Penyebab Daun Jagung Mengering dari Bawah: Kenali Gejala Hawar Daun dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi tanaman jagung dengan daun bagian bawah mengering akibat hawar daun, kekurangan hara, stres air, dan serangan hama, dilengkapi penjelasan visual penyebabnya.
Pernah melihat daun jagung mengering dari bagian bawah, berubah warna kecokelatan, lalu perlahan mati? Kondisi ini sering membuat petani khawatir karena bisa berdampak pada pertumbuhan dan hasil panen jagung.

Di lapangan, banyak petani langsung mengira penyebabnya adalah hawar daun jagung, padahal tidak selalu demikian. Daun jagung yang mengering dari bawah bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari penyakit jamur, kekurangan unsur hara, stres air, hingga faktor umur tanaman.

Artikel ini akan membahas secara lengkap, praktis, dan mudah dipahami tentang penyebab daun jagung mengering dari bawah, cara mengenali gejala hawar daun, serta langkah pengendalian yang tepat berdasarkan sumber ilmiah terpercaya seperti jurnal pertanian, FAO, Kementerian Pertanian RI, dan buku pertanian universitas.

 

Ciri-Ciri Daun Jagung Mengering dari Bawah

1. Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal, gejala biasanya muncul di daun bagian bawah karena daun ini lebih tua dan lebih dulu mengalami tekanan lingkungan.

Ciri-ciri awal yang sering terlihat:

  • Ujung daun menguning atau kecokelatan
  • Daun terlihat kering seperti terbakar
  • Tekstur daun menjadi rapuh
  • Pengeringan dimulai dari bawah lalu naik ke atas

Gejala ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda awal masalah serius.

2. Perkembangan Gejala di Lapangan

Jika penyebabnya tidak segera ditangani:

  • Daun bawah mati total
  • Pengeringan merambat ke daun tengah
  • Luas daun hijau berkurang
  • Pertumbuhan tanaman terhambat
  • Tongkol tidak berkembang optimal

Menurut buku patologi tanaman dari IPB dan UGM, penurunan luas daun aktif akan langsung menurunkan proses fotosintesis, sehingga hasil panen ikut turun.

 

Apakah Daun Jagung Mengering dari Bawah Selalu Hawar Daun?

Tidak selalu.

Meskipun hawar daun jagung adalah penyebab yang umum, daun jagung mengering dari bawah juga bisa disebabkan oleh faktor non-penyakit, seperti:

  • Kekurangan nitrogen atau kalium
  • Kekeringan atau genangan air
  • Serangan hama tertentu
  • Proses penuaan alami daun tua

Karena itu, penting untuk mengenali pola gejala, bukan hanya melihat daun keringnya saja.

 

Penyebab Utama Daun Jagung Mengering dari Bawah

1. Hawar Daun Jagung (Penyakit Jamur)

Hawar daun adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur patogen yang menyerang jaringan daun.

Menurut jurnal pertanian dan Balitbangtan:

  • Jamur berkembang pesat pada kondisi lembap
  • Serangan sering dimulai dari daun bawah
  • Penyakit menyebar melalui angin dan percikan air hujan

2. Kekurangan Unsur Hara

Kekurangan unsur hara, terutama:

  • Nitrogen (N) → daun bawah menguning lalu kering
  • Kalium (K) → tepi daun kering dan kecokelatan

Unsur hara bersifat mobile, artinya jika kurang, tanaman akan memindahkan hara dari daun tua ke daun muda. Akibatnya, daun bawah lebih dulu rusak.

3. Stres Air

Stres air bisa berupa:

  • Kekeringan
  • Genangan air terlalu lama

FAO menjelaskan bahwa akar jagung sangat sensitif terhadap kondisi tanah ekstrem. Jika akar terganggu, penyerapan air dan hara terhambat, sehingga daun bawah cepat mengering.

4. Serangan Hama Tertentu

Beberapa hama yang dapat menyebabkan daun mengering:

  • Ulat grayak
  • Penggerek batang
  • Thrips

Hama ini merusak jaringan daun atau batang sehingga aliran nutrisi terganggu.

5. Faktor Umur Tanaman

Pada fase generatif (pembentukan tongkol):

  • Daun tua memang akan mengering secara alami
  • Nutrisi dialihkan ke biji

Ini normal, selama pengeringan terjadi perlahan dan tidak disertai bercak penyakit.

