Dalam artikel ini, kita akan membahas penyebab, gejala, cara
mengatasi, serta langkah pencegahan yang berdasarkan referensi dari FAO, Kementerian Pertanian RI,
dan berbagai penelitian perguruan tinggi
pertanian di Indonesia. Bahasa dibuat sederhana supaya mudah
dipahami siapapun: petani tradisional, petani milenial, penghobi tanaman,
hingga mahasiswa pertanian.
Apa Itu Penyakit Busuk Batang pada Jagung?
Busuk batang (stalk rot) adalah penyakit pada tanaman jagung
yang umumnya disebabkan oleh jamur seperti Fusarium spp., Diplodia spp.,
atau Pythium spp.
Menurut FAO dan beberapa penelitian universitas pertanian
Indonesia, penyakit ini berkembang cepat saat kondisi lingkungan lembap dan
drainase buruk.
Busuk batang membuat jaringan dalam batang hancur, sehingga
aliran nutrisi terganggu dan tanaman menjadi mudah roboh.
Penyebab Utama Busuk Batang pada Jagung
1. Kondisi Tanah Terlalu Basah atau Tergenang
Berdasarkan hasil penelitian Balitbangtan, jamur penyebab
busuk batang berkembang cepat di tanah dengan kelembapan tinggi dan oksigen
rendah.
2. Drainase Buruk
Di lahan berat seperti tanah liat, air mudah menggenang
sehingga akar mudah busuk.
3. Serangan Hama yang Membuat Luka
Contohnya: penggerek batang (Ostrinia furnacalis). Luka pada
batang menjadi “pintu masuk” jamur patogen.
4. Kekurangan Kalsium dan Silika
Kalsium membantu memperkuat dinding sel tanaman. Silika
membuat batang lebih kokoh.
5. Penanaman Terlalu Rapat
Jarak tanaman yang terlalu dekat membuat kelembapan
meningkat sehingga jamur lebih mudah berkembang.
Ciri-Ciri Busuk Batang pada Jagung
A. Gejala Pada Batang
- Batang berwarna cokelat gelap atau kehitaman
- Jaringan dalam batang menjadi lembek
- Batang mudah ditekan dan “mleyot”
- Jika dibelah, terlihat serat batang mengering atau membusuk
B. Gejala Pada Daun
- Daun bagian atas menguning meski pupuk cukup
- Daun layu saat siang, segar saat pagi—tanda aliran nutrisi terhambat
C. Gejala Pada Tanaman Secara Keseluruhan
- Pertumbuhan terhambat
- Tanaman mudah roboh (lodging)
- Tongkol kecil atau tidak terbentuk
Menurut penelitian IPB dan Universitas Brawijaya, gejala
busuk batang biasanya mulai terlihat 10–20 hari sebelum tanaman memasuki fase
pembentukan tongkol.
Cara Mengatasi Busuk Batang pada Jagung Secara Alami
1. Perbaiki Drainase Tanah
Langkah pertama yang paling penting:
- Buat parit antar bedengan
- Kurangi penyiraman di lahan tadah hujan
- Tambahkan bahan organik untuk memperbaiki porositas tanah
FAO menyebutkan bahwa perbaikan drainase dapat mengurangi
potensi penyakit tular tanah hingga 40–60%.
2. Gunakan Trichoderma
Trichoderma
adalah jamur baik (agens hayati) yang mampu menghambat jamur patogen penyebab
busuk batang.
Penelitian Balitbangtan: Trichoderma harzianum dapat menekan
Fusarium hingga 50–70% pada
kondisi lapangan.
Cara penggunaan sederhana:
- Campurkan Trichoderma ke pupuk kandang matang
- Taburkan 10–20 g per lubang tanam
- Ulangi aplikasi 20–25 HST
3. Pangkas Daun Terlalu Rapat di Bagian Bawah
Daun bagian bawah yang terlalu lebat meningkatkan kelembapan
dan mengurangi aliran udara.
Pemangkasan ringan dapat membantu mengeringkan area batang
dan menghambat jamur.
