Saat padi keluar malai, tanaman memasuki fase kritis penentuan hasil panen. Pada fase ini, padi membutuhkan pupuk tertentu seperti pupuk KCl, fosfor, silika, dan unsur mikro agar pengisian gabah berjalan optimal. Pemupukan yang tepat saat padi keluar malai dapat membantu gabah terisi penuh, tidak hampa, dan hasil panen lebih maksimal.
Apa Itu Fase Padi Keluar Malai?
Padi keluar malai
adalah fase ketika bakal bunga padi mulai keluar dari pelepah daun, biasanya
sekitar 45–65 hari setelah tanam
(HST) tergantung varietas dan kondisi lahan.
Secara sederhana:
- Malai = calon bunga dan gabah padi
- Fase ini menandai peralihan dari pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) ke fase generatif (pembentukan gabah)
Menurut IRRI (International Rice Research Institute),
fase keluar malai merupakan salah satu tahap paling sensitif terhadap
kekurangan nutrisi dan stres lingkungan.
Mengapa Padi Membutuhkan Pupuk Saat Keluar Malai?
Pada fase keluar malai:
- Tanaman tidak lagi fokus menambah daun
- Energi diarahkan untuk pembentukan bunga dan pengisian gabah
Jika nutrisi kurang:
- Gabah mudah hampa
- Malai pendek
- Bobot gabah ringan
- Hasil panen turun
Penelitian dari Balitbangtan dan IRRI
menunjukkan bahwa keseimbangan hara, terutama kalium dan unsur mikro, sangat
berperan dalam keberhasilan pembungaan dan pengisian gabah.
Jenis Pupuk yang Dibutuhkan Saat Padi Keluar Malai
1. Pupuk Kalium (KCl)
Pupuk KCl mengandung unsur kalium (K) yang berperan besar
dalam:
- Pengangkutan hasil fotosintesis ke gabah
- Memperkuat batang agar tidak mudah rebah
- Mengurangi gabah hampa
FAO dan IRRI menyebutkan bahwa kalium sangat penting pada fase
generatif tanaman padi.
2. Pupuk Fosfor (SP-36 / TSP)
Fosfor membantu:
- Pembentukan bunga
- Proses pembelahan sel
- Transfer energi dalam tanaman
Namun, fosfor umumnya sudah diberikan di awal tanam.
Jika tanah miskin fosfor, tambahan kecil masih bisa
membantu.
3. Pupuk Nitrogen (Urea)
Nitrogen berfungsi untuk:
- Pembentukan protein
- Menunjang pengisian gabah
Catatan penting:
Menurut berbagai jurnal pertanian dan rekomendasi Kementerian Pertanian RI,
penggunaan urea berlebihan saat keluar malai justru berisiko:
- Tanaman terlalu hijau
- Malai rentan penyakit
- Gabah tidak terisi sempurna
4. Pupuk Silika
Silika membantu:
- Menguatkan jaringan batang dan daun
- Mengurangi serangan penyakit
- Membantu efisiensi fotosintesis
Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa padi yang cukup
silika lebih tahan rebah dan stres lingkungan.
5. Pupuk Mikro (Zn, B, Mg)
Unsur mikro dibutuhkan dalam jumlah kecil, tetapi fungsinya
penting:
- Zn (Seng): pembentukan malai dan hormon tanaman
- B (Boron): pembentukan bunga dan biji
- Mg (Magnesium): inti klorofil untuk fotosintesis
Menurut FAO, kekurangan unsur mikro sering terjadi di sawah
intensif yang terus ditanami.
Fungsi Masing-Masing Pupuk Saat Padi Keluar Malai
Secara ringkas:
- KCl → mengisi gabah, memperkuat batang
- Fosfor → mendukung pembungaan
- Urea → membantu pengisian gabah (jika kurang N)
- Silika → memperkuat tanaman dan ketahanan
- Pupuk mikro → memastikan bunga dan gabah berkembang normal
Dosis Pupuk yang Dianjurkan Saat Keluar Malai
1. Dosis KCl
- 25–50 kg/ha
- Disesuaikan dengan kesuburan tanah dan pemupukan sebelumnya
2. Dosis Urea (Jika Diperlukan)
- 25–50 kg/ha
- Hanya jika daun terlihat pucat atau kekurangan nitrogen
- Jika daun masih hijau tua → tidak perlu urea
3. Dosis Pupuk Mikro
- Sesuai rekomendasi produk
- Umumnya melalui semprot daun
Jika belum ada data ilmiah yang pasti mengenai dosis
spesifik di semua kondisi lahan, penyesuaian lapangan berdasarkan kondisi
tanaman masih banyak dilakukan petani dan penyuluh.
Cara Aplikasi Pupuk yang Tepat
1. Aplikasi Tabur
- Cocok untuk KCl dan urea
- Dilakukan saat air sawah tipis atau macak-macak
- Hindari genangan tinggi
2. Aplikasi Pupuk Daun
- Untuk pupuk mikro dan silika cair
- Disemprot pagi atau sore
- Penyerapan lebih cepat
Kesalahan Umum Pemupukan Saat Padi Keluar Malai
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Terlalu banyak urea
- Tidak memberi kalium
- Mencampur pupuk tanpa mengetahui kecocokannya
- Pemupukan saat air terlalu dalam
- Dosis asal-asalan tanpa melihat kondisi tanaman
Tips Agar Pemupukan Lebih Efektif
- Amati warna daun sebelum memberi urea
- Dahulukan pupuk KCl dibanding urea
- Gunakan pupuk mikro jika sering gabah hampa
- Ikuti rekomendasi penyuluh setempat
- Jangan mencampur pupuk sembarangan
Menurut peneliti Balitbangtan, pemupukan
berimbang lebih penting daripada jumlah pupuk yang banyak.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Petani
1. Apakah padi keluar malai masih perlu urea?
Masih bisa, jika tanaman kekurangan nitrogen.
Jika daun sudah hijau tua, urea tidak diperlukan.
2. Mana yang lebih penting: KCl atau urea?
Pada fase keluar malai, KCl lebih penting untuk pengisian
gabah.
3. Bolehkah pupuk dicampur?
Boleh jika kompatibel, tetapi hindari mencampur tanpa panduan.
4. Pupuk daun apa yang cocok?
Pupuk daun mengandung Zn, B, Mg, dan silika sangat
dianjurkan.
Kesimpulan
Pemupukan saat padi keluar malai sangat menentukan hasil
panen. Fokus utama sebaiknya pada pupuk KCl, pupuk mikro, dan silika,
sementara urea diberikan secukupnya dan tidak berlebihan.
Dengan pemupukan yang tepat, gabah lebih bernas, malai terisi penuh, dan hasil
panen meningkat.

EmoticonEmoticon