Tapi sering kali, baru saja bunga bermekaran, eh... beberapa
minggu kemudian rontok satu per satu.
Padahal sudah dirawat dengan penuh kasih, disiram, bahkan diberi pupuk.
Masalah bunga atau buah mangga rontok ini sering dialami
oleh petani tradisional, petani milenial, bahkan penghobi tanaman rumah. Nah,
supaya panen tidak gagal di tengah jalan, yuk kita bahas cara agar bunga buah mangga tidak rontok—berdasarkan
penelitian dan pengalaman lapangan!
Penyebab Bunga dan Buah Mangga Rontok
Berdasarkan hasil kajian dari Balitbangtan (Kementerian Pertanian RI)
dan beberapa universitas seperti IPB dan UGM,
ada beberapa penyebab utama kenapa bunga atau buah muda mangga bisa rontok:
1. Kekurangan atau kelebihan air (stres air)
Saat tanah terlalu kering atau malah tergenang, akar mangga
sulit menyerap nutrisi. Pohon jadi “stres” dan melepas bunga atau buah muda.
"Sumber: FAO – “Water stress can lead to flower and fruit
drop in mango.”
2. Kekurangan nutrisi penting
Kekurangan unsur seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan
kalium (K) bisa membuat bunga lemah dan mudah rontok.
Penelitian IPB menunjukkan pemberian NPK seimbang membantu
mempertahankan bunga hingga berbuah.
3. Cuaca ekstrem dan perubahan suhu
Hujan deras atau angin kencang saat bunga muncul dapat
merontokkan bunga. Suhu tinggi juga membuat serbuk sari cepat mati.
4. Serangan hama dan penyakit
Hama pengisap bunga (seperti trips, kutu putih, atau lalat
buah) bisa merusak bakal buah.
Penyakit jamur pada bunga (misalnya antraknosa) juga sering membuat tangkai
bunga menghitam lalu rontok.
Data Balitbangtan: antraknosa menjadi penyebab utama gagal
bunga pada mangga di musim hujan.
5. Pohon terlalu rimbun atau terlalu banyak bunga
Kalau daun dan cabang terlalu banyak, energi pohon terbagi.
Akibatnya, bunga yang tidak kuat akan gugur sendiri.
Gejala di Lapangan
Petani bisa mengenali tanda-tanda awal bunga atau buah mangga
yang akan rontok:
- Bunga berubah warna jadi kecokelatan dan kering.
- Tangkai bunga layu dan mudah lepas saat disentuh.
- Buah kecil (seukuran kelereng) jatuh sebelum matang.
- Banyak bunga mekar tapi hanya sedikit yang jadi buah.
- Pohon terlihat subur daunnya, tapi minim buah.
Kalau tanda-tanda ini muncul, segera periksa penyebabnya
sebelum terlambat.
Dampak bagi Produksi
Rontok bunga dan buah bukan masalah sepele.
Kalau dibiarkan, bisa menyebabkan:
- Penurunan hasil panen hingga 50–80%, terutama pada varietas mangga lokal seperti Arumanis dan Manalagi.
- Kualitas buah menurun karena hanya sedikit buah yang bertahan.
- Pohon kelelahan, sebab sudah menggunakan energi besar untuk berbunga tapi hasilnya hilang begitu saja.
Pengendalian Alami / Hayati
Sebelum menggunakan bahan kimia, sebaiknya mulai dari cara
alami:
1. Gunakan pupuk organik dan kompos matang.
Ini memperbaiki struktur tanah dan menjaga mikroba baik agar
akar sehat.
2. Pelihara serangga penyerbuk seperti lebah.
Penyerbukan yang baik meningkatkan pembentukan buah.
3. Semprotkan pestisida nabati (misalnya dari daun mimba atau serai).
Efektif untuk mengusir hama trips atau kutu bunga tanpa
merusak bunga.
4. Gunakan Trichoderma atau Bacillus subtilis (agen hayati) untuk mencegah penyakit jamur pada bunga.
Pengendalian Mekanis dan Budidaya
Langkah sederhana ini bisa dilakukan oleh siapa saja di
kebun atau pekarangan:
1. Pangkas cabang terlalu rimbun.
Cahaya matahari dan sirkulasi udara yang cukup membuat bunga
tidak mudah busuk atau rontok.
2. Atur air dan drainase.
Jangan terlalu sering menyiram saat berbunga. Air cukup,
tapi jangan sampai becek.
3. Pupuk sebelum berbunga.
Berikan pupuk dasar (misalnya NPK 15-15-15 atau pupuk
kandang matang) beberapa minggu sebelum pohon berbunga.
FAO menyarankan pemberian pupuk seimbang menjelang masa
pembungaan untuk mengurangi “fruit drop”.
4. Kurangi beban bunga (thinning).
Jika bunga terlalu banyak, sisakan sebagian saja agar pohon
fokus memberi nutrisi ke bunga yang tersisa.
5. Lindungi bunga dari hujan deras.
Gunakan paranet atau pelindung sementara jika musim hujan
datang saat berbunga.
Pengendalian Kimia (Chemical Control)
Penggunaan bahan kimia sebaiknya menjadi langkah terakhir
dan dilakukan sesuai petunjuk resmi. Beberapa bahan yang bisa membantu antara
lain:
1. Pupuk daun berbasis kalium nitrat (KNO₃)
- Fungsi: Merangsang pembungaan dan memperkuat tangkai bunga.
- Dosis umum: 10 g/L air, disemprotkan sebelum dan saat awal bunga mekar.
Penelitian di India dan Filipina (FAO, 2022) menunjukkan
KNO₃ menurunkan tingkat rontok bunga hingga 25–30%.
2. Fungisida berbahan aktif mankozeb atau tembaga hidroksida
- Fungsi: Mencegah jamur seperti antraknosa.
- Gunakan hanya jika benar-benar ada gejala penyakit.
3. Zat pengatur tumbuh (ZPT) seperti NAA (Naphthaleneacetic Acid) dosis rendah
- Fungsi: Membantu buah muda melekat lebih kuat.
- Gunakan hati-hati sesuai anjuran label produk.
Tips Pencegahan Lapangan
Agar bunga dan buah mangga tidak mudah rontok:
- Gunakan pupuk kandang matang dan NPK seimbang setiap 3–4 bulan.
- Semprot pupuk daun (mikronutrien) sebelum musim bunga.
- Pangkas cabang yang terlalu lebat.
- Jaga drainase, hindari genangan air.
- Kendalikan hama dan penyakit sejak dini.
- Jangan memberi pestisida keras saat pohon sedang berbunga.
- Catat pola musim berbunga agar perawatan bisa disesuaikan.
Kesimpulan Praktis untuk Petani
Masalah bunga dan buah mangga rontok bisa diatasi jika kita
paham penyebab dan menerapkan langkah-langkah sederhana seperti:
- Pemupukan seimbang
- Pengairan tepat
- Pemangkasan ringan
- Perlindungan dari hama & penyakit
- Penggunaan KNO₃ atau ZPT secara bijak
Kuncinya adalah perawatan rutin dan seimbang.
Pohon mangga yang sehat, tidak stres, dan cukup nutrisi akan mampu
mempertahankan bunga hingga panen lebat!
%20Cara%20Agar%20Bunga%20Buah%20Mangga%20Tidak%20Rontok.jpg)
EmoticonEmoticon