Salah satu fungisida yang cukup dikenal petani adalah fungisida Nativo,
yang mengandung dua bahan aktif berbeda: Tebuconazole 50% dan Trifloxystrobin 25%.
Kombinasi ini dirancang untuk bekerja ganda, baik mencegah maupun mengobati
penyakit jamur.
Artikel ini akan membahas cara kerja fungisida Nativo secara sederhana,
agar mudah dipahami oleh petani tradisional, petani milenial, penghobi tanaman
rumah, ibu rumah tangga, hingga mahasiswa pertanian.
Apa Itu Fungisida Nativo?
1. Pengertian Fungisida Nativo
Fungisida Nativo
adalah fungisida sistemik dengan dua bahan aktif berbeda golongan, yang
digunakan untuk mengendalikan berbagai penyakit jamur pada tanaman pangan,
hortikultura, dan perkebunan.
Disebut sistemik karena sebagian bahan aktifnya bisa diserap
tanaman dan bekerja dari dalam jaringan tanaman, tidak hanya di permukaan daun.
2. Kandungan Aktif Nativo
Fungisida Nativo mengandung:
- Tebuconazole 50%
- Trifloxystrobin 25%
Kombinasi ini menggabungkan dua cara kerja yang berbeda,
sehingga pengendalian penyakit menjadi lebih efektif dan risiko resistensi
jamur bisa ditekan.
Mengenal Tebuconazole 50%
1. Golongan dan Sifat
Tebuconazole termasuk dalam golongan triazole, yaitu
fungisida sistemik yang banyak digunakan di pertanian modern.
Sifat utama Tebuconazole:
- Sistemik (diserap tanaman)
- Bersifat kuratif (mengobati infeksi yang sudah terjadi)
- Bekerja di dalam jaringan tanaman
2. Cara Kerja Tebuconazole
Secara sederhana, Tebuconazole menghambat pembentukan dinding sel
jamur. Jamur membutuhkan dinding sel yang kuat agar bisa tumbuh
dan menyebar.
Jika proses ini terganggu:
- Pertumbuhan jamur terhenti
- Infeksi tidak berkembang
- Penyakit bisa ditekan dari dalam tanaman
Mekanisme ini telah banyak dijelaskan dalam jurnal pertanian
internasional dan buku patologi tanaman di universitas seperti IPB dan UGM.
3. Fungsi Tebuconazole di Lapangan
Di lapangan, Tebuconazole berfungsi untuk:
- Menghentikan perkembangan jamur yang sudah menginfeksi
- Melindungi jaringan tanaman baru
- Mengurangi keparahan penyakit jamur
Mengenal Trifloxystrobin 25%
1. Golongan dan Sifat
Trifloxystrobin termasuk golongan strobilurin, fungisida
modern yang bekerja di permukaan dan jaringan luar tanaman.
Sifat utamanya:
- Bersifat protektif (pencegahan)
- Membentuk lapisan pelindung di daun
- Efektif mencegah spora jamur berkecambah
2. Cara Kerja Trifloxystrobin
Trifloxystrobin bekerja dengan menghambat proses pernapasan jamur.
Tanpa energi, jamur tidak bisa tumbuh dan berkembang.
Dengan kata lain:
- Spora jamur gagal tumbuh
- Infeksi baru bisa dicegah
- Penyakit tidak menyebar ke bagian tanaman lain
Cara kerja ini banyak dijelaskan dalam jurnal internasional
dan panduan FAO mengenai fungisida golongan strobilurin.
3. Fungsi Trifloxystrobin di Lapangan
Di lapangan, Trifloxystrobin berfungsi:
- Melindungi daun dari serangan jamur baru
- Menjaga kesehatan daun lebih lama
- Membantu fotosintesis tetap optimal
Cara Kerja Kombinasi Fungisida Nativo
1. Kerja Ganda: Protektif dan Kuratif
Keunggulan utama fungisida Nativo adalah kerja ganda:
- Trifloxystrobin → mencegah serangan jamur
- Tebuconazole → mengobati infeksi jamur yang sudah ada
Kombinasi ini membuat tanaman terlindungi dari luar dan
dalam.
2. Efek Sinergis
Efek sinergis berarti:
- Dua bahan aktif bekerja saling melengkapi
- Efektivitas pengendalian meningkat
- Risiko jamur kebal (resisten) bisa dikurangi
Pendekatan ini sejalan dengan rekomendasi pengelolaan
resistensi fungisida yang dianjurkan oleh FAO dan lembaga penelitian pertanian.
