Bule pada Tanaman Jagung: Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi bule pada tanaman jagung dengan ciri daun pucat kekuningan dan tanaman kerdil akibat kekurangan nitrogen dan seng, disertai cara mengatasi melalui pemupukan dan perbaikan tanah.
Bule pada tanaman jagung adalah kondisi ketika daun jagung berubah warna menjadi pucat, keputihan, atau kekuningan akibat gangguan pemenuhan unsur hara, terutama nitrogen (N) dan seng (Zn). Masalah ini bukan penyakit menular, melainkan gangguan fisiologis tanaman. Jika ditangani sejak awal dengan pemupukan dan perbaikan kondisi tanah yang tepat, tanaman jagung masih berpeluang pulih dan tetap berproduksi dengan baik.

 

Apa Itu Bule pada Tanaman Jagung?

Istilah “bule” adalah sebutan lapangan yang umum digunakan petani di Indonesia untuk menggambarkan warna daun jagung yang tampak pucat atau memutih. Dalam ilmu pertanian, kondisi ini berkaitan dengan defisiensi hara, yaitu tanaman tidak mendapatkan unsur hara penting dalam jumlah cukup atau tidak mampu menyerapnya dengan optimal.

Menurut literatur agronomi jagung dari Balitbangtan dan buku nutrisi tanaman universitas (IPB, UGM), perubahan warna daun merupakan indikator awal ketidakseimbangan hara, terutama unsur nitrogen (N) dan mikro seperti seng (Zn).

Catatan penting: Bule bukan penyakit jamur atau bakteri, sehingga pendekatan penanganannya berbeda dengan penyakit daun.

 

Ciri-Ciri Jagung Mengalami Bule

1. Ciri pada Daun

Ciri paling mudah dikenali terlihat dari daun, antara lain:

  • Warna daun hijau pucat hingga keputihan
  • Daun tampak tidak segar dan kusam
  • Pada kasus kekurangan seng, muncul garis putih memanjang sejajar tulang daun
  • Daun tua biasanya terkena lebih dulu (pada kekurangan nitrogen)

Menurut buku fisiologi tanaman jagung dari IPB, warna hijau daun sangat dipengaruhi oleh klorofil, yang pembentukannya bergantung pada kecukupan nitrogen dan unsur mikro.

2. Ciri pada Pertumbuhan Tanaman

Selain daun, bule juga memengaruhi pertumbuhan:

  • Tanaman tumbuh kerdil
  • Batang kecil dan lemah
  • Pertumbuhan tidak seragam antar tanaman
  • Fase vegetatif menjadi lebih lama

 

Penyebab Bule pada Tanaman Jagung

1. Kekurangan Unsur Hara (Terutama Nitrogen & Seng)

  • Nitrogen (N) berperan dalam pembentukan klorofil
  • Seng (Zn) penting untuk aktivitas enzim dan pertumbuhan daun

Berdasarkan literatur FAO dan Balitbangtan, lahan dengan pH tinggi atau tanah berpasir sering mengalami defisiensi Zn, sedangkan nitrogen mudah hilang akibat pencucian oleh hujan.

2. Gangguan Penyerapan Hara

Meski pupuk sudah diberikan, tanaman tetap bisa bule karena:

  • pH tanah terlalu asam atau terlalu basa
  • Tanah padat dan aerasi buruk
  • Akar rusak akibat genangan atau kekeringan

Belum ada data ilmiah yang pasti mengenai persentase kasus bule akibat gangguan penyerapan, namun berdasarkan pengamatan lapangan petani dan penyuluh, kondisi tanah sering menjadi faktor utama.

3. Faktor Lingkungan

Lingkungan juga berpengaruh besar:

  • Curah hujan tinggi → nitrogen mudah tercuci
  • Kekeringan → akar tidak aktif menyerap hara
  • Suhu ekstrem → metabolisme tanaman terganggu

FAO menyebutkan bahwa stres lingkungan dapat memperparah gejala defisiensi hara pada tanaman jagung.

