Lumut Menyerang Sawah Tabela? Ini Cara Ampuh Mengatasinya Tanpa Merusak Tanaman

Gambar ilustrasi padi yang tumbuh di sawah dengan sistem tanam tabela, yaitu tanam benih langsung tanpa pindah tanam. Tampak barisan padi muda tumbuh seragam di lahan sawah yang tergenang air dangkal.

Pernah nggak, waktu baru saja menanam padi dengan sistem tanam tabela (tanam benih langsung), tiba-tiba muncul lapisan hijau seperti lumut di permukaan air sawah?

Kalau iya, tenang dulu — kamu tidak sendirian. Banyak petani di Indonesia mengalami hal yang sama. Lumut di sawah memang tampak sepele, tapi kalau dibiarkan, bisa bikin pertumbuhan padi terganggu, bahkan hasil panen bisa turun.

Yuk, kita bahas penyebab sawah berlumut setelah tanam tabela, dampaknya bagi padi, dan yang paling penting — cara mengatasinya secara aman dan efektif berdasarkan data ilmiah dan praktik lapangan.


Mengapa Sawah Bisa Berlumut Setelah Tanam Tabela

Sebelum mencari solusi, kita pahami dulu kenapa lumut bisa muncul.

Menurut penelitian dari IRRI (International Rice Research Institute) dan FAO, lumut atau alga sawah muncul ketika air sawah dangkal, banyak cahaya matahari, dan kaya unsur hara seperti fosfor dan nitrogen. Kondisi ini sangat umum terjadi di sistem tanam tabela.

Berikut penjelasan sederhananya:

  • Air terlalu dangkal dan jernih, membuat sinar matahari menembus sampai dasar sawah. Alga suka banget kondisi seperti ini.
  • Pemupukan awal (terutama pupuk fosfat atau urea) sering belum meresap ke tanah dan masih mengambang di air, sehingga menjadi “makanan” bagi alga.
  • Jarak tanam yang lebar pada sistem tabela membuat permukaan air lebih terbuka — cahaya mudah masuk, alga pun tumbuh cepat.
  • Air sawah jarang diganti, sehingga unsur hara larut dan sisa pupuk menumpuk di permukaan.

Hasil pengamatan lapangan dari Balai Penelitian Tanaman Padi (Balitbangtan, Kementan RI) juga menunjukkan bahwa alga lebih mudah tumbuh pada sawah yang tidak dikeringkan sama sekali dalam fase awal pertumbuhan.


Dampak Lumut terhadap Pertumbuhan Tanaman Padi

Sedikit lumut sebenarnya tidak masalah, tapi kalau sudah banyak dan tebal, bisa sangat merugikan.

Beberapa penelitian dari University of California (IPM UCNAR, 2021) dan IRRI menjelaskan bahwa pertumbuhan alga berlebih di sawah menyebabkan:

  • Bibit padi sulit tumbuh dan mudah lepas dari tanah karena tertutup lapisan licin lumut.
  • Alga menutup permukaan air, sehingga sinar matahari tidak menembus ke akar padi.
  • Alga menyerap unsur hara seperti fosfor dan nitrogen, yang seharusnya untuk tanaman.
  • Meningkatkan pH air, sehingga pupuk nitrogen mudah menguap dan tidak efektif.
  • Akibatnya, pertumbuhan padi lambat, anakan sedikit, dan hasil panen menurun.

Singkatnya:

Kalau lumut dibiarkan, padi bisa kerdil dan hasil gabah bisa turun cukup besar.


Penyebab Utama Lumut Muncul di Sawah Tabela

Beberapa penyebab umum yang sering ditemukan di lapangan antara lain:

1. Air dangkal dan terang

Sawah yang tergenang tipis dan terkena sinar matahari langsung menciptakan lingkungan ideal untuk alga.

2. Jarak tanam lebar

Karena sistem tabela menjaga jarak tanam tetap (misal 25×25 cm), cahaya lebih mudah masuk ke permukaan air.

3. Pemupukan tidak terbenam

Pupuk seperti urea atau SP-36 yang diberikan di air tanpa dibenamkan ke tanah akan cepat merangsang pertumbuhan alga.

4. Air stagnan atau tidak mengalir

Bila air jarang diganti, oksigen menurun dan lumut makin mudah tumbuh.

5. Sisa jerami atau bahan organik belum terurai

Residu panen sebelumnya jadi sumber makanan bagi alga.

6. Kondisi cuaca panas dan lembap

Alga cepat berkembang pada suhu 25–35°C — kondisi umum di lahan sawah Indonesia.

