Cara Memulihkan Jagung Umur 50 HST yang Terkena Herbisida dan Daunnya Mengering

Ilustrasi vektor tanaman jagung umur 50 hari dengan beberapa daun mengering dan menggulung akibat paparan herbisida, gaya sederhana dengan latar hijau lembut tanpa teks.
Keracunan herbisida pada tanaman jagung bukan hal yang jarang terjadi, terutama di lahan campuran atau lahan yang berdekatan dengan tanaman gulma dan kebun tetangga. Pada umur 50 HST, jagung berada pada fase pertumbuhan aktif (vegetatif akhir – mendekati generatif). Di fase ini, kerusakan daun akibat herbisida bisa menghambat pembentukan tongkol.

Beberapa penelitian Balitbangtan dan laporan FAO menjelaskan bahwa tanaman jagung cukup sensitif terhadap beberapa jenis herbisida tertentu, terutama herbisida golongan hormon dan broadleaf killer. Jika tidak ditangani dengan cepat, keracunan bisa membuat daun mengering, pertumbuhan terhambat, dan hasil panen menurun.

Artikel ini membahas penyebab, gejala, cara memulihkan, hingga pencegahan, dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh petani tradisional, petani milenial, dan pembaca awam lainnya.


Penyebab Jagung Terkena Herbisida

a. Drift atau Hembusan Angin

Menurut FAO, herbicide drift adalah perpindahan butiran semprot yang terbawa angin hingga mengenai tanaman lain. Jagung yang terkena drift herbisida bisa mengalami kerusakan meski dosisnya kecil.

b. Kesalahan Dosis dan Pencampuran

Laporan Kementerian Pertanian RI menyebutkan bahwa kesalahan dosis adalah penyebab paling umum keracunan herbisida di lahan campuran. Terlalu pekat atau salah mencampur produk berisiko merusak tanaman yang sensitif, termasuk jagung.

c. Aplikasi Terlalu Dekat dengan Tanaman

Menurut panduan IRRI dan Balitbangtan, jarak aman penyemprotan herbisida minimal 5–10 meter jika ada tanaman pangan yang sensitif.

d. Jenis Herbisida yang Berbahaya untuk Jagung

Beberapa herbisida yang diketahui menyebabkan kerusakan pada jagung, menurut literatur universitas pertanian (IPB & UGM), adalah:

  • Herbisida golongan 2,4-D
  • Golongan synthetic auxin (pemicu daun keriting & menggulung)
  • Beberapa herbisida selektif broadleaf


Gejala Keracunan Herbisida pada Jagung Umur 50 HST

a. Daun Mengering dan Menguning

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gejala awal adalah klorosis (warna daun memucat), lalu berubah menjadi cokelat/kering.

b. Pertumbuhan Terhambat

Batang terlihat pendek dan ukuran tanaman tidak seragam.

c. Daun Menggulung atau Mengeriting

Ini sering terjadi pada paparan herbisida hormon seperti 2,4-D.

d. Batang Menghitam atau Terlihat Luka

Jika terkena droplet pekat, batang bisa terlihat berbekas seperti terbakar.


Dampak Keracunan Herbisida jika Tidak Segera Ditangani

Berdasarkan Balitbangtan, kerusakan daun pada fase vegetatif akhir dapat menurunkan efisiensi fotosintesis, sehingga:

  • Tanaman sulit membentuk tongkol
  • Biji tidak terisi penuh
  • Potensi gagal panen meningkat


Cara Memulihkan Jagung Umur 50 HST yang Terkena Herbisida

Berikut langkah-langkah yang umum digunakan dalam praktik lapang dan direkomendasikan berbagai literatur:

a. Hentikan Semua Aplikasi Pestisida Sementara

Jagung yang stres tidak boleh diberi bahan kimia tambahan. Balitbangtan menyarankan memberi jeda 5–7 hari sebelum aplikasi apa pun.

b. Berikan Penyiraman atau Irigasi yang Cukup

Air membantu mempercepat metabolisme dan pemulihan jaringan tanaman.

