Bentuknya memang aneh, seperti “jerawat raksasa” di tongkol,
dan banyak orang menganggapnya penyakit berbahaya.
Benar, itu adalah penyakit bernama huitlacoche, penyebab kegagalan
panen di banyak negara penanam jagung.
Menariknya, di Meksiko jamur ini justru jadi bahan makanan
mahal. Tapi di Indonesia, huitlacoche tetap dianggap hama penyakit jagung yang harus dikendalikan.
Artikel ini akan mengulas penyebab,
gejala, cara mengatasi, hingga pencegahannya, berdasarkan
sumber-sumber ilmiah pertanian dari FAO, jurnal penyakit tanaman internasional,
serta penelitian kampus pertanian seperti IPB dan UGM—dengan bahasa yang ringan
dan mudah dimengerti.
Apa Itu Huitlacoche?
a. Definisi dan Penyebab
Huitlacoche atau corn smut
adalah penyakit pada jagung yang disebabkan oleh jamur Ustilago maydis.
Menurut berbagai jurnal patologi tanaman dan laporan FAO,
jamur ini menyerang bagian jagung yang masih muda atau sedang aktif tumbuh:
- Tongkol
- Kelobot
- Rambut jagung (silk)
- Batang muda
Jamur masuk melalui luka,
kelembapan tinggi, atau jaringan yang lemah.
b. Ciri-Ciri Jagung yang Terkena Jamur Hitam
Beberapa tanda yang mudah dikenali:
- Muncul benjolan besar pada tongkol, kelobot, atau batang.
- Warna awal putih keabu-abuan lalu menghitam.
- Jika pecah, mengeluarkan serbuk spora hitam.
- Tongkol gagal berkembang, biji menjadi tidak normal.
- Kelobot tampak menggembung dan tidak simetris.
c. Siklus Hidup Jamur
Berdasarkan sumber ilmiah:
- Jamur menghasilkan spora hitam sangat halus.
- Spora menyebar lewat angin, air hujan, manusia, dan alat pertanian.
- Spora masuk ke jaringan jagung melalui luka atau silk.
- Jamur berkembang dan membentuk gall (benjolan).
- Benjolan pecah → spora kembali menyebar.
Penyebab Utama Huitlacoche Muncul di Jagung
a. Kelembapan Tinggi dan Curah Hujan
FAO dan banyak penelitian menyebutkan bahwa kelembapan
tinggi adalah pemicu utama infeksi.
Pada cuaca lembap:
- spora mudah berkecambah
- luka cepat terinfeksi
- pertumbuhan jamur lebih cepat
b. Luka pada Tongkol atau Batang
Luka kecil saja bisa jadi pintu masuk jamur. Penyebab luka:
- hujan angin
- gesekan daun
- kerusakan akibat alat pertanian
- penyiangan yang menyentuh batang
- serangan hama
Penelitian internasional menunjukkan bahwa luka mekanis meningkatkan peluang infeksi
hingga 80%.
c. Serangan Hama yang Membuka Jalur Infeksi
Beberapa hama membuat luka pada kelobot dan silk sehingga
jamur mudah masuk:
- ulat penggerek tongkol
- ulat grayak
- kutu daun
- thrips
Belum ada data ilmiah pasti
mengenai hama mana yang paling dominan sebagai pembuka jalan infeksi, namun pengamatan lapangan menunjukkan
bahwa tanaman yang terkena penggerek kelobot punya risiko smut lebih tinggi.
d. Kebersihan Lahan Buruk
Jika sisa tanaman terinfeksi dibiarkan membusuk, spora akan
bertahan dan menginfeksi tanaman di musim berikutnya.
Dampak Serangan Huitlacoche bagi Petani
a. Penurunan Hasil Panen
Beberapa penelitian mencatat kerugian 20–40% pada wilayah
endemik smut.
b. Penurunan Kualitas Tongkol
Jagung yang terserang:
- tidak dapat dijual sebagai jagung konsumsi
- ukurannya kecil
- bentuknya tidak menarik
- biji tidak penuh
c. Risiko Penyebaran ke Jagung Lain
Spora dapat bertahan lama dan mudah menyebar ke seluruh
kebun. Bila tidak dikendalikan sejak awal, satu tongkol yang terinfeksi bisa
menyebarkan spora ke puluhan tanaman lain.
Cara Mengatasi Huitlacoche yang Menyerang Jagung
a. Kendalikan Sejak Dini
Pantau tanaman terutama saat:
- masa silk (keluar rambut jagung)
- setelah hujan berhari-hari
- muncul benjolan kecil pada kelobot
Penanganan cepat dapat menghentikan penyebaran.
b. Buang dan Musnahkan Bagian yang Terinfeksi
Cara paling penting dan direkomendasikan FAO:
- Petik bagian yang terkena smut.
- Masukkan ke kantong tertutup.
- Bakar atau buang ke tempat aman, jangan dibiarkan di lahan.
