Beberapa penelitian Balitbangtan dan laporan FAO menjelaskan
bahwa tanaman jagung cukup sensitif terhadap beberapa jenis herbisida tertentu,
terutama herbisida golongan hormon dan broadleaf killer. Jika tidak
ditangani dengan cepat, keracunan bisa membuat daun mengering, pertumbuhan
terhambat, dan hasil panen menurun.
Artikel ini membahas penyebab, gejala, cara memulihkan, hingga pencegahan, dengan bahasa
sederhana agar mudah dipahami oleh petani tradisional, petani milenial, dan
pembaca awam lainnya.
Penyebab Jagung Terkena Herbisida
a. Drift atau Hembusan Angin
Menurut FAO, herbicide drift
adalah perpindahan butiran semprot yang terbawa angin hingga mengenai tanaman
lain. Jagung yang terkena drift herbisida bisa mengalami kerusakan meski
dosisnya kecil.
b. Kesalahan Dosis dan Pencampuran
Laporan Kementerian Pertanian RI menyebutkan bahwa kesalahan
dosis adalah penyebab paling umum keracunan herbisida di lahan campuran.
Terlalu pekat atau salah mencampur produk berisiko merusak tanaman yang
sensitif, termasuk jagung.
c. Aplikasi Terlalu Dekat dengan Tanaman
Menurut panduan IRRI dan Balitbangtan, jarak aman
penyemprotan herbisida minimal 5–10 meter
jika ada tanaman pangan yang sensitif.
d. Jenis Herbisida yang Berbahaya untuk Jagung
Beberapa herbisida yang diketahui menyebabkan kerusakan pada
jagung, menurut literatur universitas pertanian (IPB & UGM), adalah:
- Herbisida golongan 2,4-D
- Golongan synthetic auxin (pemicu daun keriting & menggulung)
- Beberapa herbisida selektif broadleaf
Gejala Keracunan Herbisida pada Jagung Umur 50 HST
a. Daun Mengering dan Menguning
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gejala awal adalah klorosis (warna daun memucat),
lalu berubah menjadi cokelat/kering.
b. Pertumbuhan Terhambat
Batang terlihat pendek dan ukuran tanaman tidak seragam.
c. Daun Menggulung atau Mengeriting
Ini sering terjadi pada paparan herbisida hormon seperti
2,4-D.
d. Batang Menghitam atau Terlihat Luka
Jika terkena droplet pekat, batang bisa terlihat berbekas
seperti terbakar.
Dampak Keracunan Herbisida jika Tidak Segera Ditangani
Berdasarkan Balitbangtan, kerusakan daun pada fase vegetatif
akhir dapat menurunkan efisiensi fotosintesis, sehingga:
- Tanaman sulit membentuk tongkol
- Biji tidak terisi penuh
- Potensi gagal panen meningkat
Cara Memulihkan Jagung Umur 50 HST yang Terkena Herbisida
Berikut langkah-langkah yang umum digunakan dalam praktik
lapang dan direkomendasikan berbagai literatur:
a. Hentikan Semua Aplikasi Pestisida Sementara
Jagung yang stres tidak boleh diberi bahan kimia tambahan.
Balitbangtan menyarankan memberi jeda 5–7 hari
sebelum aplikasi apa pun.
b. Berikan Penyiraman atau Irigasi yang Cukup
Air membantu mempercepat metabolisme dan pemulihan jaringan
tanaman.
Belum ada data ilmiah spesifik tentang jumlah ideal air,
tetapi berdasarkan praktik lapang,
petani yang memberikan irigasi ringan lebih cepat melihat pemulihan.
c. Semprotkan Pupuk Daun Pemulih (Kaya Mg, Zn, dan N Ringan)
Literatur IPB & FAO menyebutkan bahwa unsur:
- Magnesium (Mg) mendukung pembentukan klorofil
- Zinc (Zn) membantu pemulihan sistem enzim
- Nitrogen ringan mempercepat pertumbuhan daun baru
Gunakan dosis rendah untuk menghindari stres tambahan.
d. Aplikasi Asam Amino atau ZPT Pemulih Stress
Buku fisiologi tanaman (UGM & Unpad) mencatat bahwa asam
amino membantu:
- Meningkatkan metabolisme tanaman yang terluka
- Mempercepat pertumbuhan tunas baru
Asam amino dari ekstrak ikan atau kedelai cukup aman.
e. Berikan Pupuk Kalium (KCl atau KNO₃) Dosis Ringan
Kalium penting untuk pengaturan air dan memperkuat jaringan
tanaman.
