Masalah ini dikenal dengan nama busuk ujung buah atau Blossom End Rot (BER).
Busuk ujung buah pada melon sering muncul tiba-tiba,
terutama saat tanaman sedang rajin berbunga dan berbuah. Jika tidak ditangani
dengan benar, hasil panen bisa turun drastis, baik dari segi jumlah maupun
kualitas.
Artikel ini akan membahas secara sederhana dan tuntas:
- Apa itu Blossom End Rot pada melon
- Ciri-cirinya
- Penyebab utamanya
- Cara mengatasi dan mencegahnya
- Kesalahan umum petani di lapangan
Semua dijelaskan dengan bahasa sehari-hari agar mudah
dipahami, termasuk bagi pembaca non-ahli.
Apa Itu Busuk Ujung Buah (Blossom End Rot) pada Melon?
Blossom End Rot (BER)
adalah gangguan fisiologis tanaman,
bukan penyakit menular.
Artinya:
- Bukan disebabkan jamur, bakteri, atau virus
- Tidak menular ke buah atau tanaman lain
- Terjadi karena gangguan penyerapan nutrisi, terutama kalsium (Ca)
Pada buah melon, busuk ujung buah muncul di bagian bawah buah,
yaitu bekas bunga. Awalnya hanya bercak kecil, lalu membesar dan menghitam.
Menurut berbagai buku agronomi hortikultura (IPB, UGM, dan
referensi FAO), Blossom End Rot umum terjadi pada tanaman buah seperti:
- Melon
- Semangka
- Tomat
- Cabai
- Terung
Ciri-ciri Busuk Ujung Buah pada Melon
Agar tidak salah diagnosis, berikut ciri khas busuk ujung buah pada melon:
- Muncul di ujung buah (bekas bunga)
- Awalnya bercak kecil berwarna pucat atau kecokelatan
- Lama-kelamaan berubah jadi cokelat tua hingga hitam
- Tekstur buah kering, cekung, dan keras, bukan berlendir
- Umumnya terjadi saat buah masih muda hingga setengah besar
Catatan penting:
Jika busuknya basah, berlendir, dan menyebar cepat,
kemungkinan sudah ada infeksi sekunder jamur atau bakteri,
tetapi penyebab awalnya tetap
Blossom End Rot.
Penyebab Busuk Ujung Buah (Blossom End Rot) pada Melon
1. Kekurangan Kalsium (Ca)
Ini adalah penyebab utama Blossom End Rot.
Kalsium berfungsi untuk:
- Menguatkan dinding sel buah
- Menjaga jaringan buah tetap sehat
Masalahnya:
- Tanah belum tentu miskin kalsium
- Tapi kalsium sulit diserap jika kondisi tidak mendukung
Literatur FAO dan buku nutrisi tanaman menyebutkan bahwa kekurangan Ca pada buah
sering terjadi karena gangguan distribusi, bukan karena Ca tidak ada di tanah.
2. Penyiraman Tidak Teratur
Penyiraman yang tidak konsisten adalah pemicu
terbesar di lapangan.
Contoh:
- Hari ini sangat basah
- Besok kering
- Lalu disiram banyak lagi
Akibatnya:
- Aliran kalsium dari akar ke buah jadi terganggu
- Buah kekurangan Ca meski tanah cukup subur
Kalsium bergerak mengikuti aliran air. Kalau air tidak
stabil, Ca ikut bermasalah.
3. Pertumbuhan Vegetatif Terlalu Subur
Tanaman melon yang terlalu subur (daun lebat, batang besar)
sering kalah bersaing dengan buah.
Biasanya disebabkan oleh:
- Pupuk nitrogen (N) berlebihan
- Terlalu sering diberi pupuk daun
Akibatnya:
- Kalsium lebih banyak “lari” ke daun
- Buah justru kekurangan kalsium
Inilah alasan kenapa tanaman terlihat sehat, tapi buahnya
busuk.
4. Kerusakan Akar
Akar adalah “mulut” tanaman. Jika akar bermasalah, nutrisi
tidak bisa masuk optimal.
