Penyebab Buah Jagung Mudah Busuk dan Cara Mencegahnya di Lapangan

Ilustrasi penyebab buah jagung mudah busuk akibat serangan jamur, hama tongkol, kelembapan tinggi, dan pemupukan tidak seimbang serta cara mencegahnya dengan pengendalian hama, drainase lahan, pemupukan berimbang, dan panen tepat waktu.
Buah jagung mudah busuk umumnya disebabkan oleh serangan jamur pada tongkol, hama perusak, kelembapan lingkungan yang tinggi, serta pemupukan dan waktu panen yang tidak tepat. Jika dibiarkan, pembusukan dapat menurunkan kualitas hasil panen, bahkan memicu racun alami dari jamur yang berbahaya bagi manusia dan ternak. Kabar baiknya, kondisi ini bisa dicegah sejak awal dengan pengelolaan lahan, pemupukan berimbang, dan panen tepat waktu.

 

Kondisi Normal Buah Jagung yang Sehat

Sebelum membahas busuk buah, kita perlu tahu dulu ciri buah jagung yang normal dan sehat, agar petani mudah membedakan.

Buah jagung sehat biasanya memiliki ciri:

  • Tongkol terisi penuh dan padat
  • Biji tersusun rapi, tidak keriput
  • Warna biji cerah sesuai varietas (kuning, putih, atau jingga)
  • Tidak ada bau asam atau bau busuk
  • Kulit pembungkus (kelobot) masih utuh dan relatif kering

Menurut buku budidaya jagung dari IPB University dan Balitbangtan, tongkol yang sehat menandakan proses pengisian biji berjalan normal tanpa gangguan hama dan penyakit.

 

Ciri-Ciri Buah Jagung yang Mengalami Pembusukan

1. Gejala Awal

Pada tahap awal, busuk buah sering tidak langsung terlihat jelas. Beberapa tanda ringan yang bisa diamati:

  • Ujung tongkol mulai lembap
  • Biji terlihat kusam
  • Ada bercak putih, abu-abu, atau kehijauan tipis
  • Bau agak apek saat kelobot dibuka

Jamur penyebab busuk biasanya mulai berkembang dari bagian ujung tongkol, terutama saat kondisi lembap.

2. Gejala Lanjut

Jika tidak ditangani, gejalanya makin parah:

  • Biji berubah cokelat atau hitam
  • Tekstur biji lembek
  • Bau busuk menyengat
  • Muncul lapisan jamur tebal berwarna putih, hijau, atau hitam
  • Tongkol rapuh dan mudah hancur

Menurut jurnal pertanian internasional dan laporan FAO, kondisi ini sangat berisiko karena beberapa jamur menghasilkan mikotoksin (racun alami).

 

Penyebab Buah Jagung Mudah Busuk

1. Serangan Jamur dan Cendawan

Ini adalah penyebab paling umum. Beberapa jamur yang sering menyerang jagung antara lain:

  • Aspergillus
  • Fusarium
  • Penicillium

Jamur ini berkembang cepat pada kondisi lembap dan hangat. FAO dan berbagai jurnal internasional mencatat bahwa jamur Aspergillus dapat menghasilkan aflatoksin, racun berbahaya bagi manusia dan ternak.

Istilah sederhana:

Jamur adalah mikroorganisme kecil yang tumbuh pada bahan organik lembap, termasuk tongkol jagung.

2. Serangan Hama pada Tongkol

Hama seperti:

  • Ulat tongkol
  • Penggerek batang
  • Kutu dan serangga kecil

membuat luka pada tongkol, yang kemudian menjadi pintu masuk jamur. Balitbangtan menyebutkan bahwa kerusakan fisik akibat hama sangat berkaitan dengan meningkatnya kasus busuk buah jagung di lapangan.

3. Kelembapan Lingkungan Tinggi

Curah hujan tinggi, jarak tanam rapat, dan sirkulasi udara buruk membuat area sekitar tongkol selalu basah.

Kondisi ini sangat disukai jamur.

Menurut FAO, jagung yang tumbuh di daerah lembap tanpa pengelolaan drainase yang baik memiliki risiko busuk tongkol lebih tinggi.