4. Aplikasikan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria)
PGPR seperti Pseudomonas fluorescens dapat:
- Menekan perkembangan jamur tular tanah
- Memperkuat akar
- Meningkatkan daya tahan tanaman
Penelitian UGM menunjukkan PGPR dapat meningkatkan ketahanan
tanaman jagung terhadap penyakit layu dan busuk akar.
5. Gunakan Larutan Bawang Putih atau Jahe
Catatan penting:
Belum ada data ilmiah baku mengenai efektivitas larutan ini
pada busuk batang jagung.
Namun berdasarkan pengalaman lapangan petani dan kelompok
tani binaan Kementan:
- Bawang putih mengandung allicin (antimikroba alami)
- Jahe mengandung gingerol (antijamur alami)
Cara sederhana:
- 200 g bawang putih/jahe ditumbuk
- Rendam di 1 liter air semalaman
- Saring dan semprotkan pada pangkal batang
6. Berikan Kalsium dan Silika Alami
Sumber alami:
- Abu sekam (mengandung silika tinggi)
- Tepung dolomit (kalsium + magnesium)
Silika membuat batang lebih kokoh sehingga tidak mudah roboh
atau busuk.
7. Buang Tanaman yang Sudah Parah
Tanaman yang sudah membusuk sebaiknya dicabut dan dibuang
jauh dari lahan.
Tujuannya supaya jamur tidak menyebar lewat tanah atau
percikan air hujan.
Cara Mencegah Busuk Batang pada Jagung Agar Tidak Kembali
1. Rotasi Tanaman
Paling disarankan oleh FAO untuk mengurangi patogen tular
tanah.
Rotasi ideal: jagung → kacang-kacangan.
2. Gunakan Benih Sehat dan Tahan Penyakit
Benih bersertifikat biasanya sudah melalui proses seleksi
dan perlakuan fungisida.
3. Jarak Tanam Ideal
Rekomendasi Balitbangtan:
- 70 × 20 cm
- Atau 75 × 25 cm (lahan subur)
Jarak yang terlalu rapat membuat batang lembap.
4. Perbaikan Struktur Tanah
Tambahkan:
- Kompos
- Pupuk kandang matang
- Biochar (jika tersedia)
Struktur tanah yang gembur mengurangi peluang batang busuk.
5. Pengendalian Hama Penggerek Sejak Dini
Karena luka pada batang jadi pintu masuk jamur.
Bisa menggunakan:
- Agen hayati
- Feromon
- Pengamatan rutin 10 hari sekali
6. Pemupukan Seimbang
Busuk batang lebih sering muncul pada tanaman yang:
- Kekurangan K (kalium)
- Kekurangan Ca (kalsium)
- Kelebihan N (nitrogen)
Rekomendasi Balitbangtan → pemupukan berimbang NPK untuk
memaksimalkan kekuatan jaringan batang.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Petani
- Terlalu banyak pupuk nitrogen
- Menanam terlalu rapat
- Jarang membuat parit drainase
- Menggunakan pupuk kandang mentah
- Tidak mengendalikan hama penggerek sejak awal
Kapan Harus Bertindak Cepat?
Segera lakukan tindakan jika menemukan:
- Batang mulai terasa lembek
- Daun bagian atas menguning meski pupuk cukup
- Tanaman roboh meski angin tidak kencang
Semakin cepat ditangani, peluang penyelamatan hasil panen
semakin besar.
Ringkasan Solusi Alami yang Paling Efektif
- Perbaiki drainase
- Trichoderma
- PGPR
- Pembersihan daun bawah
- Tambah kalsium & silika
- Rotasi tanaman
- Jarak tanam ideal
Kesimpulan
Busuk batang pada jagung memang membuat banyak petani
khawatir. Namun dengan langkah alami seperti perbaikan drainase, penggunaan Trichoderma,
PGPR, pemangkasan daun bawah, dan rotasi tanaman—penyakit ini bisa dikendalikan
dengan baik. Kunci utamanya adalah cepat mendeteksi, tidak menunda tindakan,
dan menerapkan pencegahan sejak
awal.

EmoticonEmoticon