5 Penyebab Utama Tanaman Jagung Tidak Merata di Umur 32 HST dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi tanaman jagung umur 32 HST yang tumbuh tidak merata akibat benih tidak seragam, kedalaman tanam berbeda, pemupukan tidak merata, serangan hama dan penyakit, serta kondisi tanah dan drainase yang buruk
Pada umur 32 HST (Hari Setelah Tanam), tanaman jagung seharusnya sudah tumbuh relatif seragam: tinggi hampir sama, warna daun hijau merata, dan pertumbuhan terlihat “kompak”. Namun di lapangan, banyak petani menemukan kondisi yang berbeda.

Ada jagung yang tinggi dan hijau, tapi di sebelahnya ada yang kerdil, kuning, atau tertinggal jauh. Kondisi ini sering disebut tanaman jagung tidak merata. Jika dibiarkan, ketidakseragaman ini bisa menurunkan hasil panen karena tongkol tidak berkembang optimal.

Menurut berbagai kajian agronomi dari Balitbangtan Kementerian Pertanian, FAO, serta buku budidaya jagung dari IPB dan UGM, fase awal pertumbuhan jagung sangat menentukan hasil akhir. Artikel ini akan membahas penyebab utama jagung tidak merata di umur 32 HST dan cara mengatasinya secara praktis.

 

Apa Arti Tanaman Jagung Tidak Merata di Umur 32 HST?

Tanaman jagung dikatakan tidak merata jika pada satu petakan lahan ditemukan:

  • Tinggi tanaman berbeda jauh
  • Warna daun tidak seragam (hijau tua, hijau pucat, kuning)
  • Jumlah daun berbeda
  • Kecepatan pertumbuhan tidak sama

Dalam ilmu agronomi, kondisi ini disebut pertumbuhan tidak seragam (uneven growth). Menurut FAO, pertumbuhan yang tidak seragam menyebabkan kompetisi antar tanaman, di mana tanaman yang lebih besar akan “mengalahkan” tanaman kecil dalam menyerap air, hara, dan cahaya.

 

1. Kualitas Benih Tidak Seragam

Ciri-ciri di Lapangan

  • Jagung tumbuh dengan tinggi yang berbeda sejak awal
  • Ada tanaman yang muncul lebih lambat
  • Daun awal terlihat kecil dan lemah

Penyebab Utama

Berdasarkan penelitian perbenihan dari Balai Penelitian Tanaman Serealia, kualitas benih sangat menentukan keseragaman tumbuh. Penyebab umumnya:

  • Benih campuran (varietas berbeda)
  • Daya kecambah rendah
  • Benih sudah lama atau penyimpanan buruk

Cara Mengatasinya

  • Gunakan benih bersertifikat resmi
  • Perhatikan tanggal kedaluwarsa benih
  • Simpan benih di tempat kering dan sejuk
  • Lakukan uji kecambah sederhana sebelum tanam

 

2. Kedalaman Tanam Tidak Sama

Ciri-ciri di Lapangan

  • Jagung tumbuh tidak bersamaan
  • Ada tanaman yang mudah rebah
  • Akar kurang kuat

Dampak pada Pertumbuhan

Menurut buku Budidaya Jagung IPB, kedalaman tanam ideal jagung adalah 3–5 cm.

Jika terlalu dalam:

  • Benih lambat muncul

Jika terlalu dangkal:

  • Akar tidak kuat
  • Mudah kekeringan

Akibatnya, tanaman tumbuh tidak seragam hingga umur 32 HST.

Solusi Praktis

  • Buat lubang tanam dengan kedalaman sama
  • Gunakan alat tugal dengan ukuran seragam
  • Hindari tanam terlalu dangkal di tanah berpasir

 

3. Pemupukan Tidak Merata atau Terlambat

Tanda yang Muncul

  • Daun bagian bawah menguning
  • Pertumbuhan lambat di sebagian area
  • Warna daun tidak seragam

Kesalahan Pemupukan yang Sering Terjadi

Menurut Balitbangtan:

  • Pupuk hanya ditebar di satu sisi
  • Dosis tidak sama
  • Pemupukan susulan terlambat

Pada umur 32 HST, jagung membutuhkan nitrogen (N) cukup tinggi untuk pertumbuhan vegetatif.

