Sundep Termasuk Hama Apa? Ini Penjelasannya!

Ilustrasi vektor sundep pada tanaman padi, menunjukkan daun menguning, serangan larva penggerek batang, dan penampang batang padi yang rusak akibat hama penggerek.
Dalam budidaya padi, ada satu masalah klasik yang sering membuat petani geleng-geleng kepala: sundep. Tanaman yang awalnya sehat, tiba-tiba menguning dan mati di bagian tengah. Banyak petani tahu bentuk gejalanya, tetapi tidak semua memahami apa penyebab sundep sebenarnya, termasuk jenis hama apa yang menimbulkan serangan ini.

Artikel ini akan membahas sundep secara lengkap, berdasarkan data dari lembaga dan penelitian pertanian terpercaya seperti IRRI, FAO, dan hasil penelitian Kementerian Pertanian RI / Balitbangtan.


Apa Itu Sundep?

A. Pengertian Singkat

Sundep adalah kondisi ketika pucuk tanaman padi mati dan mengering pada fase vegetatif akibat serangan hama penggerek batang (stem borer). Kondisi ini menyebabkan batang patah di dalam, sehingga daun muda tidak bisa tumbuh normal.

Istilah sundep umum digunakan oleh petani di Indonesia, terutama di Jawa.

B. Bagaimana Sundep Terjadi?

  • Larva (ulat) hama penggerek batang masuk ke dalam batang padi.
  • Ulat memakan jaringan dalam batang (empulur).
  • Aliran nutrisi dan air terputus.
  • Daun tengah menguning dan akhirnya mati.

Menurut IRRI dan Balai Proteksi Tanaman Pangan Kementan, fase larva inilah yang menjadi fase paling merusak.


Sundep Termasuk Hama Apa?

A. Jenis Hama Penyebab Sundep

Sundep disebabkan oleh hama penggerek batang padi yang termasuk dalam kelompok Lepidoptera (kupu-kupu/moth).

Hama ini bukan satu spesies, tetapi terdiri dari beberapa jenis penggerek batang.

B. Spesies Penggerek Batang Paling Umum

Berdasarkan IRRI dan penelitian Balitbangtan, spesies utama penyebab sundep di Indonesia adalah:

  1. Scirpophaga incertulas (penggerek batang padi kuning)
  2. Scirpophaga innotata (penggerek batang padi putih)
  3. Chilo suppressalis (penggerek batang padi bergaris)
  4. Sesamia inferens

Catatan: Data ini berasal dari laporan IRRI dan penelitian perlindungan tanaman Balitbangtan.

C. Siklus Hidup Hama Penggerek Batang

Informasi siklus hidup ini berdasarkan IRRI dan FAO:

  1. Telur → diletakkan berkelompok di daun bagian bawah.
  2. Larva → fase paling merusak; masuk ke batang dan memakan jaringan.
  3. Pupa → berada di dalam batang atau pangkal rumpun.
  4. Ngengat dewasa (moth) → terbang malam hari, bertelur, dan siklus berulang.

Satu generasi bisa berlangsung 30–55 hari, bergantung kondisi lingkungan.


Ciri-Ciri Sundep pada Tanaman Padi

A. Gejala Awal

  • Daun muda (daun tengah) menguning.
  • Bagian pusat tanaman terlihat layu.
  • Batang terasa kosong jika ditekan.

B. Gejala Lanjut

  • Daun tengah kering dan mudah dicabut.
  • Terlihat bagian dalam batang yang habis dimakan larva.
  • Tanaman berhenti tumbuh.

C. Perbedaan Sundep vs Beluk

Keduanya disebabkan oleh penggerek batang, tetapi terjadi di fase berbeda:

IstilahFase TanamanGejala
SundepVegetatifPucuk/daun tengah mati, tanaman tidak bisa berbuah
BelukGeneratifMalai keluar tetapi hampa dan putih

Penjelasan ini sesuai publikasi IRRI tentang stem borer damage types.


