Penyebab Tomat Busuk Pantat (Blossom End Rot) dan Cara Mencegahnya

Ilustrasi tomat sehat dibandingkan dengan tomat busuk pantat (Blossom End Rot), ditandai busuk hitam di bagian bawah buah akibat kekurangan kalsium dan penyiraman tidak teratur.
Buah tomat terlihat sehat saat masih kecil, tapi mendadak muncul bercak cokelat kehitaman di bagian bawah buah (pantat tomat)? Lama-lama bagian itu cekung, busuk, dan buah jadi tidak layak jual.

Masalah ini sering bikin petani dan penghobi tanaman bingung. Banyak yang mengira itu penyakit jamur atau bakteri, padahal belum tentu.

Fenomena ini dikenal sebagai tomat busuk pantat atau Blossom End Rot (BER). Masalah ini bukan penyakit menular, tapi gangguan fisiologis yang sangat umum terjadi pada budidaya tomat, baik di lahan sawah, tegalan, greenhouse, maupun pot/polybag.

Artikel ini akan membahas penyebab tomat busuk pantat secara ilmiah, cara membedakannya dari penyakit lain, serta langkah pencegahan dan solusi praktis yang bisa langsung diterapkan di lapangan.

 

Apa Itu Tomat Busuk Pantat (Blossom End Rot)?

Blossom End Rot (BER) adalah gangguan fisiologis pada buah tomat yang ditandai dengan busuk kering di ujung bawah buah, yaitu bagian yang berlawanan dengan tangkai.

Menurut literatur pertanian dari FAO, universitas pertanian, dan penelitian hortikultura internasional:

Blossom End Rot bukan disebabkan oleh jamur, bakteri, atau virus, melainkan akibat gangguan penyerapan dan distribusi kalsium (Ca) ke buah.

Artinya:

  • Tidak menular
  • Tidak menyebar lewat udara
  • Tidak bisa “diobati” dengan fungisida atau bakterisida

 

Ciri-Ciri Tomat Terkena Blossom End Rot

1. Gejala Awal

Pada tahap awal, gejalanya sering tidak disadari:

  • Muncul bercak kecil berwarna hijau pucat atau kekuningan
  • Terletak di ujung bawah buah
  • Tekstur buah masih keras
  • Biasanya muncul saat buah masih muda

2. Gejala Lanjutan

Jika kondisi berlanjut:

  • Bercak berubah cokelat tua hingga hitam
  • Permukaan buah cekung dan kering
  • Jaringan buah mati
  • Buah mudah diserang jamur sekunder
  • Kualitas dan nilai jual turun drastis

 

Penyebab Utama Tomat Busuk Pantat

1. Kekurangan Kalsium (Ca) pada Buah

Kalsium berfungsi untuk:

  • Menguatkan dinding sel
  • Menjaga kekerasan jaringan buah

Menurut jurnal hortikultura dan buku budidaya tomat universitas (IPB, UGM, UB):

Blossom End Rot terjadi ketika buah kekurangan kalsium, meskipun tanah sebenarnya mengandung kalsium cukup.

Masalah utamanya bukan selalu di tanah, tapi di penyerapan dan distribusi kalsium ke buah.

2. Ketidakteraturan Penyiraman

Ini penyebab paling sering di lapangan.

  • Tanah terlalu kering → akar sulit menyerap kalsium
  • Tiba-tiba disiram berlebihan → kalsium tidak terdistribusi stabil

Kalsium bergerak mengikuti aliran air di dalam tanaman. Jika air tidak stabil, kalsium tidak sampai ke buah.

3. Pertumbuhan Vegetatif Terlalu Pesat

Pemupukan nitrogen (N) berlebihan menyebabkan:

  • Daun tumbuh sangat subur
  • Buah kalah bersaing dengan daun

Akibatnya:

  • Kalsium lebih banyak “dipakai” daun
  • Buah kekurangan kalsium
  • Muncul tomat busuk pantat

4. Kondisi Tanah dan pH

Faktor tanah yang memperparah BER:

  • pH tanah terlalu asam (<5,5)
  • Tanah miskin bahan organik
  • Kandungan garam tinggi
  • Tanah terlalu padat

Dalam kondisi ini, kalsium sulit diserap akar, walaupun tersedia.

