Masalahnya, ciri-ciri sundep sering mirip dengan penyakit
lain atau kekurangan hara. Kalau salah diagnosis, penanganannya juga bisa
keliru. Artikel ini akan membahas ciri-ciri padi terkena sundep,
penyebabnya, cara membedakannya dari gangguan lain, serta langkah pengendalian
dan pencegahannya dengan bahasa yang mudah dipahami.
Apa Itu Sundep pada Tanaman Padi?
Sundep adalah
kondisi tanaman padi yang mengalami kerusakan pada fase vegetatif (awal
pertumbuhan), akibat serangan hama penggerek batang padi.
Hama ini menyerang bagian dalam batang sehingga aliran air dan nutrisi
terganggu.
Secara sederhana:
Sundep = anakan padi mati karena bagian dalam batangnya
dirusak hama.
Menurut IRRI (International Rice Research Institute) dan
Balitbangtan Kementerian Pertanian RI, sundep biasanya muncul pada umur padi kurang dari 40 hari setelah
tanam (HST).
Ciri-Ciri Padi Terkena Sundep
1. Ciri-Ciri Padi Terkena Sundep
Beberapa tanda yang paling sering ditemukan di lapangan:
- Daun tengah menguning lalu mengering
- Anakan mudah dicabut dari tanah
- Pangkal batang tampak kosong atau berlubang
- Tanaman tampak layu meski air cukup
- Pertumbuhan padi terhambat dan tidak seragam
Jika batang dibelah, biasanya terlihat:
- Bagian dalam batang rusak
- Kadang ada larva (ulat kecil) di dalamnya
Ciri-ciri ini konsisten dengan laporan penelitian IRRI dan
buku perlindungan tanaman padi dari IPB dan UGM.
2. Gejala Awal Sundep
Gejala awal sering tidak disadari petani, antara lain:
- Daun muda tampak pucat
- Pertumbuhan anakan melambat
- Beberapa rumpun terlihat kerdil di antara tanaman sehat
Catatan penting:
Belum ada data ilmiah yang pasti mengenai jumlah daun yang
berubah warna pada fase awal, namun berdasarkan pengamatan lapangan di sentra
padi Indonesia, gejala sering muncul secara tidak merata.
Penyebab Terjadinya Sundep
1. Hama Penggerek Batang Padi
Penyebab utama sundep adalah hama penggerek batang padi
(Scirpophaga spp., Chilo spp.).
Siklus singkatnya:
- Ngengat bertelur di daun
- Telur menetas jadi larva
- Larva masuk ke batang dan memakan jaringan dalam
Inilah yang menyebabkan batang “kosong” dan anakan mati.
2. Faktor Pendukung Serangan
Menurut FAO dan Balitbangtan, serangan sundep makin parah
jika:
- Pemupukan nitrogen (urea) berlebihan
- Tanaman terlalu rapat
- Sawah jarang dipantau
- Musim hujan berkepanjangan
- Tanam tidak serempak
Faktor-faktor ini tidak menyebabkan sundep secara langsung,
tetapi memperbesar risiko serangan hama.
Cara Membedakan Sundep dengan Penyakit dan Gangguan Lain
1. Sundep vs Penyakit Hawar Daun
Hawar daun:
- Daun menguning dari ujung atau tepi
- Tidak ada lubang di batang
- Anakan sulit dicabut
Sundep:
- Daun tengah mati
- Batang berlubang
- Anakan mudah dicabut
2. Sundep vs Kekurangan Hara
Kekurangan hara (N, K):
- Gejala muncul merata
- Tidak ada larva di batang
- Batang tetap padat
Sundep:
- Gejala tidak merata
- Batang rusak dari dalam
3. Sundep vs Busuk Pangkal Batang
Busuk pangkal batang (penyakit):
- Pangkal batang berbau
- Ada jamur atau lendir
- Lebih sering muncul di lahan becek
Sundep:
- Tidak berbau
- Kerusakan kering
- Ada bekas gigitan larva
Dampak Sundep Jika Tidak Dikendalikan
Jika sundep dibiarkan:
- Jumlah anakan produktif berkurang
- Pertumbuhan tidak seragam
- Potensi hasil turun 10–30%
Menurut laporan IRRI, pada serangan berat dan berulang,
kehilangan hasil bisa lebih tinggi, terutama di sawah tanpa pengendalian hama
terpadu.
Cara Mengatasi Sundep pada Tanaman Padi
1. Pengendalian Mekanis
Langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Cabut dan musnahkan tanaman sundep
- Potong dan buang daun yang ada telur
- Kurangi pemupukan urea berlebih
Cara ini dianjurkan oleh Balitbangtan untuk serangan ringan.
2. Pengendalian Kimia
Jika serangan sudah meluas:
- Gunakan insektisida sesuai rekomendasi
- Aplikasi saat larva masih muda
- Ikuti dosis dan waktu semprot
Penting:
Selalu baca label dan ikuti anjuran Kementerian Pertanian
RI. Jangan mencampur pestisida tanpa informasi yang jelas.
Cara Mencegah Serangan Sundep Sejak Awal
1. Pencegahan Budidaya
Langkah pencegahan efektif:
- Tanam serempak
- Jarak tanam tidak terlalu rapat
- Pemupukan berimbang (tidak hanya urea)
- Gunakan varietas tahan jika tersedia
2. Monitoring dan Pengamatan
Menurut FAO dan IRRI:
- Lakukan pengamatan rutin sejak 7 HST
- Periksa daun dan pangkal batang
- Pasang lampu perangkap ngengat jika memungkinkan
Monitoring rutin sering lebih efektif daripada penyemprotan
berulang.
Kesalahan Umum Petani dalam Menangani Sundep
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Mengira sundep sebagai kekurangan pupuk
- Terlalu cepat menyemprot tanpa memastikan penyebab
- Menggunakan dosis insektisida berlebihan
- Tidak memusnahkan tanaman yang sudah mati
FAQ – Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Petani
1. Apakah padi sundep masih bisa diselamatkan?
Anakan yang sudah mati tidak bisa pulih, tapi tanaman sehat
di sekitarnya masih bisa diselamatkan.
2. Apakah sundep selalu disebabkan hama?
Ya. Sundep secara ilmiah dikaitkan dengan hama penggerek
batang padi.
3. Kapan waktu paling rawan sundep?
Umumnya umur 10–40 HST, terutama musim hujan.
4. Apakah pemupukan mempengaruhi sundep?
Pemupukan berlebihan, khususnya nitrogen, meningkatkan
risiko serangan.
5. Bagaimana tanda sundep mulai berhenti?
Tidak ada tambahan tanaman mati dan tidak ditemukan larva
baru saat pengamatan.
Kesimpulan
Ciri-ciri padi terkena sundep
perlu dikenali sejak awal agar tidak salah penanganan. Sundep berbeda dengan
penyakit atau kekurangan hara karena disebabkan oleh hama penggerek batang yang
merusak bagian dalam tanaman.
Dengan pengamatan rutin, pemupukan berimbang, dan
pengendalian tepat, risiko sundep bisa ditekan. Seperti disampaikan peneliti
Balitbangtan dan IRRI, pencegahan dan monitoring adalah kunci utama
dalam mengelola sundep secara berkelanjutan.

EmoticonEmoticon