Artikel ini akan menjelaskan kandungan, cara kerja,
kelebihan, risiko, serta cara pakai Herbisida Tabas 400 g/L dengan bahasa
sederhana berdasarkan referensi ilmiah dari FAO, IRRI, jurnal internasional,
dan sumber resmi pertanian di Indonesia.
Apa Itu Herbisida Tabas 400 g/L?
Herbisida Tabas 400 g/L adalah herbisida selektif yang
digunakan untuk mengendalikan gulma pada tanaman padi. Herbisida ini bekerja
secara pasca tumbuh (post-emergence),
artinya digunakan setelah gulma dan tanaman padi sudah tumbuh.
Tabas termasuk kelompok ALS Inhibitor, yaitu golongan
herbisida yang banyak digunakan pada budidaya padi menurut IRRI dan berbagai jurnal
gulma internasional.
Kandungan Utama: Natrium Bispiribak 400 g/L
1. Apa Itu Natrium Bispiribak?
Natrium Bispiribak adalah senyawa herbisida dari kelompok pyrimidinyloxybenzoic acid,
yang digunakan untuk mengendalikan gulma muda di pertanaman padi. Berdasarkan
data IRRI dan beberapa jurnal gulma (Weed Science Society), bispiribak dikenal
efektif terhadap gulma rumput dan daun lebar pada fase awal pertumbuhan.
2. Konsentrasi 400 g/L
Angka 400 g/L berarti setiap 1 liter
produk mengandung 400 gram bahan aktif Natrium Bispiribak. Konsentrasi ini
termasuk kategori tinggi, sehingga formulasi lebih pekat dan penggunaan per
hektarnya biasanya rendah.
3. Kenapa Bispiribak Banyak Digunakan?
Menurut laporan IRRI dan penelitian Balai Penelitian Tanaman
Padi (Balitbangtan), Bispiribak memiliki keunggulan:
- Efektif pada gulma muda.
- Aman bagi tanaman padi (selektif).
- Dapat mengendalikan banyak jenis gulma sekaligus.
- Mudah diserap daun gulma.
Cara Kerja Natrium Bispiribak pada Gulma
1. Mekanisme Kerja (ALS Inhibitor)
Natrium Bispiribak bekerja dengan cara menghambat enzim ALS
(Acetolactate Synthase).
Penjelasan sederhananya:
- Enzim ALS diperlukan gulma untuk membuat protein penting bagi pertumbuhan.
- Saat enzim ini terhambat, gulma tidak bisa tumbuh dan akhirnya mati.
- Mekanisme ini umum digunakan pada herbisida modern, terbukti pada banyak penelitian FAO dan IRRI.
2. Cara Serapan di Tanaman
Bispiribak diserap melalui daun gulma dan berpindah ke
seluruh bagian tanaman (bekerja secara sistemik).
Setelah diserap:
- Metabolisme gulma terganggu.
- Pertumbuhan langsung terhenti.
- Daun berubah warna, kemudian mengering.
3. Waktu Reaksi
Berdasarkan data uji lapangan dari Balitbangtan:
- 1–3 hari setelah aplikasi: pertumbuhan gulma berhenti.
- 5–14 hari setelah aplikasi: gulma mulai mati dan tampak menguning.
- Waktu kematian dapat berbeda tergantung jenis gulma, cuaca, dan kondisi lapangan.
Jenis Gulma yang Bisa Dikendalikan Tabas 400 g/L
Berdasarkan referensi IRRI dan hasil uji beberapa herbisida
berbahan bispiribak di Indonesia, gulma yang umumnya dapat dikendalikan antara
lain:
1. Gulma Rumput (Grasses)
- Echinochloa crus-galli (rumput bebek)
- Echinochloa colona
- Leptochloa chinensis
Jenis gulma rumput ini yang paling sering menjadi masalah
pada padi muda.
2. Gulma Daun Lebar (Broadleaf)
- Ludwigia octovalvis
- Ammania baccifera
- Hedyotis corymbosa
3. Gulma Golongan Tekian (Sedges)
Cyperus difformis
Fimbristylis miliacea
Gulma teki biasanya lebih sulit diberantas, tetapi
bispiribak memiliki efek cukup baik pada fase gulma masih muda.
Kelebihan Penggunaan Tabas 400 g/L
Berdasarkan data penelitian dan pengalaman lapangan:
- Selektif pada padi (tidak merusak tanaman utama).
- Efektif di fase awal pertumbuhan gulma.
- Mengendalikan banyak jenis gulma sekaligus.
- Dosis rendah karena formulasi pekat.
- Bekerja secara sistemik, sehingga mampu mematikan gulma sampai akar.
Kelemahan atau Risiko yang Perlu Diperhatikan
- Kurang efektif pada gulma yang sudah tua atau sudah berkayu.
- Resistensi gulma dapat terjadi bila digunakan terus-menerus tanpa rotasi bahan aktif (FAO menegaskan pentingnya rotasi herbisida).
- Kurang efektif bila diaplikasikan saat hujan atau angin kencang.
- Risiko fitotoksisitas pada padi sangat rendah, tetapi tetap dapat terjadi jika dosis berlebihan.
Cara Penggunaan Tabas 400 g/L yang Tepat
1. Waktu Aplikasi
Berdasarkan hasil penelitian herbisida pascatumbuh di padi
(IRRI):
- Paling efektif digunakan saat gulma berumur 2–4 daun.
- Umur padi yang aman: 15–25 hari setelah tanam (HST).
2. Dosis dan Volume Semprot
Untuk bispiribak dengan konsentrasi 400 g/L (tergantung
merek):
- Dosis umum lapangan: 30–50 ml per tangki 16 liter.
(Catatan: Sesuaikan dengan label
resmi produk. Jangan melebihi dosis.)
Volume semprot:
- 200–300 liter/ha untuk hasil optimal.
3. Cara Aplikasi
- Semprot merata ke permukaan gulma.
- Gunakan air bersih.
- Pastikan alat semprot berfungsi baik.
- Hindari penyemprotan pada cuaca berangin atau jelang hujan.
Bila ingin dicampur dengan produk lain (misalnya pupuk cair
atau pestisida):
Belum ada data ilmiah pasti
mengenai semua kompatibilitas campuran, namun berdasarkan praktik lapangan,
herbisida ALS inhibitor sebaiknya tidak dicampur dengan produk
bereaksi asam kuat atau berbahan minyak.
Tips Tambahan Agar Herbisida Tabas Bekerja Maksimal
- Kendalikan gulma sejak muda, jangan menunggu tinggi.
- Pastikan lahan memiliki air yang cukup (tidak kering total).
- Lakukan rotasi herbisida dengan bahan aktif berbeda (misalnya penoksaprop, oksadiazon, atau propanil) untuk mencegah resistensi.
- Bersihkan nozzle semprot secara berkala agar semprotan merata.
Kesimpulan
Herbisida Tabas 400 g/L dengan bahan aktif Natrium Bispiribak 400 g/L
adalah herbisida selektif yang efektif untuk mengendalikan gulma rumput, teki,
dan daun lebar di pertanaman padi. Cara kerjanya yaitu menghambat enzim ALS
sehingga pertumbuhan gulma berhenti dan kemudian mati.
Dengan penggunaan yang tepat—terutama pada fase gulma
muda—hasil pengendalian menjadi optimal.
Jangan lupa rotasi bahan aktif agar gulma tidak resisten,
serta selalu mengikuti dosis yang tertera pada label resmi.

EmoticonEmoticon