Faktor Pemicu Serangan Sundep

Berdasarkan penelitian IRRI dan Balitbangtan, beberapa kondisi meningkatkan risiko sundep:

A. Aplikasi Pupuk Nitrogen Berlebihan

Nitrogen berlebihan membuat:

  • tanaman terlalu rimbun,
  • tanaman terlalu rimbun,
  • menarik ngengat untuk bertelur.

B. Tanaman Terlalu Rapat

Kondisi lembap dan teduh menjadi tempat ideal bagi larva penggerek.

C. Rotasi Tanaman Tidak Dilakukan

Penggerek bertahan di jerami dan pangkal tanaman. Jika padi ditanam terus-menerus tanpa rotasi, populasinya meningkat.

D. Curah Hujan Tinggi dan Musim Tertentu

Beberapa penelitian Balai Proteksi Tanaman menunjukkan:

  • Populasi penggerek meningkat pada musim hujan atau awal musim tanam.


Cara Mengendalikan Sundep pada Padi

Berdasarkan rekomendasi IPM (Pengendalian Hama Terpadu) dari IRRI dan Kementan.

A. Pengendalian Mekanis

  • Mengumpulkan dan membakar anakan yang terserang.
  • Memusnahkan kelompok telur di daun.
  • Menggenangi sawah 5–7 hari untuk menekan pupa (sesuai rekomendasi IRRI).

B. Pengendalian Kultur Teknis

  • Tanam serempak dalam satu kawasan.
  • Gunakan jarak tanam ideal (tidak terlalu rapat).
  • Pengaturan air dan sanitasi lahan.

C. Pengendalian Hayati

IRRI dan Balitbangtan melaporkan beberapa musuh alami:

  • Trichogramma spp. (parasitoid telur)
  • Tetrastichus spp.
  • Laba-laba sawah
  • Capung dan kepik predator

Musuh alami dapat menurunkan populasi penggerek secara signifikan di lapangan.

D. Pengendalian Kimia

Catatan penting:

Pengendalian kimia sebaiknya opsi terakhir, sesuai prinsip IPM.

Beberapa kelompok insektisida yang direkomendasikan Kementan untuk penggerek batang (tanpa menyebut merek):

  • Organofosfat
  • Karbanat
  • Neonikotinoid (dipakai dengan bijak)

Penyemprotan dilakukan pada fase telur atau ngengat, bukan saat larva sudah masuk batang.


Cara Mencegah Sundep Agar Tidak Terulang

A. Gunakan Varietas Tahan Penggerek Batang

Beberapa varietas padi hasil pemuliaan Balitbangtan memiliki ketahanan relatif terhadap penggerek, seperti:

  • Inpari IR Nutri Zinc
  • Inpari 32
  • Inpari 33

Catatan: Ketahanan bersifat relatif, bukan 100%.

B. Penerapan IPM (Integrated Pest Management)

Termasuk:

  • monitoring rutin,
  • penggunaan musuh alami,
  • sanitasi,
  • penggunaan pestisida bijak.

C. Penanaman Serempak dalam Satu Wilayah

Mengurangi peluang ngengat bertelur bertahap dari petak satu ke petak lainnya.

D. Monitoring Rutin

  • Gunakan perangkap lampu,
  • Perangkap feromon (digunakan dalam beberapa penelitian Balai Proteksi Tanaman).


Dampak Ekonomi Sundep bagi Petani

Data dari IRRI menunjukkan bahwa kerusakan berat penggerek batang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 20–80%, tergantung tahap serangan.

Di Indonesia, Balitbangtan juga mencatat bahwa kerusakan berat pada fase vegetatif dapat menyebabkan tanaman tidak membentuk malai sama sekali, sehingga sawah gagal panen.


Kesimpulan

Sundep adalah salah satu masalah penting dalam budidaya padi. Penyebab utamanya adalah hama penggerek batang pada fase larva. Dengan menerapkan IPM, penggunaan varietas tahan, pemupukan berimbang, dan penanaman serempak, risiko sundep bisa ditekan secara signifikan.

Pencegahan jauh lebih murah dibanding mengendalikan saat serangan sudah parah. Dengan memahami penyebab dan cara mencegahnya, petani bisa menjaga tanaman tetap sehat dan hasil panen tetap optimal.


Desember 17, 2025


EmoticonEmoticon