Serangannya bisa muncul kapan saja, terutama saat cuaca
tidak menentu. Banyak petani mengeluh: “Padinya sehat kemarin, kok hari ini
sudah menguning?” atau “Bulir padi jadi hampa semua!”.
Artikel ini dibuat untuk membantu petani — baik petani
tradisional, petani milenial, hingga penghobi tanaman — memahami cara mengenali
dan mengendalikan hama sejak dini dengan panduan yang jelas, ringan, dan
praktis.
Kenapa Wereng, Walang Sangit, dan Ulat Menjadi Ancaman Serius?
Menurut laporan FAO dan IRRI, serangan hama padi dapat
menyebabkan kerugian
hasil hingga 30–70% jika tidak dikendalikan dengan baik.
Beberapa alasan kenapa hama ini sangat berbahaya:
- Mereka berkembang biak cepat.
- Cuaca panas + lembab adalah kondisi ideal.
- Banyak petani salah memilih obat.
- Penggunaan pestisida berulang menyebabkan resistensi.
- Ketidakseimbangan ekosistem (musuh alami hilang).
Mengenal Hama Wereng pada Padi
A. Jenis Wereng yang Umum Menyerang
Sumber: IRRI, Balitbangtan
- Wereng Batang Coklat (WBC)
– Nilaparvata lugens
- Wereng Hijau
– Nephotettix virescens
B. Ciri-Ciri Serangan Wereng
- Daun padi berubah menguning lalu mengering.
- Terdapat bercak coklat di pangkal batang.
- Bila serangan parah, menyebabkan hopperburn (tanaman gosong seperti terbakar).
- Banyak wereng menempel di pangkal rumpun.
C. Fase Serangan
- Mulai terlihat sejak fase vegetatif, namun paling merusak pada umur 30–60 HST.
Mengenal Hama Walang Sangit
A. Apa Itu Walang Sangit?
Serangga berbau menyengat (Leptocorisa oratorius) yang menusuk
bulir padi dan menghisap cairannya.
B. Ciri-Ciri Serangan
- Bulir menjadi hampa atau bernas tidak penuh.
- Bulir berwarna coklat kehitaman.
- Bau menyengat saat populasinya tinggi.
- Kerap terlihat saat padi berbunga.
C. Waktu Serangan
- Paling parah di fase bunting hingga pengisian bulir (45–80 HST).
Mengenal Hama Ulat pada Padi
A. Jenis Ulat yang Umum Menyerang
Sumber: Balitbangtan, IRRI
- Ulat Penggerek Batang (Scirpophaga incertulas)
- Ulat Grayak (Spodoptera litura)
- Ulat Tentara (Spodoptera frugiperda, FAW)
B. Ciri-Ciri Serangan Ulat
- Daun berlubang-lubang.
- Batang patah dan kering (deadheart).
- Malai tidak keluar (whitehead).
- Banyak kotoran ulat di pangkal rumpun.
C. Fase Serangan
- Ulat penggerek: mulai vegetatif – reproduktif.
- Ulat grayak: awal tanam – 40 HST.
- FAW: sejak persemaian.
Penyebab Populasi Hama Meningkat
Berdasarkan laporan Kementerian Pertanian RI:
- Penggunaan pestisida berulang jenis yang sama.
- Musuh alami hilang (laba-laba, kepik, parasitoid).
- Penanaman serempak tidak dilakukan.
- Gulma dibiarkan tinggi.
- Pemupukan nitrogen berlebih (urea).
Cara Ampuh Mengatasi Wereng, Walang Sangit, dan Ulat
A. Pengendalian Kultur Teknis
- Tanam serempak dalam 2–3 minggu.
- Gunakan varietas tahan (data Balitbangtan: Inpari 32, Inpari 42).
- Pengairan berselang (intermittent).
- Kurangi pemupukan N berlebih.
- Jaga kebersihan gulma di tepi sawah.
B. Pengendalian Hayati
- Lepas musuh alami: laba-laba, capung, kepik.
- Pasang lampu perangkap.