4. Pemupukan Tidak Seimbang

Pemupukan nitrogen (N) berlebihan, misalnya dari urea, membuat tanaman:

  • Terlalu rimbun
  • Jaringan tanaman lebih lunak
  • Mudah terserang penyakit

Sebaliknya, kekurangan kalium (K) membuat tanaman lemah dan rentan busuk. Buku nutrisi tanaman dari IPB dan UGM menjelaskan bahwa kalium berperan memperkuat jaringan tanaman dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit.

5. Waktu Panen Tidak Tepat

Panen terlalu lambat menyebabkan:

  • Tongkol terlalu lama terkena hujan
  • Biji terlalu matang dan lembap
  • Jamur mudah berkembang

Belum ada data ilmiah yang pasti mengenai selisih hari panen ideal di semua daerah, namun berdasarkan pengamatan lapangan di Indonesia, keterlambatan panen sering berkaitan dengan meningkatnya busuk buah.

 

Dampak Buah Jagung Busuk Jika Tidak Ditangani

Jika busuk buah dibiarkan:

  • Hasil panen turun drastis
  • Kualitas jagung menurun
  • Harga jual lebih rendah
  • Berisiko mengandung mikotoksin
  • Tidak aman untuk pakan ternak atau konsumsi

FAO menegaskan bahwa jagung terkontaminasi aflatoksin tidak layak konsumsi.

 

Cara Mencegah Buah Jagung Mudah Busuk di Lapangan

1. Pengendalian Hama Sejak Dini

  • Pantau tanaman rutin
  • Kendalikan ulat dan penggerek sejak fase vegetatif
  • Gunakan pengendalian terpadu (PHT)

2. Pengelolaan Lingkungan dan Lahan

  • Atur jarak tanam agar tidak terlalu rapat
  • Pastikan drainase baik
  • Kurangi genangan air

3. Pemupukan Berimbang

  • Jangan berlebihan nitrogen
  • Tambahkan kalium (K) sesuai rekomendasi
  • Gunakan pupuk sesuai fase pertumbuhan

4. Perlindungan Tongkol

  • Jaga kelobot tetap menutup rapat
  • Kurangi luka akibat hama
  • Hindari kerusakan mekanis

5. Panen Tepat Waktu

  • Panen saat biji sudah matang fisiologis
  • Jangan menunggu terlalu lama di lapangan

 

Perbedaan Buah Jagung Busuk Akibat Jamur dan Faktor Lingkungan

PenyebabCiri Utama
JamurAda lapisan jamur, bau menyengat
LingkunganBiji lembap tanpa jamur tebal
HamaAda lubang dan bekas gigitan

Kesalahan Umum Petani yang Memicu Busuk Buah Jagung

  • Terlalu banyak pupuk urea
  • Jarang memantau hama
  • Panen terlambat
  • Lahan terlalu lembap
  • Mengabaikan sanitasi lahan

 

FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)

1. Apakah jagung busuk masih bisa dipanen?

Bisa dipanen, tetapi tidak layak konsumsi atau pakan jika sudah berjamur.

2. Apakah busuk buah menular?

Ya, jamur bisa menyebar ke tongkol lain melalui udara dan kontak langsung.

3. Kapan waktu panen terbaik?

Saat biji keras dan kelobot mulai mengering, sesuai varietas.

4. Apakah perlu fungisida?

Fungisida bisa digunakan sebagai pencegahan, bukan solusi utama jika busuk sudah parah.

 

Kesimpulan

Buah jagung mudah busuk bukan masalah sepele. Penyebab utamanya adalah jamur, hama, kelembapan tinggi, pemupukan tidak seimbang, dan panen terlambat. Dengan pengelolaan lahan yang baik, pemupukan berimbang, dan panen tepat waktu, risiko busuk buah bisa ditekan sejak awal.

Ringkasan ahli (FAO & Balitbangtan):

Pencegahan sejak fase tanam jauh lebih efektif dibanding penanganan setelah busuk terjadi.


Februari 09, 2026


EmoticonEmoticon