Apakah Perekat Wajib Digunakan pada Pestisida? Ini Fungsi, Manfaat, dan Aturan Pakainya

Ilustrasi petani menyemprot tanaman menggunakan pestisida dengan perekat adjuvant, menunjukkan perbedaan daun tanpa perekat dan dengan perekat agar pestisida lebih melekat, dilengkapi watermark Agriculture Gen Z
Saat menyemprot pestisida, banyak petani bertanya-tanya:

“Perlu pakai perekat atau tidak?”

Ada yang selalu menambahkan perekat, ada juga yang tidak pernah memakainya sama sekali. Bahkan, di lapangan masih sering terdengar anggapan bahwa pestisida tanpa perekat itu mubazir karena mudah hilang terkena hujan atau mengalir dari daun.

Padahal, perekat pestisida bukan sekadar tambahan, tetapi bahan pendukung yang harus digunakan dengan aturan dan kondisi tertentu. Kalau salah pakai, justru bisa merusak tanaman atau membuat pestisida tidak efektif.

Artikel ini akan membahas secara teknis tapi sederhana, berdasarkan referensi ilmiah dan praktik pertanian di Indonesia, agar mudah dipahami oleh petani tradisional, petani milenial, penghobi tanaman, hingga mahasiswa pertanian.

 

Apa Itu Perekat pada Pestisida?

Perekat pestisida (dalam istilah teknis disebut adjuvant atau sticker–spreader) adalah bahan tambahan yang dicampurkan ke dalam larutan pestisida untuk membantu:

  • Cairan semprot menempel lebih lama di permukaan daun
  • Pestisida menyebar lebih merata
  • Mengurangi larutan yang mengalir atau terbuang

Secara sederhana, perekat berfungsi seperti “lem cair” ringan yang membantu pestisida tidak mudah jatuh dari daun.

Menurut literatur pertanian dari FAO, IRRI, dan buku perlindungan tanaman perguruan tinggi (IPB, UGM), perekat bukan bahan aktif pestisida, tetapi hanya pendukung efektivitas aplikasi.

 

Fungsi Perekat dalam Aplikasi Pestisida

Secara teknis dan praktis, fungsi perekat pestisida meliputi:

  • Meningkatkan daya lekat larutan pestisida di daun
  • Mengurangi efek air hujan ringan setelah penyemprotan
  • Membantu penyebaran pestisida di permukaan daun
  • Mengurangi penguapan larutan semprot
  • Membantu pestisida kontak bekerja lebih optimal

Dalam bahasa lapangan:

Pestisida jadi tidak cepat “luntur” setelah disemprot.

 

Manfaat Penggunaan Perekat bagi Petani

Jika digunakan dengan benar, perekat memberikan manfaat nyata:

  • Penyemprotan lebih efisien
  • Dosis pestisida tidak terbuang
  • Hasil pengendalian hama dan penyakit lebih stabil
  • Frekuensi penyemprotan bisa lebih terkontrol
  • Mengurangi biaya akibat penyemprotan ulang

Beberapa penelitian dan laporan praktik lapangan di Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan perekat pada kondisi tertentu dapat meningkatkan efektivitas pestisida, terutama pada tanaman berdaun licin.

 

Apakah Perekat Wajib Digunakan pada Pestisida? (Jawaban Teknis & Praktis)

Jawaban singkatnya:

Tidak selalu wajib.

Dianjurkan pada kondisi tertentu.

Menurut panduan aplikasi pestisida dari FAO, Balitbangtan, dan literatur universitas, perekat bukan kewajiban mutlak dalam setiap penyemprotan.

Namun, perekat menjadi sangat dianjurkan jika kondisi lapangan berpotensi membuat pestisida mudah hilang atau tidak menempel dengan baik.

Artinya, keputusan menggunakan perekat harus melihat kondisi tanaman, cuaca, dan jenis pestisida.

 

Kondisi yang Dianjurkan Menggunakan Perekat

1. Daun Licin atau Berlilin

Contoh tanaman:

  • Kubis
  • Bawang
  • Cabai
  • Jeruk
  • Tanaman hortikultura berdaun mengkilap

Lapisan lilin alami membuat air mudah menggelinding, sehingga perekat membantu larutan pestisida menempel lebih lama.