 

Mengenal Penyakit Hawar Daun pada Jagung

1. Jenis-Jenis Hawar Daun Jagung

Beberapa jenis hawar daun yang umum dilaporkan dalam jurnal pertanian:

  • Hawar daun Helminthosporium
  • Hawar daun Curvularia
  • Hawar daun Bipolaris

Belum ada data ilmiah yang pasti mengenai dominasi satu jenis di semua wilayah Indonesia, namun pengamatan lapangan menunjukkan ketiganya sering ditemukan pada musim hujan.

2. Gejala Khas Hawar Daun

Ciri khas hawar daun:

  • Bercak memanjang atau oval
  • Warna cokelat keabu-abuan
  • Tepi bercak lebih gelap
  • Bercak bisa menyatu dan menyebabkan daun kering total

 

Dampak Hawar Daun terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung

Menurut penelitian Balitbangtan dan buku agronomi Universitas Brawijaya:

  • Penurunan fotosintesis
  • Pertumbuhan tongkol terhambat
  • Ukuran biji mengecil
  • Hasil panen turun 20–50% pada serangan berat

Semakin dini serangan terjadi, semakin besar potensi kerugiannya.

 

Cara Mengatasi Daun Jagung Mengering Akibat Hawar Daun

1. Pengendalian Secara Kultur Teknis

Langkah dasar yang sangat dianjurkan:

  • Gunakan benih sehat dan tahan penyakit
  • Atur jarak tanam agar sirkulasi udara baik
  • Bersihkan sisa tanaman sakit
  • Hindari pemupukan nitrogen berlebihan

2. Pengendalian dengan Fungisida

Jika serangan cukup parah:

  • Gunakan fungisida sesuai rekomendasi
  • Pilih bahan aktif yang terdaftar di Kementerian Pertanian
  • Semprot pada pagi atau sore hari

Fungisida tidak menyembuhkan daun yang sudah mati, tetapi mencegah penyebaran lebih lanjut.

3. Rotasi dan Kombinasi Pengendalian

IRRI dan FAO menekankan pentingnya:

  • Rotasi tanaman
  • Kombinasi cara kultur teknis dan kimia
  • Tidak bergantung pada satu metode saja

 

Cara Mengatasi Jika Penyebabnya Bukan Hawar Daun

1. Mengatasi Kekurangan Hara

Langkah praktis:

  • Lakukan pemupukan berimbang
  • Tambahkan pupuk nitrogen atau pupuk KCl jika gejala mengarah ke kalium
  • Aplikasikan sesuai dosis anjuran

2. Mengatasi Stres Air

  • Perbaiki drainase lahan
  • Atur jadwal irigasi
  • Hindari genangan terlalu lama

 

Cara Mencegah Daun Jagung Mengering Sejak Awal

Pencegahan selalu lebih murah daripada pengobatan:

  • Gunakan varietas tahan penyakit
  • Pemupukan seimbang
  • Pengairan teratur
  • Monitoring rutin sejak awal tanam

 

Kesalahan Umum Petani dalam Menangani Daun Kering Jagung

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

  • Langsung menyemprot fungisida tanpa diagnosis
  • Dosis pupuk berlebihan
  • Mengabaikan drainase
  • Tidak membedakan penyakit dan kekurangan hara

 

FAQ – Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Petani

1. Apakah daun bawah kering pasti hawar daun?

Tidak. Bisa juga karena kekurangan hara, stres air, atau umur daun.

2. Kapan waktu terbaik menyemprot fungisida?

Saat gejala awal muncul, sebelum daun mengering total.

3. Apakah hawar daun bisa sembuh total?

Daun yang rusak tidak bisa pulih, tetapi penyebaran bisa dihentikan.

4. Bagaimana membedakan hawar daun dan kekurangan hara?

Hawar daun memiliki bercak khas, sedangkan kekurangan hara biasanya lebih merata.

5. Apakah daun kering harus dipotong?

Boleh jika sudah mati total dan berpotensi menjadi sumber penyakit.

 

Kesimpulan

Daun jagung mengering dari bawah tidak selalu disebabkan hawar daun, meskipun penyakit ini sering ditemukan di lapangan. Penyebab lain seperti kekurangan hara, stres air, hama, dan faktor umur tanaman juga perlu dipertimbangkan.

Dengan pengamatan yang tepat, pemupukan seimbang, dan pengendalian terpadu, petani dapat mencegah kerugian hasil dan menjaga tanaman jagung tetap sehat.

Januari 22, 2026


EmoticonEmoticon