Pernah lihat bulir padi yang kelihatannya sehat, tapi ternyata kosong saat digiling? Nah, itu bisa jadi ulah hama walang sangit — si serangga kecil yang suka menghisap cairan bulir padi. Walang sangit (Leptocorisa oratorius) memang musuh utama petani padi, terutama saat musim berbunga dan menjelang panen.
Tapi tenang! Dengan cara pengendalian yang tepat — mulai
dari alami, budidaya, sampai kimia — kita bisa menekan serangan hama ini tanpa
merusak lingkungan. Yuk, kita bahas lengkap dan sederhana biar mudah
dipraktikkan di lapangan!
Penyebab dan Latar Belakang
Menurut Balitbangtan dan IRRI,
walang sangit berkembang pesat saat:
- Musim panas atau udara kering menjelang panen.
- Tanaman padi tidak ditanam serempak, sehingga selalu ada padi berbunga untuk tempat hidupnya.
- Banyak rumput liar dan gulma di sekitar sawah yang jadi tempat berlindungnya.
Serangga ini punya mulut berbentuk jarum (rostrum)
yang digunakan untuk menusuk dan menghisap cairan
bulir padi. Akibatnya, bulir jadi hampa atau setengah terisi.
Penelitian Universitas
Muhammadiyah Palembang (2023) menunjukkan populasi walang sangit
bisa mencapai 9–10 ekor per 30 ayunan jaring
di umur 42–56 hari setelah tanam — fase kritis yang wajib diawasi petani.
Ciri-Ciri Serangan di Lapangan
Ciri serangan walang sangit cukup mudah dikenali kalau kita
jeli:
- Bulir padi tampak hampa atau kosong, padahal bentuknya utuh.
- Ada bintik-bintik hitam atau cokelat di permukaan gabah (bekas tusukan).
- Saat pagi atau sore, terlihat serangga panjang berwarna coklat beterbangan di atas malai.
- Padi yang terserang berat sering terlambat menguning dan hasil gabahnya ringan.
Catatan:
Serangan paling berat terjadi di fase masak susu
— saat bulir baru mulai berisi. Inilah waktu paling penting untuk pengawasan.
Dampak pada Produksi
Menurut Balai Proteksi Tanaman Pangan,
serangan walang sangit bisa menurunkan hasil panen hingga 50%, terutama bila tidak
dikendalikan sejak awal.
Dampak lainnya:
- Bulir padi rusak atau tidak terisi sempurna.
- Berat gabah turun → hasil panen berkurang.
- Gabah cacat menyebabkan penurunan kualitas beras di pasaran.
Penelitian di Politeknik
Pertanian Pangkep mencatat bahwa populasi 4–5 ekor walang sangit
per rumpun sudah cukup menimbulkan kerusakan 7–8% pada malai padi.
Pengendalian Alami (Hayati)
Cara ini ramah lingkungan dan bisa jadi pilihan utama
sebelum pakai bahan kimia.
1. Jamur Beauveria bassiana
- Jamur ini bisa mematikan walang sangit secara alami.
- Uji di Universitas Lampung menunjukkan dosis 10 ml/L larutan jamur bisa menekan populasi walang sangit hingga 76% dalam 12 hari.
2. Pestisida Nabati
- Gunakan ekstrak daun paitan atau sambiloto.
- Konsentrasi 30% dari ekstrak daun paitan mampu membunuh hingga 85% populasi walang sangit dalam 5 hari (Jurnal AgroPet, 2022).
3. Perangkap Bau Busuk
- Walang sangit tertarik bau bangkai ikan, keong mas, atau kepiting.
- Cukup taruh umpan ini di wadah terbuka di pinggir petakan sawah.
- Penelitian di Pontianak menunjukkan cara ini sangat efektif menurunkan populasi hama.
Pengendalian Mekanis & Budidaya
Cara ini sederhana tapi terbukti efektif jika dilakukan
bersama-sama di satu hamparan sawah:
- Tanam serempak dalam satu wilayah agar fase berbunga tidak berbeda jauh.
- Bersihkan gulma dan rumput liar di pematang serta sekitar sawah.
- Pasang perangkap bau (ikan atau keong busuk) saat padi mulai berbunga.
- Gunakan varietas padi tahan hama, bila tersedia di daerah setempat.
- Terapkan sistem tanam jarak lebar (misal 25×25 cm) agar sirkulasi udara baik dan predator alami mudah bergerak.
Penelitian di Politeknik
Pertanian Pangkep juga menemukan bahwa sistem tanam “Largo 4:1 +
pemupukan tepat” menurunkan jumlah walang sangit dibanding cara tanam biasa.
Pengendalian Kimia (Jika Terpaksa)
Kalau populasi sudah tinggi dan melewati ambang kendali,
barulah gunakan insektisida — dengan bijak dan selektif.
- Bahan aktif yang direkomendasikan:
- Pimetrozin (Plenum 50 WG) → menghentikan aktivitas makan walang sangit.
- Deltametrin / Lamda-sihalotrin → bekerja sebagai racun kontak, efektif jika diaplikasikan saat pagi/sore.
- Cara kerja singkat:
Hama menghisap cairan tanaman yang sudah mengandung bahan aktif → terganggu sistem saraf → berhenti makan → mati.
Gunakan prinsip 6T:
- Tepat sasaran
- Tepat jenis
- Tepat dosis
- Tepat waktu
- Tepat cara
- Tepat mutu
Catatan penting:
Jangan menyemprot berlebihan. Penyemprotan sebaiknya dilakukan setelah pengendalian alami gagal
dan hanya pada area yang benar-benar terserang berat.
Pencegahan Lapangan
Mencegah jauh lebih mudah daripada mengobati. Berikut
langkah pencegahan efektif:
- Tanam padi serempak antarpetani satu hamparan.
- Bersihkan gulma dan rerumputan secara rutin.
- Pasang perangkap bau keong mas sejak fase berbunga.
- Gunakan pupuk seimbang (N, P, K) agar tanaman kuat dan tidak terlalu hijau (daun hijau pekat terlalu menarik hama).
- Pantau rutin populasi hama sejak fase bunting.
- Terapkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) untuk menjaga keseimbangan ekosistem sawah.
Kesimpulan Praktis untuk Petani
Hama walang sangit memang kecil, tapi dampaknya besar kalau
diabaikan.
Kuncinya adalah kombinasi tiga cara
pengendalian:
1. Budidaya & mekanis → tanam serempak, bersihkan gulma, pasang perangkap.
2. Alami & hayati → manfaatkan jamur Beauveria bassiana dan pestisida nabati.
3. Kimia (terakhir) → gunakan insektisida sesuai dosis dan waktu yang tepat.
Dengan strategi ini, petani bisa menekan serangan walang sangit hingga di bawah
ambang kerugian ekonomi dan menjaga hasil panen tetap tinggi.

EmoticonEmoticon