Bolehkah Padi Dipupuk Setelah Disemprot Herbisida? Ini Aturannya!

Ilustrasi petani menyemprot herbisida di sawah padi dan petani lain membawa pupuk, menjelaskan risiko pemupukan langsung setelah herbisida, jeda waktu aman 5–7 hari, serta jenis pupuk yang aman digunakan pada tanaman padi
Di lapangan, banyak petani bertanya: bolehkah padi langsung dipupuk setelah disemprot herbisida?

Pertanyaan ini wajar, karena herbisida dan pupuk sama-sama penting dalam budidaya padi. Herbisida membantu mengendalikan gulma (rumput liar), sedangkan pupuk berperan menyuplai nutrisi agar padi tumbuh optimal.

Namun, waktu aplikasi yang kurang tepat bisa berdampak buruk, mulai dari stres tanaman hingga pupuk terbuang sia-sia. Artikel ini membahas aturan, jeda waktu, serta tips aman berdasarkan jurnal pertanian, FAO, IRRI, dan pedoman Kementerian Pertanian RI dengan bahasa yang mudah dipahami.

 

Memahami Cara Kerja Herbisida pada Tanaman Padi

1. Apa yang Terjadi pada Padi Setelah Disemprot Herbisida?

Herbisida bekerja dengan menekan atau mematikan gulma, bukan tanaman padi. Namun, setelah penyemprotan, padi tetap mengalami stres ringan, terutama pada fase awal pertumbuhan.

Secara sederhana:

  • Herbisida diserap gulma lewat daun atau akar
  • Gulma berhenti tumbuh dan mati
  • Padi perlu waktu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan pasca semprot

Menurut IRRI (International Rice Research Institute), pada beberapa hari awal setelah aplikasi herbisida, tanaman padi sebaiknya tidak diberi perlakuan tambahan berat, termasuk pemupukan dosis tinggi.

2. Jenis Herbisida yang Umum Digunakan di Sawah

Beberapa jenis herbisida yang umum di budidaya padi:

  • Herbisida pra-tumbuh (sebelum gulma tumbuh)
  • Herbisida purna-tumbuh (setelah gulma muncul)
  • Herbisida kontak (bekerja di bagian yang terkena semprot)
  • Herbisida sistemik (diserap dan menyebar ke seluruh jaringan gulma)

Balitbangtan dan FAO menjelaskan bahwa herbisida sistemik umumnya membutuhkan waktu kerja lebih lama, sehingga jeda sebelum pemupukan perlu diperhatikan.

 

Bolehkah Padi Dipupuk Setelah Disemprot Herbisida?

1. Jawaban Singkat untuk Petani

Boleh, tetapi tidak dianjurkan langsung.

Padi sebaiknya diberi jeda waktu setelah penyemprotan herbisida sebelum dilakukan pemupukan.

2. Alasan Pupuk Tidak Dianjurkan Langsung

Beberapa alasan utama:

  • Tanaman padi masih dalam kondisi stres ringan
  • Akar belum optimal menyerap nutrisi
  • Pupuk, terutama nitrogen (urea), bisa tidak terserap maksimal
  • Risiko pupuk hanyut atau menguap lebih besar

Menurut buku agronomi padi IPB dan UGM, pemupukan yang terlalu cepat setelah herbisida sering tidak efisien dan tidak meningkatkan hasil.

 

Jeda Waktu Aman Pemupukan Setelah Herbisida

1. Jeda Waktu Ideal

Berdasarkan praktik lapangan dan pedoman Balitbangtan:

  • Jeda aman: 5–7 hari setelah penyemprotan herbisida
  • Pada herbisida sistemik tertentu: bisa sampai 7–10 hari

Belum ada data ilmiah yang menetapkan angka tunggal untuk semua kondisi, namun rentang waktu ini umum digunakan di sawah Indonesia dan direkomendasikan dalam pelatihan penyuluhan pertanian.

