Di kondisi inilah banyak petani mengeluh: “Sudah disemprot, tapi
gulmanya cuma layu sebentar lalu tumbuh lagi.”
Artikel ini akan membahas herbisida apa yang ampuh membasmi gulma tua,
mengapa gulma tua sulit mati,
serta cara aplikasi yang benar dan
aman, berdasarkan jurnal pertanian, FAO, Balitbangtan, dan
praktik lapangan di Indonesia.
Apa yang Dimaksud Gulma Tua?
Secara sederhana, gulma tua adalah gulma yang
sudah melewati fase muda dan aktif tumbuh, ditandai dengan:
- Umur gulma sudah cukup lama (biasanya >4–6 minggu)
- Batang keras atau berkayu
- Daun tebal dan berlilin
- Akar sudah panjang dan kuat
- Beberapa jenis sudah mulai berbunga atau berbiji
Menurut buku ilmu gulma dari IPB dan UGM, gulma tua memiliki
jaringan tanaman yang lebih
kompleks, sehingga penyerapan herbisida menjadi lebih lambat.
Mengapa Gulma Tua Sulit Dibasmi dengan Herbisida Biasa?
Berdasarkan jurnal pengendalian gulma dan panduan FAO, gulma
tua sulit mati karena:
- Dinding sel lebih tebal, herbisida sulit masuk
- Lapisan lilin daun meningkat, cairan semprot mudah mengalir
- Akar sudah kuat, sehingga gulma bisa tumbuh kembali
- Metabolisme melambat, herbisida sistemik bekerja lebih lambat
Inilah sebabnya herbisida yang ampuh di gulma muda sering tidak efektif pada gulma tua.
Jenis Herbisida yang Efektif untuk Gulma Tua
1. Herbisida Sistemik
Herbisida sistemik adalah herbisida yang diserap daun atau batang lalu
dialirkan ke seluruh bagian tanaman hingga ke akar.
Ciri-cirinya:
- Kerja lebih lambat (3–14 hari)
- Efektif membunuh sampai akar
- Cocok untuk gulma tua dan gulma tahunan
Menurut Balitbangtan dan FAO, herbisida
sistemik adalah pilihan
utama untuk gulma tua.
2. Herbisida Kontak (Sebagai Pendukung)
Herbisida kontak hanya merusak bagian tanaman yang terkena
semprotan.
Fungsinya:
- Membakar daun dan batang
- Mempercepat layu
- Bukan pembunuh akar
Untuk gulma tua, herbisida kontak tidak dianjurkan sebagai satu-satunya solusi,
tapi bisa menjadi pendukung.
Bahan Aktif Herbisida yang Umumnya Ampuh Membasmi Gulma Tua
Berikut bahan aktif yang paling sering direkomendasikan dalam literatur
ilmiah dan praktik lapangan Indonesia:
Glyphosate
- Bersifat sistemik
- Efektif untuk gulma berdaun lebar, rumput, dan teki
- Banyak direkomendasikan FAO dan Balitbangtan
- Cocok untuk gulma tua dan gulma keras
2,4-D
- Sistemik selektif
- Efektif untuk gulma berdaun lebar
- Umum digunakan di lahan padi dan jagung
Metsulfuron-methyl
- Sistemik dosis rendah
- Efektif untuk gulma berdaun lebar dan semak muda
- Kurang efektif jika gulma sudah sangat berkayu
Paraquat (catatan penting)
- Herbisida kontak
- Membakar cepat bagian atas gulma
- Tidak mematikan akar
- Penggunaannya sangat dibatasi karena risiko kesehatan
Kementerian Pertanian RI menekankan penggunaan herbisida harus sesuai label dan aturan
keselamatan.
Cara Aplikasi Herbisida agar Efektif pada Gulma Tua
Agar herbisida benar-benar bekerja pada gulma tua,
perhatikan hal berikut:
- Semprot saat gulma aktif tumbuh, bukan stres kekeringan
- Gunakan air bersih, bukan air berlumpur
- Semprot hingga daun basah merata, tidak menetes
- Pilih waktu pagi atau sore (tidak terik)
- Tambahkan perekat (adjuvant) bila dianjurkan label
Menurut penelitian lapangan di Indonesia, penambahan perekat
meningkatkan penyerapan herbisida pada daun tua.
Dosis dan Frekuensi Aplikasi yang Aman
- Ikuti dosis label produk
- Untuk gulma tua, dosis sering berada di batas atas rekomendasi
- Jangan menaikkan dosis sendiri tanpa dasar ilmiah
FAO dan Balitbangtan menegaskan:
“Dosis berlebih tidak selalu meningkatkan efektivitas,
justru meningkatkan risiko kerusakan tanaman dan lingkungan.”
Biasanya:
- 1 kali aplikasi cukup untuk gulma tua
- Penyemprotan ulang dilakukan hanya jika gulma tumbuh kembali
Kesalahan Umum Petani Saat Menggunakan Herbisida untuk Gulma Tua
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Menggunakan herbisida kontak saja
- Dosis diturunkan agar hemat
- Penyemprotan saat hujan atau panas terik
- Mencampur herbisida tanpa panduan
- Tidak membaca label produk
Kesalahan ini membuat gulma tidak mati sempurna dan cepat
tumbuh kembali.
Tips Tambahan agar Gulma Tua Cepat Mati
Berdasarkan praktik lapangan dan rekomendasi ahli:
- Potong gulma tinggi sebelum disemprot
- Gunakan herbisida sistemik + perekat
- Kendalikan sebelum gulma berbunga
- Kombinasikan dengan cara mekanis (cangkul, sabit)
- Terapkan pengendalian gulma terpadu (PGT)
Balitbangtan dan FAO menganjurkan tidak bergantung pada satu metode saja.
Kesimpulan
Herbisida yang ampuh membasmi
gulma tua adalah herbisida sistemik, terutama berbahan aktif
seperti glyphosate dan 2,4-D,
dengan cara aplikasi yang tepat dan
dosis sesuai label.
Gulma tua memang lebih sulit dikendalikan, tetapi dengan:
- Pemilihan bahan aktif yang tepat
- Waktu semprot yang benar
- Teknik aplikasi yang sesuai
Gulma tua tetap bisa dikendalikan secara efektif dan aman.
FAQ
Apakah herbisida bisa membunuh gulma sampai ke akar?
Bisa, jika menggunakan herbisida sistemik
dan diaplikasikan dengan benar.
Berapa lama gulma tua mati setelah disemprot?
Umumnya 7–14 hari, tergantung jenis
gulma dan bahan aktif.
Apakah perlu menyemprot ulang?
Tidak selalu. Penyemprotan ulang dilakukan jika gulma tumbuh kembali.

EmoticonEmoticon