Apa Itu Hama Bengkelo pada Tanaman Jagung?
Di lapangan, bengkelo (atau bengkele) adalah
sebutan petani untuk ulat penggerek batang jagung.
Dalam literatur pertanian, hama ini umumnya berasal dari kelompok serangga ngengat
(Lepidoptera), seperti:
- Ostrinia furnacalis (penggerek batang jagung Asia)
- Sesamia inferens
Menurut berbagai publikasi Balitbangtan, FAO, dan buku perlindungan
tanaman universitas, larva (ulat) hama ini masuk ke batang
jagung dan memakan jaringan dari dalam.
Sederhananya:
Hama bengkele adalah ulat kecil yang bersembunyi di dalam
batang jagung dan merusaknya dari dalam, sehingga sulit terlihat dari luar.
Ciri-Ciri Tanaman Jagung Terserang Bengkelo
Beberapa gejala yang sering ditemukan di lapangan:
- Tanaman jagung tumbuh kerdil
- Daun muda layu atau menguning meski cukup pupuk
- Batang berlubang kecil (bekas masuk larva)
- Ada kotoran ulat (serbuk hitam) di sekitar batang
- Batang mudah patah saat tertiup angin
- Tongkol kecil atau tidak terbentuk sempurna
Menurut hasil pengamatan lapangan Balitbangtan, serangan
berat bisa menurunkan hasil panen jagung secara signifikan.
Waktu Paling Rawan Serangan Hama Bengkelo
Berdasarkan penelitian dan praktik lapangan di Indonesia:
- Paling rawan pada umur 2–6 minggu setelah tanam (HST)
- Tinggi risiko pada:
- Musim hujan
- Lahan dengan sisa jerami jagung
- Tanaman terlalu rapat
- Serangan awal sering tidak terlihat, karena ulat langsung masuk ke batang
Karena itu, pengendalian tidak boleh menunggu gejala parah.
Jenis Obat untuk Mengatasi Hama Bengkelo Jagung
1. Insektisida Kimia
Insektisida kimia bekerja cepat dan banyak direkomendasikan
dalam kondisi serangan berat.
a. Kontak
- Membunuh hama saat terkena langsung
- Efektif untuk larva muda
b. Lambung
- Bekerja saat ulat memakan jaringan tanaman
- Cocok diaplikasikan dini
c. Sistemik
- Diserap tanaman
- Efektif untuk hama yang bersembunyi di batang
Banyak penelitian Balitbangtan menunjukkan insektisida
sistemik lebih efektif untuk penggerek batang.
2. Insektisida Biologis
Pilihan lebih ramah lingkungan, misalnya:
- Bacillus thuringiensis (Bt)
- Jamur entomopatogen (Beauveria bassiana)
Menurut FAO, insektisida biologis efektif bila diaplikasikan
pada larva muda
dan kondisi lingkungan mendukung.
3. Obat Nabati (Alternatif Tambahan)
Digunakan sebagai pendukung, bukan pengganti utama:
- Ekstrak mimba
- Ekstrak daun sirsak
- Ekstrak tembakau
Belum ada data ilmiah yang
pasti bahwa pestisida nabati dapat mengendalikan bengkele
secara total, namun berdasarkan pengamatan lapangan, dapat membantu menekan
populasi awal.
Rekomendasi Obat Paling Ampuh Mengatasi Hama Bengkelo
Berdasarkan literatur pertanian dan rekomendasi umum
Balitbangtan:
- Klorantraniliprol
- Emamektin benzoat
- Spinetoram / Spinosad
- Fipronil (penggunaan hati-hati)
Bahan aktif ini terbukti efektif terhadap ulat penggerek
batang pada jagung dan tanaman serealia lainnya.
Cara Menggunakan Obat Hama Bengkelo Jagung yang Benar
Agar hasil maksimal:
- Semprot saat jagung umur 14–30 HST
- Fokuskan semprotan ke:
- Pangkal batang
- Ketiak daun
- Gunakan dosis sesuai label produk
- Semprot pagi atau sore
- Gunakan air bersih, aduk larutan sampai homogen
Jangan menaikkan dosis sendiri karena bisa merusak tanaman.
Kesalahan Umum Petani Saat Mengendalikan Hama Bengkelo
Kesalahan yang sering terjadi:
- Terlambat menyemprot
- Menggunakan obat yang tidak tepat sasaran
- Mencampur pestisida tanpa panduan
- Penyemprotan tidak merata
- Mengulang bahan aktif yang sama terus-menerus
Menurut prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
yang dianjurkan FAO dan Kementan RI, kesalahan ini bisa menyebabkan resistensi
hama.
Cara Mencegah Serangan Hama Bengkelo Berulang
Langkah pencegahan yang disarankan:
- Rotasi tanaman
- Musnahkan sisa batang jagung
- Atur jarak tanam ideal
- Gunakan varietas toleran
- Monitoring rutin sejak awal tanam
Kapan Harus Menggunakan Obat Kimia?
Gunakan insektisida kimia bila:
- Populasi hama meningkat cepat
- Gejala mulai terlihat pada >10% tanaman
- Serangan terjadi pada fase vegetatif awal
Ini sejalan dengan rekomendasi PHT dari FAO dan
Balitbangtan.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)
1. Apakah hama bengkele bisa dikendalikan total?
Tidak 100%, tetapi populasinya bisa ditekan hingga tidak
merugikan secara ekonomi.
2. Berapa kali penyemprotan obat bengkele jagung?
Umumnya 1–3 kali, tergantung tingkat serangan.
3. Apakah obat bengkele bisa dicampur pestisida lain?
Bisa, jika label produk mengizinkan.
Jika tidak, hindari pencampuran.
4. Apakah obat bengkele aman untuk tanaman muda?
Aman jika dosis dan waktu aplikasi sesuai anjuran.
Kesimpulan
Hama bengkelo pada tanaman jagung
adalah hama serius yang menyerang dari dalam batang.
Pengendalian paling efektif dilakukan dengan kombinasi obat yang tepat,
waktu aplikasi yang cepat, dan pencegahan berkelanjutan. Jangan
menunggu gejala parah, karena semakin cepat dikendalikan, semakin kecil
kerugian hasil panen.

EmoticonEmoticon