Cara Mengatasinya

  • Lakukan pemupukan secara merata
  • Gunakan teknik larikan atau tugal pupuk
  • Jika perlu, lakukan pemupukan susulan
  • Kombinasikan pupuk N, P, dan K sesuai rekomendasi

 

4. Serangan Hama dan Penyakit Sejak Dini

Hama yang Sering Menyerang

  • Ulat grayak (Spodoptera frugiperda)
  • Lalat bibit
  • Penggerek batang

Menurut FAO dan laporan Kementerian Pertanian, ulat grayak dapat menyebabkan tanaman tumbuh kerdil dan tidak seragam.

Penyakit yang Mempengaruhi Pertumbuhan

  • Bulai
  • Busuk batang
  • Penyakit daun awal

Langkah Pengendalian

  • Lakukan pengamatan rutin sejak awal
  • Gunakan varietas tahan penyakit
  • Terapkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
  • Gunakan pestisida sesuai dosis jika diperlukan

 

5. Kondisi Tanah dan Drainase Tidak Seragam

Masalah yang Sering Terjadi

  • Tanah padat di sebagian area
  • Genangan air
  • Perbedaan kesuburan tanah

Dampaknya

Menurut FAO, akar jagung sangat sensitif terhadap:

  • Kekurangan oksigen
  • Tanah terlalu padat

Hal ini menyebabkan pertumbuhan akar terganggu dan tanaman tumbuh tidak seragam.

Solusi yang Bisa Dilakukan

  • Perbaiki drainase lahan
  • Lakukan pengolahan tanah merata
  • Tambahkan bahan organik
  • Ratakan permukaan lahan sebelum tanam

 

Cara Memperbaiki Tanaman Jagung yang Sudah Tidak Merata

Jika jagung sudah berumur 32 HST dan tidak merata:

  • Fokus pada tanaman yang masih potensial
  • Lakukan pemupukan susulan selektif
  • Kendalikan hama dan penyakit
  • Perbaiki pengairan

Belum ada data ilmiah yang pasti mengenai keberhasilan menyamakan kembali pertumbuhan sepenuhnya, namun berdasarkan pengamatan lapangan, perbaikan nutrisi dan pengairan dapat meningkatkan hasil tanaman yang tertinggal.

 

Tips Agar Tanaman Jagung Tumbuh Seragam Sejak Awal

  • Gunakan benih berkualitas
  • Tanam dengan kedalaman seragam
  • Pemupukan tepat waktu dan merata
  • Jaga kondisi tanah dan air
  • Lakukan pengamatan rutin

 

Kesimpulan

Tanaman jagung tidak merata di umur 32 HST umumnya disebabkan oleh benih, teknik tanam, pemupukan, hama penyakit, dan kondisi tanah. Dengan pengelolaan sejak awal dan perbaikan di lapangan, petani masih bisa meminimalkan kerugian hasil.

Menurut panduan FAO dan Balitbangtan, keseragaman awal tanaman adalah kunci utama produktivitas jagung yang tinggi.

 

FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)

Apakah jagung tidak merata masih bisa diperbaiki?

Masih bisa diperbaiki sebagian, terutama dengan pemupukan dan pengairan yang tepat.

Umur berapa pertumbuhan jagung mulai terlihat tidak normal?

Biasanya mulai terlihat sejak umur 14–30 HST.

Apakah pemupukan susulan masih efektif di 32 HST?

Masih efektif, terutama untuk mendukung pertumbuhan vegetatif lanjutan.

Februari 18, 2026


EmoticonEmoticon