jeda waktu setelah
penyemprotan herbisida sebelum dilakukan pemupukan.
2. Alasan Pupuk Tidak Dianjurkan Langsung
Beberapa alasan utama:
- Tanaman padi masih dalam kondisi stres ringan
- Akar belum optimal menyerap nutrisi
- Pupuk, terutama nitrogen (urea), bisa tidak terserap maksimal
- Risiko pupuk hanyut atau menguap lebih besar
Menurut buku agronomi padi IPB dan UGM,
pemupukan yang terlalu cepat setelah herbisida sering tidak efisien dan tidak
meningkatkan hasil.
Jeda Waktu Aman Pemupukan Setelah Herbisida
1. Jeda Waktu Ideal
Berdasarkan praktik lapangan dan pedoman Balitbangtan:
- Jeda aman: 5–7 hari setelah penyemprotan herbisida
- Pada herbisida sistemik tertentu: bisa sampai 7–10 hari
Belum ada data ilmiah yang
menetapkan angka tunggal untuk semua kondisi, namun rentang
waktu ini umum digunakan di sawah Indonesia dan direkomendasikan dalam
pelatihan penyuluhan pertanian.
2. Faktor yang Mempengaruhi Lama Jeda
Beberapa faktor penting:
- Jenis herbisida
- Umur padi (fase vegetatif awal lebih sensitif)
- Kondisi air sawah
- Cuaca (hujan atau panas ekstrem)
- Jenis pupuk yang akan digunakan
Jenis Pupuk yang Aman Digunakan Setelah Herbisida
1. Pupuk yang Relatif Aman
Setelah jeda waktu terpenuhi:
- Pupuk dasar NPK
- Pupuk fosfat (TSP/SP-36)
- Pupuk kalium (KCl)
FAO dan IRRI menyebutkan bahwa pupuk fosfor dan kalium
relatif tidak memperparah stres
tanaman bila diaplikasikan pada waktu yang tepat.
2. Pupuk yang Perlu Hati-Hati
- Urea (nitrogen tinggi)
- Pupuk daun konsentrasi tinggi
Nitrogen dapat merangsang pertumbuhan cepat, sehingga jika
padi belum pulih, tanaman bisa kuning, layu, atau tumbuh tidak seimbang.
Risiko Jika Padi Langsung Dipupuk Setelah Herbisida
1. Dampak pada Tanaman
- Daun menguning sementara
- Pertumbuhan terhambat
- Akar kurang berkembang
- Tanaman tampak “kaget”
2. Dampak pada Efektivitas Pupuk
- Nutrisi tidak terserap optimal
- Pupuk hanyut bersama air
- Efisiensi pupuk menurun
- Biaya produksi meningkat
Balitbangtan mencatat bahwa efisiensi pupuk nitrogen sangat bergantung pada
kondisi tanaman dan waktu aplikasi.
Tanda-Tanda Padi Siap Dipupuk Setelah Herbisida
Padi bisa dipupuk jika:
- Warna daun kembali hijau normal
- Tidak ada gejala layu
- Pertumbuhan daun baru terlihat
- Akar mulai aktif (tanaman tampak segar)
Tips Aman Memupuk Padi Setelah Penyemprotan Herbisida
- Tunggu minimal 5–7 hari
- Pastikan gulma sudah mati atau melemah
- Atur tinggi air sawah dengan baik
- Gunakan dosis pupuk sesuai rekomendasi
- Hindari pemupukan saat hujan deras
Kesalahan Umum Petani di Lapangan
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Pupuk ditebar 1–2 hari setelah herbisida
- Dosis urea terlalu tinggi
- Menggabungkan semprot herbisida dan pupuk daun
- Tidak memperhatikan kondisi tanaman
FAQ – Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Petani
1. Berapa hari setelah herbisida padi boleh dipupuk?
Umumnya 5–7 hari, tergantung jenis
herbisida dan kondisi tanaman.
2. Apakah pupuk urea aman setelah herbisida?
Aman setelah jeda waktu cukup,
jangan langsung.
3. Bolehkah pupuk daun langsung disemprot?
Tidak dianjurkan. Daun padi masih sensitif pasca herbisida.
4. Apa yang harus dilakukan jika padi terlanjur dipupuk terlalu cepat?
Atur air sawah, hindari pemupukan susulan, dan pantau
kondisi tanaman.
5. Apakah herbisida mempengaruhi penyerapan pupuk?
Ya, secara tidak langsung melalui stres tanaman pada fase awal.
Kesimpulan
Padi boleh dipupuk setelah disemprot herbisida, tetapi tidak
langsung.
Beri jeda waktu agar tanaman pulih, akar aktif, dan pupuk
terserap maksimal. Praktik ini sejalan dengan rekomendasi FAO, IRRI, Balitbangtan,
serta pengalaman lapangan petani Indonesia.
Intinya:
sabar beberapa hari, hasil panen bisa jauh lebih baik.

EmoticonEmoticon