Beberapa
penelitian dari Balitbangtan, IRRI, dan FAO menunjukkan bahwa kesalahan dosis
atau cara aplikasi GA3 bisa membuat tanaman memanjang berlebihan, daun menguning,
bahkan mengurangi hasil.
Karena
itu, penting memahami cara aman mengombinasikan GA3 dan pupuk daun.
Artikel ini membahas takaran, waktu aplikasi, cara mencampur, dan
jenis pupuk yang aman digabung, lengkap dengan data ilmiah yang
bisa diverifikasi.
Apa Itu GA3 dan Mengapa Banyak Petani Menggunakannya?
GA3 (Gibberellic Acid) adalah hormon tumbuh golongan giberelin,
ditemukan pertama kali tahun 1926 oleh peneliti Jepang Yabuta & Sumiki pada
jamur Gibberella fujikuroi.
Menurut buku Plant Growth Regulators (Taiz & Zeiger,
2010) dan laporan FAO tentang hormon tumbuh (FAO, 2012):
GA3 berfungsi untuk:
- merangsang pemanjangan sel (tanaman cepat tinggi)
- mempercepat pecah dormansi (tunas cepat tumbuh)
- membantu pembungaan pada beberapa tanaman buah
- memperbesar ukuran buah (melon, anggur, semangka)
Pada dosis rendah, GA3 sangat bermanfaat. Pada dosis
berlebih, riset Balitbangtan (2017) menunjukkan tanaman bisa tumbuh terlalu
tinggi dan rentan rebah.
Apakah GA3 Bisa Dicampur dengan Pupuk Daun?
Menurut penelitian kompatibilitas larutan oleh Balai Penelitian Tanaman
Sayur (Balitsa, 2019) dan ulasan IRRI (2014):
Sebagian besar pupuk daun dapat dicampur GA3 asal pH air
5,5–6,5 dan dosis GA3 rendah.
Pupuk yang bersifat sangat asam atau sangat basa bisa
menurunkan stabilitas GA3.
GA3 bersifat tidak stabil pada pH ekstrem (<4 atau
>7,5).
Jadi, kecocokan campuran ditentukan oleh pH dan jenis pupuk.
Jenis Pupuk Daun yang Biasanya Dicampur GA3
Berikut daftar pupuk dan keterangannya berdasarkan buku Nutrient Management in
Horticultural Crops (Sarker, 2015) dan riset pupuk daun
Balitbangtan.
1. Pupuk NPK Daun (19-19-19, 20-20-20, dll.)
- Umumnya aman dicampur GA3 dosis rendah.
- pH larutan biasanya netral–sedikit asam.
2. Pupuk Mikro (Fe, Zn, Mn, B, Cu)
- Aman jika bentuknya EDTA atau chelated.
- Risiko ketidakcocokan terjadi pada pupuk mikro berbasis sulfat dengan pH sangat rendah.
3. Pupuk Asam Amino
- Berdasarkan penelitian UGM (2016), amino acid foliar fertilizer membantu penyerapan hormon.
- Umumnya aman dicampur GA3.
4. Pupuk Kalsium & Magnesium (Ca-Mg)
- Ini yang paling sering bermasalah.
- Menurut IRRI (2014), Ca dapat bereaksi dengan larutan tertentu dan menurunkan stabilitas hormon.
5. Pupuk Silika
- Silika berbasis kalium (K-silicate) memiliki pH tinggi (basa).
- GA3 cepat rusak pada larutan basa (FAO, 2012).
Mana yang Boleh dan Tidak Boleh Dicampur?
Boleh dicampur (umumnya aman):
- NPK daun
- Mikro EDTA
- Asam amino
Hati-hati dicampur:
- Ca-Mg
- Silika (K-silicate)
Jika tetap ingin mencampur Ca/Silika, WAJIB jar test.
Faktor Penting agar Campuran GA3 + Pupuk Daun Aman
1. pH Air
FAO (2012) menyebutkan GA3 paling stabil pada pH 5,5–6,5.
Jika pH air terlalu tinggi, tambahkan penurun pH.
2. Urutan Pencampuran
Riset Balitbangtan (2019) menunjukkan urutan pencampuran
menentukan kestabilan larutan hormon.
Urutan yang benar:
- Isi tangki ½ bagian air
- Masukkan pupuk daun
- Aduk
- Masukkan GA3 terakhir
3. Konsentrasi GA3
- GA3 bekerja efektif pada dosis 10–50 ppm, tergantung tanaman.