- Gunakan biopestisida berbahan Beauveria, Metarhizium, atau Bt (Bacillus thuringiensis) — disarankan oleh IRRI dan FAO.
C. Pengendalian Kimia
1. Insektisida untuk Wereng
(Sumber: IRRI & Kementan)
- Buprofesin
- Pymetrozine
- Thiamethoxam
- Imidacloprid
2. Insektisida untuk Walang Sangit
- Deltametrin
- Fenvalerat
- Lambda-sihalotrin
- Beta-siflutrin
3. Insektisida untuk Ulat
- Klorantraniliprol (paling direkomendasikan IRRI)
- Emamektin benzoate
- Lufenuron
- Bt (hayati)
4. Cara Aplikasi yang Benar
- Semprot pagi atau sore, hindari tengah hari.
- Nozzle kuning/biru untuk padi.
- Jangan mencampur insektisida dengan pupuk daun pekat (risiko fitotoksik).
- Semprot arah bawah untuk wereng.
- Semprot malai untuk walang sangit.
5. Takaran Umum
Catatan: Gunakan sesuai dosis label.
Strategi Pengendalian Berdasarkan Fase Pertumbuhan Padi
A. Fase Vegetatif (0–45 HST)
- Cek populasi wereng sejak awal.
- Kendalikan ulat grayak/FAW.
- Pemupukan N jangan berlebih.
B. Fase Bunghut–Pembungaan (45–75 HST)
- Waspadai serangan walang sangit.
- Batasi pestisida keras untuk menjaga serangga penyerbuk.
C. Fase Pengisian Bulir–Menjelang Panen (75+ HST)
- Hindari insektisida keras mendekati panen.
- Fokus pengendalian walang sangit bila populasi lewat ambang kendali.
Ambang Kendali (Kapan Perlu Menyemprot?)
Wereng (IRRI, Kementan)
- 10–20 ekor/rumpun → mulai waspada
- >20 ekor/rumpun → semprot
Walang Sangit
- 1 ekor per 10 rumpun pada fase pembungaan → semprot
- Populasi sedikit tapi bau menyengat → pantau intensif
Ulat Penggerek/Grayak
- 5% tanaman terserang → semprot
- Ditemukan banyak telur ulat → lakukan pencegahan asap dini
Kesalahan Umum Petani
- Terlalu sering ganti-ganti obat tanpa melihat bahan aktif.
- Menggunakan dosis overdosis.
- Campur semua obat dalam satu tangki.
- Semprot saat matahari terik.
- Tidak tanam serempak.
Tips Supaya Sawah Tetap Bebas Hama
- Rutin monitoring minimal 1–2 kali seminggu.
- Catat riwayat hama tiap musim tanam.
- Rotasi bahan aktif untuk mencegah resistensi.
- Gunakan insektisida hanya saat ambang kendali terlampaui.
Kesimpulan
Wereng, walang sangit, dan ulat memang menjadi tantangan besar bagi petani. Namun dengan pengendalian kultur teknis, hayati, dan kimia yang tepat, serta mengetahui ambang kendali dan fase serangan, petani bisa menekan kerugian secara signifikan. Kuncinya: kenali sejak dini, kendalikan secara tepat, dan hindari kesalahan pengaplikasian.
FAQ Petani
1. Obat apa paling ampuh untuk wereng?
Yang direkomendasikan IRRI: buprofesin, pymetrozine, atau
neonicotinoid seperti imidacloprid.
2. Obat yang bagus untuk walang sangit?
Pyrethroid seperti deltametrin, fenvalerat, dan
lambda-sihalotrin.
3. Obat terbaik untuk ulat penggerek batang?
Klorantraniliprol adalah pilihan utama di banyak negara
produsen padi.
4. Bolehkah insektisida dicampur?
Jika tidak ada label kompatibilitas, lebih aman tidak mencampur.
5. Kenapa hama cepat resisten?
Karena penggunaan bahan aktif sama terus-menerus dan dosis
tidak tepat.

EmoticonEmoticon