Balitbangtan mencatat bahwa kalium membantu meningkatkan
ketahanan stres.
Gunakan dosis sangat ringan:
- KCl: 2–3 g per tanaman, atau
- KNO₃: 1–2 g per tanaman
f. Pemangkasan Daun yang Sangat Rusak
FAO menyatakan bahwa menghilangkan jaringan yang mati dapat:
- Mencegah penyakit sekunder
- Mengurangi beban metabolik tanaman
g. Menambah Bahan Organik (Kompos / POC)
Kompos meningkatkan kapasitas tanah menahan air dan unsur
hara.
Hasil penelitian IPB menunjukkan bahwa tanah dengan bahan
organik tinggi mempercepat pemulihan tanaman stres.
Rekomendasi Campuran Pemulihan (Aman untuk Jagung)
a. Campuran Pemulihan Daun (Dosis Rendah)
Campuran yang umum dipakai pada praktik lapangan di
Indonesia:
- Pupuk daun Mg + Zn dosis rendah
- Asam amino 1–2 ml/liter
- Nitrogen ringan (misal urea 0,5 g/liter)
Catatan:
Belum ada formula tunggal yang ditetapkan oleh FAO atau Balitbangtan.
Rekomendasi ini berdasarkan praktik lapang petani dan penyuluh.
b. Campuran Pemulihan Akar
Dapat diberikan saat penyiraman:
- Kompos halus atau POC organik
- KCl dosis ringan 2–3 g per tanaman
- Molases atau gula merah cair (opsional untuk mikroba tanah)
Lama Waktu Pemulihan
Balitbangtan mengamati bahwa tanaman jagung yang mengalami
stres ringan–sedang biasanya pulih dalam 7–14 hari.
Namun, jika kerusakan berat (daun kering >60%), pemulihan
bisa memakan waktu 2–3 minggu
atau bahkan tidak pulih optimal.
Cara Mencegah Keracunan Herbisida di Masa Depan
a. Perhatikan Arah Angin saat Menyemprot
FAO merekomendasikan penyemprotan saat kecepatan angin
rendah (kurang dari 10 km/jam).
b. Gunakan Nozzle Anti-Drift
Nozzle tipe low-drift membuat butiran lebih besar sehingga
tidak mudah terbawa angin.
c. Hindari Semprot saat Cuaca Terlalu Panas
Evaporasi tinggi dapat membuat herbisida menguap dan
berpindah ke tanaman jagung.
d. Beri Jarak Aman dari Pertanaman Jagung
Minimal 5–10 meter,
sesuai rekomendasi IRRI dan Balitbangtan.
e. Edukasi Pekerja atau Tetangga
Komunikasi antar petani sangat penting untuk mencegah
insiden drift.
Kesimpulan
Keracunan herbisida pada jagung umur 50 HST bisa terjadi
karena drift, kesalahan dosis, atau penggunaan herbisida yang tidak aman.
Gejalanya mulai dari daun menguning, menggulung, hingga mengering. Jika tidak
ditangani, pertumbuhan dan hasil panen bisa menurun drastis.
Dengan langkah pemulihan seperti irigasi cukup, pupuk daun
dosis ringan, asam amino, dan penambahan kalium, tanaman biasanya bisa pulih
dalam 1–2 minggu. Pencegahan juga penting, terutama memperhatikan angin dan
jarak semprot.
Dengan penanganan tepat, peluang tanaman jagung kembali
sehat masih sangat besar.

EmoticonEmoticon