Belum ada data ilmiah spesifik tentang jumlah ideal air, tetapi berdasarkan praktik lapang, petani yang memberikan irigasi ringan lebih cepat melihat pemulihan.

c. Semprotkan Pupuk Daun Pemulih (Kaya Mg, Zn, dan N Ringan)

Literatur IPB & FAO menyebutkan bahwa unsur:

  • Magnesium (Mg) mendukung pembentukan klorofil
  • Zinc (Zn) membantu pemulihan sistem enzim
  • Nitrogen ringan mempercepat pertumbuhan daun baru

Gunakan dosis rendah untuk menghindari stres tambahan.

d. Aplikasi Asam Amino atau ZPT Pemulih Stress

Buku fisiologi tanaman (UGM & Unpad) mencatat bahwa asam amino membantu:

  • Meningkatkan metabolisme tanaman yang terluka
  • Mempercepat pertumbuhan tunas baru

Asam amino dari ekstrak ikan atau kedelai cukup aman.

e. Berikan Pupuk Kalium (KCl atau KNO₃) Dosis Ringan

Kalium penting untuk pengaturan air dan memperkuat jaringan tanaman.

Balitbangtan mencatat bahwa kalium membantu meningkatkan ketahanan stres.

Gunakan dosis sangat ringan:

  • KCl: 2–3 g per tanaman, atau
  • KNO₃: 1–2 g per tanaman

f. Pemangkasan Daun yang Sangat Rusak

FAO menyatakan bahwa menghilangkan jaringan yang mati dapat:

  • Mencegah penyakit sekunder
  • Mengurangi beban metabolik tanaman

g. Menambah Bahan Organik (Kompos / POC)

Kompos meningkatkan kapasitas tanah menahan air dan unsur hara.

Hasil penelitian IPB menunjukkan bahwa tanah dengan bahan organik tinggi mempercepat pemulihan tanaman stres.


Rekomendasi Campuran Pemulihan (Aman untuk Jagung)

a. Campuran Pemulihan Daun (Dosis Rendah)

Campuran yang umum dipakai pada praktik lapangan di Indonesia:

  • Pupuk daun Mg + Zn dosis rendah
  • Asam amino 1–2 ml/liter
  • Nitrogen ringan (misal urea 0,5 g/liter)

Catatan: Belum ada formula tunggal yang ditetapkan oleh FAO atau Balitbangtan. Rekomendasi ini berdasarkan praktik lapang petani dan penyuluh.

b. Campuran Pemulihan Akar

Dapat diberikan saat penyiraman:

  • Kompos halus atau POC organik
  • KCl dosis ringan 2–3 g per tanaman
  • Molases atau gula merah cair (opsional untuk mikroba tanah)


Lama Waktu Pemulihan

Balitbangtan mengamati bahwa tanaman jagung yang mengalami stres ringan–sedang biasanya pulih dalam 7–14 hari.

Namun, jika kerusakan berat (daun kering >60%), pemulihan bisa memakan waktu 2–3 minggu atau bahkan tidak pulih optimal.


Cara Mencegah Keracunan Herbisida di Masa Depan

a. Perhatikan Arah Angin saat Menyemprot

FAO merekomendasikan penyemprotan saat kecepatan angin rendah (kurang dari 10 km/jam).

b. Gunakan Nozzle Anti-Drift

Nozzle tipe low-drift membuat butiran lebih besar sehingga tidak mudah terbawa angin.

c. Hindari Semprot saat Cuaca Terlalu Panas

Evaporasi tinggi dapat membuat herbisida menguap dan berpindah ke tanaman jagung.

d. Beri Jarak Aman dari Pertanaman Jagung

Minimal 5–10 meter, sesuai rekomendasi IRRI dan Balitbangtan.

e. Edukasi Pekerja atau Tetangga

Komunikasi antar petani sangat penting untuk mencegah insiden drift.


Kesimpulan

Keracunan herbisida pada jagung umur 50 HST bisa terjadi karena drift, kesalahan dosis, atau penggunaan herbisida yang tidak aman. Gejalanya mulai dari daun menguning, menggulung, hingga mengering. Jika tidak ditangani, pertumbuhan dan hasil panen bisa menurun drastis.

Dengan langkah pemulihan seperti irigasi cukup, pupuk daun dosis ringan, asam amino, dan penambahan kalium, tanaman biasanya bisa pulih dalam 1–2 minggu. Pencegahan juga penting, terutama memperhatikan angin dan jarak semprot.

Dengan penanganan tepat, peluang tanaman jagung kembali sehat masih sangat besar.


November 21, 2025


EmoticonEmoticon