2. Aplikasi Saat Risiko Hujan Tinggi

Jika penyemprotan dilakukan:

  • Musim hujan
  • Sore hari dengan cuaca tidak stabil

Perekat membantu mengurangi risiko larutan langsung hilang saat terkena hujan ringan.

Catatan penting:

Perekat tidak melindungi dari hujan lebat, hanya hujan ringan.

3. Pestisida Kontak

Pestisida kontak bekerja hanya di permukaan tanaman, sehingga:

  • Butuh kontak langsung
  • Sangat bergantung pada daya lekat

Dalam kondisi ini, perekat sering direkomendasikan oleh praktisi lapangan.

 

Kondisi yang Tidak Wajib Menggunakan Perekat

Perekat tidak selalu diperlukan jika:

  • Menggunakan pestisida sistemik (diserap jaringan tanaman)
  • Penyemprotan dilakukan saat cuaca cerah dan stabil
  • Tanaman berdaun kasar atau berbulu
  • Produk pestisida sudah mengandung adjuvant bawaan

Selalu baca label dan petunjuk produk pestisida, karena beberapa formulasi modern sudah dirancang tanpa perlu tambahan perekat.

 

Aturan Pakai Perekat yang Benar

A. Dosis Perekat

Umumnya:

  • 0,1–0,3 ml per liter air
  • Atau 5–10 ml per tangki 14–16 liter

Ikuti anjuran label produk perekat, karena setiap merek berbeda konsentrasi.

B. Cara Pencampuran

Urutan yang dianjurkan:

  1. Isi air setengah tangki
  2. Masukkan pestisida, aduk rata
  3. Tambahkan perekat terakhir
  4. Tambah air hingga volume penuh

Tujuannya agar perekat tidak mengganggu pencampuran bahan aktif.

C. Waktu Penyemprotan

  • Pagi (06.00–09.00)
  • Sore (15.30–17.30)

Hindari:

  • Siang terik
  • Angin kencang
  • Hujan deras

 

Risiko Jika Perekat Digunakan Tidak Sesuai Aturan

Jika dosis berlebihan atau salah aplikasi:

  • Daun bisa terbakar (fitotoksik)
  • Pestisida menutup stomata daun
  • Pertumbuhan tanaman terhambat
  • Efektivitas pestisida justru menurun

Dalam literatur perguruan tinggi pertanian disebutkan bahwa perekat berlebihan dapat mengganggu respirasi daun.

 

Kesalahan Umum Petani dalam Menggunakan Perekat

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Mengira semakin banyak perekat semakin bagus
  • Mengganti perekat dengan sabun atau deterjen
  • Mencampur tanpa memperhatikan urutan
  • Menggunakan perekat pada semua jenis pestisida
  • Tidak membaca label produk

 

FAQ Seputar Perekat Pestisida

Apakah semua pestisida boleh dicampur perekat?

Tidak. Beberapa pestisida sudah mengandung adjuvant bawaan. Selalu baca label produk.

Apakah perekat bisa diganti sabun cair?

Tidak dianjurkan. Belum ada data ilmiah yang pasti yang menyatakan sabun rumah tangga aman sebagai perekat pestisida. Sabun bisa merusak daun dan bahan aktif pestisida.

Berapa dosis aman perekat per tangki?

Umumnya 5–10 ml per tangki 14–16 liter, atau sesuai label produk.

 

Kesimpulan

Perekat pestisida tidak selalu wajib, tetapi sangat bermanfaat pada kondisi tertentu seperti daun licin, risiko hujan, dan penggunaan pestisida kontak.

Kunci utamanya adalah:

  • Gunakan sesuai kebutuhan
  • Ikuti dosis dan aturan pakai
  • Jangan asal menambahkan

Menurut prinsip pengendalian hama terpadu (PHT) yang dianjurkan FAO dan Kementerian Pertanian RI, penggunaan bahan tambahan seperti perekat harus efisien, tepat guna, dan tidak berlebihan.

Perekat bukan penentu utama keberhasilan, tetapi alat bantu yang harus digunakan dengan bijak.

Maret 19, 2026


EmoticonEmoticon