- Jangan dijadikan kompos.
c. Sanitasi Lahan
Setelah panen:
- bersihkan semua sisa tanaman
- buang tongkol yang cacat atau terserang
- jangan biarkan spora bertahan di tanah
d. Perbaiki Drainase dan Kurangi Kelembapan
Cara sederhana tetapi efektif:
- buat parit antar baris
- tingkatkan aerasi tanah
- jangan menanam terlalu rapat
- pangkas daun yang sangat menutupi area tongkol
e. Penggunaan Fungisida
Fakta ilmiah yang penting:
- tanaman yang sudah muncul benjolan TIDAK bisa disembuhkan dengan fungisida
- fungisida hanya efektif sebagai pencegahan
Fungisida yang sering direkomendasikan dalam jurnal penyakit
tanaman:
- Mankozeb
- Propineb
- Azoksistrobin
Waktu terbaik aplikasi:
- sebelum pembungaan
- saat cuaca lembap
- ulang 7–10 hari bila hujan sering turun
f. Pengendalian Hama Pembawa Luka
Karena luka hama memperbesar risiko infeksi:
- kendalikan ulat penggerek
- kendalikan kutu daun
- gunakan insektisida selektif jika populasi tinggi
- pasang perangkap feromon untuk penggerek tongkol
Pencegahan Jangka Panjang Agar Huitlacoche Tidak Muncul Lagi
a. Rotasi Tanaman
Balitbangtan dan berbagai penelitian menyarankan rotasi
dengan tanaman non-jagung untuk memutus siklus spora, seperti:
- Kedelai
- kacang tanah
- sayuran daun
b. Gunakan Varietas Jagung Tahan Penyakit
Ada beberapa varietas yang lebih toleran berdasarkan
pengamatan lapangan.
Namun belum ada daftar resmi
varietas tahan smut yang dirilis Kementerian Pertanian,
sehingga petani perlu mencoba varietas yang dikenal lebih kuat.
c. Pengolahan Tanah yang Baik
Melakukan pembajakan atau pencangkulan dalam (deep tillage)
membantu mengurangi keberadaan spora.
d. Pemupukan Seimbang
Pupuk yang tepat membantu meningkatkan kekebalan tanaman:
- nitrogen (N) tidak boleh berlebihan
- fosfor (P) dan kalium (K) harus cukup
- pupuk organik membantu memperbaiki tanah
e. Pola Tanam Rapi dan Tidak Terlalu Rapat
Tanaman rapat = kelembapan tinggi = penyakit mudah
berkembang.
Perbedaan Huitlacoche vs Jamur Lain di Jagung
a. Perbedaan dengan Bulai
Bulai adalah penyakit berbeda yaitu Peronosclerospora maydis yang
menyerang daun. Gejalanya:
- daun menguning/putih
- pertumbuhan kerdil
- tidak ada benjolan
b. Perbedaan dengan Karat Daun
Karat daun:
- bercak cokelat kecil di daun
- ada serbuk “karat”
- tidak menyerang tongkol
c. Perbedaan dengan Busuk Tongkol
Busuk tongkol karena Fusarium atau Aspergillus:
- warna putih, pink, kuning, atau hijau
- tidak membentuk benjolan besar
- lebih seperti jamur menyelimuti biji
Apakah Huitlacoche Bisa Dimanfaatkan?
Di Meksiko, huitlacoche dianggap sebagai “truffle jagung”
dan dijual mahal.
Namun di Indonesia:
- belum ada standar keamanan pangan
- belum ada penelitian penggunaan sebagai bahan konsumsi
- tidak termasuk komoditas pangan resmi FAO di Asia
Maka di pertanian Indonesia,
huitlacoche tetap dianggap penyakit yang harus dikendalikan.
Kapan Harus Menggunakan Pengendalian Kimia?
a. Jika Serangan Meluas
Jika lebih dari 10–15% tanaman terinfeksi.
b. Jika Pengendalian Manual Tidak Cukup
Jika benjolan terus muncul meski sudah dibuang.
c. Rekomendasi Waktu Aplikasi
Berdasarkan literatur penyakit jagung:
- sebelum pembungaan
- saat cuaca cenderung lembap
- saat silk mulai keluar
Semprot pada cuaca cerah agar larutan menempel optimal.
Kesimpulan
Huitlacoche adalah penyakit jagung yang disebabkan Ustilago maydis. Penyakit ini mudah
muncul di lahan lembap, pada tanaman yang terluka, atau pada tongkol yang
diserang hama.
Cara mengendalikannya adalah:
- membuang bagian terinfeksi
- menjaga sanitasi lahan
- memperbaiki drainase
- mengendalikan hama
- menggunakan fungisida protektif sebelum infeksi
Dengan pencegahan jangka panjang seperti rotasi tanaman,
pemupukan seimbang, dan pola tanam rapi, risiko kemunculan huitlacoche bisa
ditekan sehingga panen tetap aman dan maksimal.

EmoticonEmoticon