- Di atas 80 ppm tanaman cenderung memanjang berlebihan (Taiz & Zeiger, 2010).
4. Kejernihan Air
Air keruh mengandung ion yang dapat merusak molekul GA3
(FAO, 2012).
Takaran GA3 yang Aman untuk Berbagai Tanaman
Didasarkan pada penelitian hortikultura dari IPB,
Balitbangtan, dan beberapa publikasi IRRI.
1. Sayuran Daun (sawi, selada, bayam)
- 5–10 ppm
- Aplikasi 1–2 kali saja
- Menurut riset IPB (2018), dosis ini meningkatkan panjang daun tanpa risiko tanaman terlalu tinggi.
2. Cabai, Tomat, Terong
- 10–20 ppm
- Untuk memacu pertumbuhan awal
- Balitsa (2017) merekomendasikan tidak lebih dari 2–3 kali aplikasi.
3. Jagung & Padi
- 5–15 ppm
- IRRI (2014) melaporkan dosis terlalu tinggi mengurangi kekuatan batang.
4. Buah (melon, semangka, anggur)
- 20–40 ppm
- Digunakan untuk pembesaran buah dan pemanjangan ruas pada anggur
- Penelitian Universitas Brawijaya (2019) menunjukkan dosis tinggi memberi risiko pemanjangan batang berlebihan.
Takaran Pupuk Daun Saat Dicampur GA3
Saat dicampur hormon, dosis pupuk daun harus lebih rendah.
Rekomendasi umum (Balitbangtan 2019):
- Gunakan 50–70% dari dosis normal
- Pupuk NPK daun: 1–1,5 g/L
- Mikro EDTA: 0,5–1 g/L
- Amino: 1–2 mL/L
Cara Mencampur GA3 + Pupuk Daun dengan Benar
1. Langkah-langkah Praktis
- Gunakan air bersih pH 5,5–6,5
- Masukkan pupuk daun → aduk
- Masukkan GA3 terakhir
- Aduk perlahan, jangan menggunakan air panas
- Semprot pagi hari (07.00–09.00)
2. Lakukan Jar Test (Wajib!)
Jar test dilakukan dengan mencampur 100 ml air + pupuk daun + GA3
dalam wadah kaca.
Jika muncul:
- Gumpalan
- Endapan
- perubahan warna
- panas berlebihan
Campuran tidak kompatibel.
Gejala Jika Campuran Tidak Cocok
- Daun gosong
- Muncul bercak putih
- Daun keriting
- Tunas menggulung
- Larutan berubah keruh
Balitsa (2020) mencatat gejala ini muncul pada campuran GA3
dengan larutan pH basa.
Kesalahan Umum Petani Saat Menggunakan GA3
- Dosis terlalu tinggi
- Campur GA3 + silika tanpa jar test
- Aplikasikan saat matahari terik
- Campur dengan pestisida keras (alkali)
- Menyemprot terlalu sering
Tips Aman Menggunakan GA3 Bersama Pupuk Daun
- Perhatikan pH air
- Selalu lakukan jar test
- Gunakan dosis rendah
- Semprot pagi hari
- Kurangi dosis pupuk daun
- Hindari campur Ca/Silika dengan GA3
Kesimpulan Utama
GA3 aman digunakan bersama pupuk daun asalkan dosisnya rendah, pH
air tepat, dan urutan pencampuran benar.
Data dari FAO, IRRI, dan Balitbangtan menunjukkan hormon ini
bekerja optimal pada pH 5,5–6,5 dan konsentrasi rendah.
FAQ Petani
1. GA3 boleh dicampur dengan pupuk NPK daun?
Ya, umumnya aman jika pH larutan 5,5–6,5 dan dosis rendah.
2. Boleh tidak GA3 dicampur dengan KNO3?
Aman pada pH asam–netral. Namun tetap harus jar test.
3. Apakah aman menggunakan GA3 untuk sayuran daun?
Aman pada dosis 5–10 ppm.
4. Kenapa setelah pakai GA3 tanaman jadi memanjang?
Karena GA3 merangsang pemanjangan sel. Dosis terlalu tinggi
menyebabkan tanaman kurus dan panjang.
5. Boleh dicampur dengan insektisida/fungisida?
Boleh hanya dengan pestisida yang pH-nya netral.
Hindari yang bersifat alkali (basa).

EmoticonEmoticon