5. Faktor Lingkungan

Beberapa faktor lingkungan yang berperan:

  • Suhu tinggi dan kering
  • Kelembapan rendah
  • Angin kencang
  • Fluktuasi cuaca ekstrem

FAO dan berbagai jurnal menyebutkan bahwa stres lingkungan meningkatkan risiko Blossom End Rot, terutama pada fase pembesaran buah.

 

Cara Membedakan Blossom End Rot dengan Penyakit Buah Lain

CiriBlossom End RotPenyakit Jamur/Bakteri
LokasiUjung bawah buahAcak
TeksturKering & cekungBasah & berlendir
MenularTidakYa
Respon fungisidaTidak adaBiasanya ada
PenyebabGangguan nutrisiPatogen

Jika busuk selalu muncul di pantat buah, besar kemungkinan itu Blossom End Rot.

 

Cara Mencegah Tomat Busuk Pantat Sejak Awal

1. Pengelolaan Air yang Tepat

  • Siram secara teratur
  • Hindari tanah terlalu kering atau becek
  • Gunakan mulsa (jerami/plastik) untuk menjaga kelembapan

2. Pemupukan Kalsium yang Efektif

Sumber kalsium yang umum digunakan:

  • Dolomit
  • Kapur pertanian
  • Kalsium nitrat
  • Kalsium klorida (CaCl₂)

Catatan penting:

Semprot kalsium membantu, tapi tidak selalu menyelesaikan masalah jika penyiraman tidak stabil.

3. Pemupukan Berimbang

  • Kurangi nitrogen berlebihan
  • Seimbangkan dengan kalium (K) dan fosfor (P)
  • Gunakan pupuk majemuk sesuai fase tanaman

4. Perbaikan Kondisi Tanah

  • Perbaiki pH tanah dengan dolomit
  • Tambahkan pupuk kandang matang
  • Gemburkan tanah secara rutin

 

Cara Mengatasi Tanaman Tomat yang Sudah Terkena Blossom End Rot

Jika sudah terlanjur terjadi:

  1. Petik dan buang buah yang rusak
  2. Perbaiki jadwal penyiraman
  3. Hentikan pupuk nitrogen berlebih
  4. Aplikasikan kalsium lewat daun dan tanah
  5. Jaga kondisi tanah tetap lembap stabil

Buah yang sudah busuk tidak bisa pulih, tapi buah berikutnya masih bisa diselamatkan.

 

Kesalahan Umum Petani dalam Menangani Tomat Busuk Pantat

  • Mengira BER adalah penyakit menular
  • Menyemprot fungisida terus-menerus
  • Menambah nitrogen saat buah rusak
  • Penyiraman tidak teratur
  • Hanya fokus pupuk, lupa air

 

FAQ – Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Petani

1. Apakah Blossom End Rot menular ke buah lain?

Tidak. Ini bukan penyakit menular.

2. Apakah pupuk kalsium semprot pasti ampuh?

Belum tentu. Jika air tidak stabil, hasilnya terbatas.

3. Kapan waktu terbaik aplikasi kalsium?

Sejak awal pembentukan bunga hingga buah muda.

4. Apakah tomat di pot juga bisa terkena?

Bisa, bahkan lebih sering karena media cepat kering.

5. Apakah BER bisa muncul kembali setelah dicegah?

Bisa, jika penyiraman dan nutrisi kembali tidak seimbang.

 

Kesimpulan

Tomat busuk pantat (Blossom End Rot) bukan penyakit, melainkan gangguan akibat kekurangan kalsium pada buah yang dipicu oleh air, nutrisi, dan lingkungan.

Kunci utama pencegahan:

  • Penyiraman stabil
  • Pemupukan berimbang
  • Perbaikan kondisi tanah

Pendekatan ini sejalan dengan rekomendasi penelitian hortikultura dan praktik lapangan di Indonesia.

Menurut berbagai penelitian universitas dan panduan FAO, pengelolaan air yang konsisten jauh lebih penting daripada sekadar menambah pupuk kalsium.


Januari 27, 2026


EmoticonEmoticon