Dalam artikel ini, kita bahas 7 cara paling efektif untuk meninggikan tanaman
jagung berdasarkan sumber ilmiah dan pengalaman lapangan di
Indonesia, dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami semua pembaca.
Penyebab Umum Tanaman Jagung Tidak Tinggi
1. Kekurangan Nitrogen
Nitrogen adalah unsur yang bertugas membentuk batang, daun,
dan klorofil. Penelitian Balitbangtan menunjukkan bahwa kekurangan N
menyebabkan tanaman jagung kerdil, daun pucat, dan pertumbuhan lambat.
2. Bibit Kurang Berkualitas
Benih yang sudah disimpan lama atau tidak bersertifikat
sering menunjukkan vigor rendah sehingga pertumbuhannya lambat.
3. Tanah Miskin Unsur Hara atau Terlalu Padat
Tanah padat membuat akar sulit memanjang. Akar yang pendek
menyebabkan batang ikut terhambat.
4. Kelebihan Air atau Kekeringan
FAO menjelaskan bahwa jagung membutuhkan kelembaban cukup,
tetapi tidak tahan genangan karena akarnya mudah busuk.
5. Serangan Hama Akar dan Batang
Hama seperti ulat tanah dan penggerek batang dapat merusak
jaringan akar dan batang sehingga tanaman sulit tumbuh tinggi.
Cara 1: Beri Pupuk Nitrogen Secara Tepat
1. Jenis Pupuk Nitrogen yang Cocok
Berdasarkan rekomendasi Kementerian Pertanian RI dan
penelitian IPB:
- Urea (46% N)
- ZA (21% N + Sulfur)
- NPK dengan kandungan N tinggi
2. Waktu Aplikasi
Kementan merekomendasikan pemberian N:
- Pertama: umur 7–10 HST
- Kedua: umur 25–30 HST
Ini adalah fase ketika tanaman butuh N untuk memanjangkan
batang.
3. Cara Aplikasi
- Tanam pupuk 5–7 cm dari batang agar tidak menguap.
- Hindari menabur di permukaan karena N mudah hilang.
- Campurkan dengan tanah untuk memaksimalkan penyerapan.
Cara 2: Gunakan Bibit Berkualitas dan Tahan Stres
1. Ciri Benih Unggul
Balitbangtan merekomendasikan benih berlabel (biru/ungu)
dengan ciri:
- Daya kecambah ≥ 80%
- Ukuran biji seragam
- Bebas jamur dan kerusakan mekanis
2. Hindari Benih yang Sudah Lama Disimpan
Benih jagung yang disimpan lama (>8–12 bulan tanpa ruang
terkendali) biasanya mengalami penurunan vigor.
Cara 3: Lakukan Olah Tanah Maksimal Sebelum Tanam
1. Tanah Gembur Membuat Akar Memanjang
Tanah gembur memungkinkan akar “bernapas” dan memanjang
lebih cepat. IRRI dan FAO menegaskan bahwa struktur tanah adalah kunci utama
pertumbuhan akar.
2. Tambahkan Kompos atau Pupuk Kandang
Kompos membantu:
- Menggemburkan tanah
- Menambah bahan organik
- Memperbaiki retensi air
3. Hindari Menanam di Tanah Sangat Asam
pH ideal untuk jagung: 5,5–7,0
Balitbangtan mencatat bahwa pH terlalu rendah (<5)
menghambat serapan N dan P.
Cara 4: Siram Secukupnya dan Hindari Genangan
1. Dampak Kekurangan Air
Menurut FAO, kekeringan menyebabkan tanaman:
- Mengalami stres
- Pertumbuhan terhambat
- Daun menggulung dan batang pendek
2. Dampak Kelebihan Air
Genangan menyebabkan akar busuk, terutama di fase awal
pertumbuhan.
3. Waktu Penyiraman Terbaik
- Pagi atau sore hari
- Utamakan fase kritis: umur 0–30 HST dan 45–55 HST (menjelang pembungaan)
Cara 5: Tambahkan Pupuk Daun untuk Menstimulasi Pertumbuhan
1. Pupuk Daun yang Cocok
Gunakan pupuk daun yang mengandung:
- Nitrogen (N)
- Magnesium (Mg)
- Unsur mikro seperti Zn dan B
Catatan: Belum ada data ilmiah pasti mengenai pupuk daun
yang paling cepat
meninggikan jagung, namun berdasarkan banyak praktik lapangan, pupuk daun N
tinggi membantu merangsang pertumbuhan vegetatif.
2. Waktu Penyemprotan
- 10–15 HST
- 20–25 HST
Hindari penyemprotan saat matahari terik.
Cara 6: Kendalikan Hama Akar dan Batang Sejak Awal
1. Hama yang Membuat Jagung Tidak Tinggi
Berdasarkan data Kementan:
- Ulat tanah (Agrotis sp.) – memotong pangkal batang
- Penggerek batang (Ostrinia furnacalis) – merusak jaringan dalam batang
- Rayap tanah – memakan akar dan jaringan lunak
2. Pengendalian yang Disarankan
- Gunakan pestisida sesuai rekomendasi label dari Kementan
- Lakukan sanitasi lahan
- Gunakan perangkap feromon untuk penggerek (data dari Balitbangtan)
- Pengamatan rutin 7 hari sekali
Cara 7: Lakukan Pembumbunan untuk Memperkuat Batang
1. Manfaat Pembumbunan
Menurut Balitbangtan, pembumbunan membantu:
- Memperkuat akar
- Membuat batang lebih tegak
- Mendorong pertumbuhan anakan akar baru
- Mengurangi risiko rebah (lodging)
2. Waktu Pembumbunan Terbaik
- Umur 20–30 HST
- Ulangi jika perlu pada umur 35–40 HST
Kesalahan Umum yang Membuat Jagung Tidak Tinggi
- Menanam terlalu rapat (ideal 75 cm × 20 cm)
- Pemupukan terlambat
- Pupuk hanya ditabur di permukaan
- Tidak melakukan pengamatan hama sejak awal
- Menggunakan benih tanpa sertifikat
Tips Tambahan Agar Jagung Tumbuh Optimal
1. Gunakan Mulsa Organik
Mulsa menjaga kelembapan tanah dan suhu tetap stabil.
2. Rotasi Tanaman
FAO menyarankan rotasi untuk mencegah penumpukan hama dan
penyakit.
3. Berikan Unsur Mikro
- Zn: penting untuk pembentukan hormon pertumbuhan
- Mg: membantu fotosintesis
- B: mendukung pembelahan sel
Kesimpulan
Tinggi tanaman jagung sangat dipengaruhi oleh pupuk
nitrogen, kualitas benih, kondisi tanah, ketersediaan air, dan serangan hama.
Dengan menerapkan 7 cara di atas—mulai dari pemupukan tepat waktu, olah tanah
maksimal, sampai pembumbunan—petani bisa meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan
menghasilkan jagung yang sehat serta batangnya kuat.
Artikel ini menggunakan data dari FAO, Kementerian Pertanian
RI, Balitbangtan, dan ringkasan penelitian universitas pertanian Indonesia.
Semua langkah bisa diterapkan di lahan kecil, sawah, maupun kebun rumahan.

EmoticonEmoticon