4. Kesalahan Pemupukan

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Dosis pupuk terlalu rendah atau tidak seimbang
  • Pemupukan tidak sesuai umur tanaman
  • Hanya fokus pupuk makro, lupa unsur mikro

 

Dampak Bule Jika Tidak Segera Ditangani

Jika bule dibiarkan:

  • Pertumbuhan terhambat permanen
  • Pembentukan tongkol tidak optimal
  • Ukuran tongkol kecil dan biji tidak penuh
  • Potensi hasil panen menurun

Menurut hasil kajian nutrisi jagung oleh Balitbangtan, defisiensi hara pada fase awal vegetatif berdampak langsung pada penurunan produktivitas.

 

Cara Mengatasi Bule pada Tanaman Jagung

1. Perbaikan Pemupukan

Langkah utama:

  • Tambahkan pupuk nitrogen (urea atau sumber N lain) sesuai rekomendasi
  • Berikan pupuk mikro yang mengandung Zn bila diperlukan
  • Gunakan pupuk secara bertahap, tidak sekaligus

Pemupukan berimbang dianjurkan oleh Kementerian Pertanian RI untuk mencegah defisiensi dan pemborosan pupuk.

2. Perbaikan Kondisi Tanah

Agar hara terserap maksimal:

  • Perbaiki drainase lahan
  • Gemburkan tanah agar akar berkembang baik
  • Koreksi pH tanah bila terlalu asam atau basa

3. Penyemprotan Pupuk Daun

Pupuk daun dapat membantu pemulihan cepat:

  • Digunakan sebagai pelengkap, bukan pengganti pupuk tanah
  • Efektif untuk mengatasi kekurangan mikro seperti Zn
  • Disemprot saat pagi atau sore hari

 

Cara Mencegah Bule pada Jagung Sejak Dini

Pencegahan selalu lebih murah daripada mengobati:

  • Lakukan pemupukan berimbang sejak awal tanam
  • Gunakan pupuk dasar lengkap (makro + mikro)
  • Jaga kondisi tanah tetap gembur dan tidak tergenang
  • Amati warna daun secara rutin

Menurut praktik lapangan penyuluh pertanian, pemantauan sejak umur 10–20 HST sangat penting untuk mendeteksi bule lebih awal.

 

Perbedaan Bule dan Penyakit Daun Jagung

Bule (Defisiensi Hara)Penyakit Daun
Warna pucat merataAda bercak
Tidak menularBisa menular
Pulih dengan pupukPerlu pestisida
Tidak ada jamurAda patogen

Kesalahan Umum Petani Saat Mengatasi Jagung Bule

  • Langsung menyemprot fungisida
  • Menambah pupuk berlebihan sekaligus
  • Tidak memperbaiki kondisi tanah
  • Mengabaikan unsur mikro

 

FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)

1. Apakah bule pada jagung menular?

Tidak. Bule adalah gangguan nutrisi, bukan penyakit menular.

2. Apakah jagung bule masih bisa pulih?

Bisa, terutama jika ditangani pada fase vegetatif awal.

3. Berapa lama tanaman pulih setelah pemupukan?

Umumnya 7–14 hari setelah pemupukan yang tepat, tergantung kondisi lahan.

4. Apakah bule perlu disemprot fungisida?

Tidak perlu, kecuali ada gejala penyakit lain yang menyertai.

 

Kesimpulan

Bule pada tanaman jagung adalah tanda tanaman kekurangan atau tidak mampu menyerap unsur hara penting, terutama nitrogen dan seng. Masalah ini bukan penyakit, sehingga solusi utamanya adalah pemupukan berimbang dan perbaikan kondisi tanah, bukan fungisida. Dengan penanganan cepat dan tepat, tanaman jagung bule masih berpeluang tumbuh normal dan menghasilkan panen yang optimal.


Februari 07, 2026


EmoticonEmoticon