Catatan:

Belum ada data ilmiah spesifik untuk sistem tanam tabela di Indonesia, namun prinsip pertumbuhan alga di sawah sudah banyak diteliti oleh IRRI dan FAO.


Cara Mengatasi Sawah Berlumut Saat Sudah Tanam

Kalau lumut sudah muncul, jangan tunggu sampai menutupi seluruh sawah. Berikut cara mengatasinya secara aman dan praktis:

1. Atur Ketinggian Air

  • Tinggikan sedikit permukaan air (sekitar 7–10 cm) agar lumut terendam dan tidak mendapat cahaya.
  • Jangan terlalu tinggi supaya bibit tidak tenggelam.

2. Ganti atau Alirkan Air Sawah

  • Jika air tergenang lama dan mulai berwarna hijau pekat, segera buang dan ganti dengan air baru.
  • Pergantian air membantu mengurangi konsentrasi unsur hara dan oksigen berlebih.

3. Lakukan Pengadukan Ringan

  • Gunakan cangkul kecil atau kayu panjang untuk mengaduk lumpur di sekitar tanaman.
  • Tujuannya agar lumut yang menempel di dasar sawah terlepas dan terbawa aliran air keluar.

4. Beri Pupuk dengan Cara Dibenamkan

  • Saat pemupukan susulan, pastikan pupuk tidak mengapung di air.
  • Campurkan pupuk dengan lumpur atau benamkan di sekitar akar padi (bisa pakai alat tanam pupuk sederhana).

5. Gunakan Bahan Alami Penekan Lumut

  • Petani di beberapa daerah menggunakan abuk sekam, jerami kering, atau lumpur halus untuk menutupi permukaan air, sehingga cahaya matahari berkurang.
  • Cara ini terbukti mengurangi pertumbuhan alga tanpa bahan kimia.

6. Jika Lumut Tebal, Lakukan Pengeringan Sementara

  • Keringkan sawah 1–2 hari (tergantung kondisi), lalu isi air kembali.
  • Langkah ini efektif mematikan sebagian besar alga dan memperbaiki aerasi tanah.


Cara Mencegah Lumut Kembali Muncul di Musim Berikutnya

Setelah berhasil menanganinya, jangan lupa cegah agar tidak terulang lagi:

Keringkan sawah sebelum tanam berikutnya.

Langkah ini memutus siklus alga yang masih tertinggal di lumpur.

Gunakan varietas padi yang cepat tumbuh dan cepat menutup lahan.

Semakin cepat daun menutup permukaan air, semakin kecil peluang lumut tumbuh.

Atur jarak tanam tidak terlalu renggang.

20×20 cm atau 22×22 cm bisa jadi pilihan agar kanopi lebih cepat terbentuk.

Pastikan sirkulasi air baik.

Aliran air yang cukup akan menghambat pertumbuhan lumut.

Gunakan pupuk dasar secara tepat.

Pupuk fosfat dan nitrogen sebaiknya dibenamkan, bukan disebar di permukaan air.

Bersihkan jerami dan sisa tanaman sebelum olah tanah.

Residu panen bisa menjadi media tumbuh alga pada musim berikutnya.


Tips Lapangan Agar Tanaman Tabela Tetap Sehat

Beberapa tips tambahan dari petani dan peneliti pertanian:

  • Gunakan air bersih dari saluran irigasi yang mengalir.
  • Hindari mengisi air dari kolam atau selokan yang banyak lumutnya.
  • Cek sawah setiap 2–3 hari untuk memastikan permukaan air tidak mulai hijau.
  • Jaga pH air sawah di kisaran 5,5–6,5 agar unsur hara seimbang.
  • Setelah panen, olah tanah dengan membalik lapisan atas agar alga lama terurai.


Kesimpulan Praktis untuk Petani

Masalah sawah berlumut setelah tanam tabela memang sering muncul, terutama di awal musim tanam.

Namun dengan pengaturan air, cara pemupukan yang benar, dan perawatan ringan, masalah ini bisa diatasi dengan cepat.

Ingat:

  • Jangan biarkan lumut menumpuk tebal.
  • Segera ganti air, aduk permukaan, dan benamkan pupuk ke dalam tanah.
  • Untuk musim berikutnya, pastikan sawah kering dulu sebelum ditanami lagi.

Dengan langkah sederhana dan cepat, sawah tabela tetap sehat, padi tumbuh subur, dan hasil panen tetap maksimal.


November 25, 2025


EmoticonEmoticon