Penyakit Jamur Sasaran Fungisida Nativo
1. Tanaman Padi
Pada padi, Nativo sering digunakan untuk membantu
mengendalikan:
- Penyakit blas
- Penyakit bercak daun
- Penyakit pelepah daun
IRRI menyebutkan bahwa pengendalian penyakit padi perlu
pendekatan terpadu, termasuk penggunaan fungisida yang tepat.
2. Tanaman Hortikultura
Pada tanaman sayur dan buah:
- Bercak daun
- Antraknosa
- Busuk batang cabai
- Penyakit jamur pada tomat dan mentimun
3. Tanaman Perkebunan
Pada tanaman perkebunan, fungisida ini digunakan untuk membantu menekan:
- Penyakit daun
- Penyakit bercak jamur
- Infeksi jamur pada fase vegetatif
Manfaat Menggunakan Fungisida Nativo
Beberapa manfaat utama:
- Perlindungan menyeluruh dari jamur
- Mengurangi kehilangan hasil panen
- Daun lebih sehat dan hijau
- Umur produktif tanaman lebih panjang
Dosis dan Cara Aplikasi yang Dianjurkan
1. Dosis Umum
Dosis harus mengikuti label resmi produk
dan rekomendasi Kementerian Pertanian RI.
Belum ada satu dosis tunggal yang berlaku untuk semua
tanaman.
2. Waktu Aplikasi Terbaik
- Saat gejala awal penyakit muncul
- Atau sebagai pencegahan saat kondisi lembap
- Pagi atau sore hari agar penyemprotan optimal
3. Teknik Penyemprotan
- Semprot merata ke daun
- Gunakan air bersih
- Hindari penyemprotan saat hujan atau angin kencang
Bolehkah Fungisida Nativo Dicampur dengan Pestisida Lain?
1. Campuran yang Umumnya Aman
- Insektisida tertentu yang kompatibel
- Pupuk daun tertentu
2. Campuran yang Perlu Dihindari
- Pestisida bersifat sangat asam atau basa
- Campuran tanpa uji sebelumnya
3. Uji Campur (Jar Test)
Sebelum mencampur:
- Campur dalam botol kecil
- Lihat apakah terjadi penggumpalan
- Jika menggumpal, jangan digunakan
Keunggulan dan Keterbatasan Fungisida Nativo
1. Keunggulan
- Dua cara kerja berbeda
- Efektif mencegah dan mengobati
- Risiko resistensi lebih rendah
2. Keterbatasan
- Harga relatif lebih tinggi
- Tetap perlu rotasi fungisida
- Tidak boleh digunakan berlebihan
Aturan Aman dan Keselamatan Kerja
1. Keamanan bagi Petani
- Gunakan APD (masker, sarung tangan)
- Jangan merokok saat menyemprot
2. Interval Panen (PHI)
PHI harus mengikuti:
- Petunjuk label produk
- Rekomendasi resmi Kementan
3. Dampak Lingkungan
Jika digunakan sesuai aturan:
- Risiko terhadap lingkungan bisa ditekan
- Jangan buang sisa larutan ke sungai
Kesalahan Umum Petani Saat Menggunakan Nativo
- Dosis terlalu tinggi
- Penyemprotan terlalu sering
- Tidak melakukan rotasi fungisida
- Mencampur tanpa uji campur
FAQ – Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Petani
1. Apakah Nativo bisa menyembuhkan total penyakit jamur?
Belum ada fungisida yang menjamin 100% sembuh. Pengendalian
harus terpadu.
2. Apakah bisa digunakan terus-menerus?
Tidak dianjurkan. Rotasi fungisida tetap perlu.
Kesimpulan
Fungisida Nativo dengan
Tebuconazole 50% dan Trifloxystrobin 25% bekerja dengan sistem ganda,
yaitu mencegah dan mengobati penyakit jamur sekaligus. Jika digunakan sesuai
aturan, fungisida ini dapat membantu petani menjaga kesehatan tanaman dan hasil
panen.
Tips praktis:
gunakan sejak gejala awal, ikuti dosis label, dan kombinasikan dengan praktik
budidaya yang baik.

EmoticonEmoticon