Kerusakan akar bisa disebabkan oleh:
- Genangan air
- Tanah terlalu padat
- Serangan hama tanah
- Penyakit akar
Menurut praktik lapangan Balitbangtan, akar yang tidak sehat
sering berkaitan dengan munculnya gangguan fisiologis pada buah.
5. Faktor Lingkungan
Beberapa faktor lingkungan yang memperparah Blossom End Rot:
- Suhu terlalu panas
- Kelembapan ekstrem
- Tanaman stres air
- Media tanam miskin bahan organik
Belum ada data ilmiah yang
pasti mengenai satu faktor lingkungan tunggal, namun
berdasarkan pengamatan lapangan, kombinasi faktor di atas sangat berpengaruh.
Cara Mengatasi Busuk Ujung Buah pada Melon
1. Perbaiki Manajemen Penyiraman
Ini langkah paling penting.
Tips praktis:
- Siram rutin dan stabil, jangan ekstrem
- Jaga tanah lembap, tapi tidak becek
- Gunakan mulsa untuk menjaga kelembapan
2. Pemberian Kalsium yang Tepat
Pilihan sumber kalsium:
- Dolomit
- Kalsium nitrat
- Kalsium klorida (untuk semprot daun, sesuai dosis)
Catatan:
- Penyemprotan Ca ke daun membantu, tapi tidak selalu menyembuhkan
buah yang sudah rusak
- Fokus utama tetap dari akar dan air
3. Atur Pemupukan Secara Seimbang
Hindari:
- Nitrogen berlebihan
- Pemupukan “asal banyak”
Anjuran:
- Seimbangkan N, P, K, dan Ca
- Ikuti rekomendasi pemupukan dari penyuluh atau Balai Pertanian setempat
4. Perbaiki Kondisi Akar dan Media Tanam
Langkah yang bisa dilakukan:
- Perbaiki drainase
- Gemburkan tanah
- Tambahkan pupuk organik matang
- Hindari genangan air
5. Buang Buah yang Sudah Parah
Buah yang sudah busuk:
- Tidak bisa pulih
- Tetap menyerap nutrisi
Sebaiknya dibuang agar nutrisi fokus ke buah sehat.
Apakah Blossom End Rot pada Melon Bisa Disembuhkan?
Jawaban jujurnya: tidak.
- Buah yang sudah terkena tidak bisa kembali normal
- Yang bisa dilakukan adalah mencegah kerusakan lanjutan pada buah
berikutnya
Semakin cepat penanganan, semakin besar peluang panen
terselamatkan.
Cara Mencegah Busuk Ujung Buah pada Musim Tanam Berikutnya
- Gunakan pupuk seimbang sejak awal
- Jaga penyiraman stabil
- Perbaiki struktur tanah
- Jangan berlebihan memberi pupuk nitrogen
- Gunakan mulsa organik atau plastik
Prinsip ini sejalan dengan panduan budidaya hortikultura
dari FAO dan buku pertanian universitas di Indonesia.
Kesalahan Umum Petani Saat Mengatasi Blossom End Rot
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Langsung menyemprot fungisida
- Menambah dosis pupuk tanpa hitung
- Menyiram berlebihan setelah buah busuk
- Mengira ini penyakit menular
Padahal, fungisida tidak menyelesaikan akar masalahnya.
Kesimpulan
Busuk ujung buah (Blossom End
Rot) pada melon bukan penyakit menular, melainkan gangguan fisiologis
akibat masalah kalsium dan manajemen
air.
Kunci utama mengatasinya:
- Penyiraman stabil
- Pemupukan seimbang
- Akar sehat
Dengan perbaikan teknik budidaya, kasus Blossom End Rot bisa
ditekan secara signifikan.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)
Apakah Blossom End Rot menular?
Tidak. Ini bukan penyakit menular.
Apakah fungisida bisa mengatasi busuk ujung buah?
Tidak. Fungisida tidak efektif karena penyebabnya bukan
jamur.
Apakah buah melon yang terkena masih bisa dimakan?
Secara teknis bagian sehatnya bisa dimakan, tetapi tidak disarankan untuk dijual
karena kualitas menurun.

EmoticonEmoticon