2. Faktor yang Mempengaruhi Lama Jeda

Beberapa faktor penting:

  • Jenis herbisida
  • Umur padi (fase vegetatif awal lebih sensitif)
  • Kondisi air sawah
  • Cuaca (hujan atau panas ekstrem)
  • Jenis pupuk yang akan digunakan

 

Jenis Pupuk yang Aman Digunakan Setelah Herbisida

1. Pupuk yang Relatif Aman

Setelah jeda waktu terpenuhi:

  • Pupuk dasar NPK
  • Pupuk fosfat (TSP/SP-36)
  • Pupuk kalium (KCl)

FAO dan IRRI menyebutkan bahwa pupuk fosfor dan kalium relatif tidak memperparah stres tanaman bila diaplikasikan pada waktu yang tepat.

2. Pupuk yang Perlu Hati-Hati

  • Urea (nitrogen tinggi)
  • Pupuk daun konsentrasi tinggi

Nitrogen dapat merangsang pertumbuhan cepat, sehingga jika padi belum pulih, tanaman bisa kuning, layu, atau tumbuh tidak seimbang.

 

Risiko Jika Padi Langsung Dipupuk Setelah Herbisida

1. Dampak pada Tanaman

  • Daun menguning sementara
  • Pertumbuhan terhambat
  • Akar kurang berkembang
  • Tanaman tampak “kaget”

2. Dampak pada Efektivitas Pupuk

  • Nutrisi tidak terserap optimal
  • Pupuk hanyut bersama air
  • Efisiensi pupuk menurun
  • Biaya produksi meningkat

Balitbangtan mencatat bahwa efisiensi pupuk nitrogen sangat bergantung pada kondisi tanaman dan waktu aplikasi.

 

Tanda-Tanda Padi Siap Dipupuk Setelah Herbisida

Padi bisa dipupuk jika:

  • Warna daun kembali hijau normal
  • Tidak ada gejala layu
  • Pertumbuhan daun baru terlihat
  • Akar mulai aktif (tanaman tampak segar)

 

Tips Aman Memupuk Padi Setelah Penyemprotan Herbisida

  • Tunggu minimal 5–7 hari
  • Pastikan gulma sudah mati atau melemah
  • Atur tinggi air sawah dengan baik
  • Gunakan dosis pupuk sesuai rekomendasi
  • Hindari pemupukan saat hujan deras

 

Kesalahan Umum Petani di Lapangan

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

  • Pupuk ditebar 1–2 hari setelah herbisida
  • Dosis urea terlalu tinggi
  • Menggabungkan semprot herbisida dan pupuk daun
  • Tidak memperhatikan kondisi tanaman

 

FAQ – Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Petani

1. Berapa hari setelah herbisida padi boleh dipupuk?

Umumnya 5–7 hari, tergantung jenis herbisida dan kondisi tanaman.

2. Apakah pupuk urea aman setelah herbisida?

Aman setelah jeda waktu cukup, jangan langsung.

3. Bolehkah pupuk daun langsung disemprot?

Tidak dianjurkan. Daun padi masih sensitif pasca herbisida.

4. Apa yang harus dilakukan jika padi terlanjur dipupuk terlalu cepat?

Atur air sawah, hindari pemupukan susulan, dan pantau kondisi tanaman.

5. Apakah herbisida mempengaruhi penyerapan pupuk?

Ya, secara tidak langsung melalui stres tanaman pada fase awal.

 

Kesimpulan

Padi boleh dipupuk setelah disemprot herbisida, tetapi tidak langsung.

Beri jeda waktu agar tanaman pulih, akar aktif, dan pupuk terserap maksimal. Praktik ini sejalan dengan rekomendasi FAO, IRRI, Balitbangtan, serta pengalaman lapangan petani Indonesia.

Intinya: sabar beberapa hari, hasil panen bisa jauh lebih baik.

Januari 21, 2026


EmoticonEmoticon