Mengapa Jagung Umur 28 HST Sangat Penting?
Menurut berbagai buku fisiologi tanaman jagung
dan publikasi Balitbangtan
Kementerian Pertanian RI, umur 25–35 HST termasuk fase pertumbuhan vegetatif aktif.
Artinya:
- Akar sedang berkembang pesat
- Batang mulai menebal
- Daun aktif melakukan fotosintesis
- Bakal tongkol mulai terbentuk di dalam batang
Kesalahan perlakuan di umur
ini sulit diperbaiki di fase selanjutnya, karena pembentukan
hasil (tongkol) sudah mulai “diprogram” oleh tanaman.
FAO dan berbagai jurnal agronomi menyebutkan bahwa stres nutrisi atau air pada
fase vegetatif akhir dapat menurunkan potensi hasil jagung
secara signifikan.
Ciri-Ciri Jagung Sehat pada Umur 28 HST
Jagung yang tumbuh normal dan sehat di umur 28 HST umumnya
memiliki ciri berikut:
- Tinggi tanaman relatif seragam
- Daun berwarna hijau segar (tidak pucat atau menguning)
- Batang kokoh dan tegak
- Jumlah daun aktif sekitar 6–8 helai
- Akar serabut berkembang baik
Jika daun tampak pucat atau pertumbuhan terhambat, biasanya
berkaitan dengan kekurangan
nitrogen atau air.
Kebutuhan Nutrisi Jagung Umur 28 HST
1. Kebutuhan Unsur Makro
Berdasarkan buku agronomi jagung dari IPB dan Universitas Brawijaya,
unsur makro berikut sangat dibutuhkan di umur 28 HST:
Nitrogen (N)
Untuk pertumbuhan daun dan batang.
➜ Kekurangan N: daun pucat,
pertumbuhan lambat.
Fosfor (P)
Membantu perkembangan akar dan pembentukan bakal tongkol.
➜ Kekurangan P: pertumbuhan
kerdil, akar kurang berkembang.
Kalium (K)
Menguatkan batang dan membantu distribusi hasil
fotosintesis.
➜ Kekurangan K: batang lemah,
daun tepi mengering.
Istilah sederhana:
Nitrogen = daun hijau,
Fosfor = akar kuat,
Kalium = batang kokoh &
hasil bagus
2. Peran Unsur Mikro
Menurut jurnal pertanian dan referensi FAO, unsur mikro
dibutuhkan dalam jumlah kecil, tetapi tetap penting:
- Zn (Seng): membantu pembentukan hormon tumbuh
- Boron (B): mendukung pembentukan jaringan
- Mg (Magnesium): bagian dari klorofil (zat hijau daun)
Kekurangan unsur mikro sering terjadi di tanah masam atau
tanah berpasir.
Perlakuan Pemupukan Jagung Umur 28 HST
Pada umur ini, pemupukan bertujuan menyempurnakan pertumbuhan vegetatif.
Praktik umum di lapangan Indonesia (Balitbangtan):
Pemupukan susulan menggunakan:
- Urea (sumber nitrogen)
- NPK seimbang
- KCl jika tanah miskin kalium
Pupuk KCl
penting untuk memperkuat batang dan persiapan pembentukan tongkol.
Cara aplikasi:
- Ditugal atau ditabur melingkar ±5–7 cm dari batang
- Jangan terlalu dekat batang agar tidak “panas”
Belum ada data ilmiah yang
pasti mengenai dosis tunggal terbaik untuk semua lahan, karena
sangat tergantung jenis tanah, varietas, dan kesuburan awal. Namun, berdasarkan
pengamatan lapangan, pemupukan susulan ringan dan tepat waktu jauh lebih
efektif daripada dosis besar tapi terlambat.
Pengairan dan Pengelolaan Air
FAO menegaskan bahwa jagung sangat sensitif terhadap kekurangan air
pada fase vegetatif akhir.
Prinsip sederhana:
- Tanah lembap, tidak becek
- Hindari kekeringan lebih dari 3–4 hari berturut-turut
- Drainase harus baik
Kekurangan air di umur 28 HST dapat menghambat pembentukan
bakal tongkol.
Pengendalian Gulma, Hama, dan Penyakit
1. Pengendalian Gulma
Gulma adalah “pencuri nutrisi”.
- Lakukan penyiangan manual atau mekanis
- Gulma tinggi >10 cm sebaiknya segera dikendalikan
- Gulma dibiarkan → pupuk habis untuk gulma, bukan jagung
2. Hama Umum pada Umur 28 HST
Beberapa hama yang sering muncul:
- Ulat grayak
- Penggerek batang
- Belalang
Gejala awal:
- Daun berlubang
- Terdapat kotoran ulat di pucuk
Pengendalian sebaiknya berdasarkan ambang kendali,
bukan langsung menyemprot jika serangan ringan.
3. Penyakit yang Perlu Diwaspadai
- Hawar daun
- Bercak daun
Penyakit biasanya muncul jika:
- Kelembapan tinggi
- Sirkulasi udara buruk
- Tanaman stres nutrisi
Perlakuan Tambahan agar Jagung Siap Membentuk Tongkol
Beberapa praktik lapangan yang sering dianjurkan penyuluh:
- Pembumbunan ringan (menimbun tanah ke pangkal batang)
- Perbaikan drainase
- Pemberian pupuk daun jika tanaman terlihat kurang sehat
Belum ada data ilmiah yang
pasti bahwa pupuk daun selalu meningkatkan hasil, namun
berdasarkan pengamatan lapangan, pupuk daun membantu tanaman yang mengalami
stres ringan.
Kesalahan Umum Petani pada Jagung Umur 28 HST
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Pemupukan terlambat
- Dosis pupuk berlebihan
- Gulma dibiarkan terlalu lama
- Penyemprotan pestisida berlebihan
- Kekurangan air saat cuaca panas
Kesalahan kecil di umur ini bisa berdampak besar saat panen.
Tanda Jagung Siap Masuk Fase Pembentukan Tongkol
Jagung yang siap masuk fase generatif biasanya menunjukkan:
- Batang mulai menebal
- Daun tumbuh maksimal
- Tanaman terlihat kokoh
- Pertumbuhan tinggi mulai melambat
Ini tanda tanaman siap “fokus produksi”.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)
1. Apakah jagung umur 28 HST masih bisa dipupuk?
Ya. Umur 28 HST masih termasuk waktu efektif untuk pemupukan
susulan.
2. Pupuk apa yang paling bagus di umur 28 HST?
Umumnya kombinasi nitrogen dan kalium, misalnya
urea dan pupuk KCl atau NPK seimbang.
3. Apakah perlu pupuk daun pada umur 28 HST?
Tidak wajib. Digunakan jika tanaman menunjukkan gejala
kekurangan nutrisi.
4. Apa akibat salah perlakuan di umur ini?
Pertumbuhan terganggu, tongkol kecil, dan hasil panen
menurun.
Kesimpulan
Jagung umur 28 HST adalah fase penentu hasil.
Perlakuan tepat—mulai dari pemupukan, air, hingga pengendalian gulma—akan
membantu tanaman tumbuh kuat dan siap membentuk tongkol maksimal. Mengacu pada
rekomendasi Balitbangtan,
FAO, dan literatur universitas, fokus utama di umur ini adalah nutrisi seimbang, air cukup,
dan tanaman bebas stres.

EmoticonEmoticon