Yang membuat masalah semakin serius, kini banyak petani
mengeluhkan fungisida yang biasa dipakai
sudah tidak mempan, meski dosis dan frekuensi aplikasi
ditingkatkan.
Kondisi ini dikenal sebagai blast padi yang sudah resisten terhadap
fungisida. Jika tidak ditangani dengan strategi yang tepat,
blast bisa menyebabkan penurunan hasil 30–80%, bahkan
puso pada serangan berat (FAO, IRRI).
Artikel ini akan membahas bahan aktif fungisida paling efektif untuk
blast padi yang sudah resisten, disertai cara memilih, waktu aplikasi,
dan strategi pengendalian terpadu, berdasarkan jurnal ilmiah, IRRI, FAO, dan
Balitbangtan.
Mengenal Penyakit Blast pada Tanaman Padi
Blast padi disebabkan oleh jamur Magnaporthe oryzae (sebelumnya
dikenal sebagai Pyricularia
oryzae).
Gejala Umum Blast:
- Daun: bercak berbentuk belah ketupat, tengah abu-abu, tepi cokelat
- Leher malai: leher menghitam dan patah
- Malai: gabah hampa atau putih
Menurut IRRI dan Balitbangtan, blast
dapat menyerang:
- Fase vegetatif (daun)
- Fase generatif (leher dan malai)
Serangan pada leher malai adalah yang paling
merugikan.
Apa yang Dimaksud Blast Padi Sudah Resisten?
Blast resisten
berarti:
Jamur penyebab blast tidak lagi mati atau terhambat meskipun
sudah disemprot fungisida dengan bahan aktif tertentu.
Penyebab Utama Resistensi:
- Penggunaan bahan aktif yang sama berulang kali
- Dosis tidak tepat (terlalu rendah atau berlebihan)
- Penyemprotan hanya saat serangan parah
- Tidak ada rotasi fungisida
Menurut FAO dan IRRI, resistensi jamur
adalah fenomena biologis nyata,
bukan kegagalan produk semata.
Mengapa Fungisida Sering Tidak Efektif Mengendalikan Blast?
Beberapa penyebab umum di lapangan:
- Mengandalkan satu jenis bahan aktif
- Tidak memperhatikan cara kerja fungisida
- Penyemprotan terlambat (saat leher malai sudah hitam)
- Tanaman terlalu rimbun akibat kelebihan nitrogen (urea)
Balitbangtan menegaskan bahwa fungisida saja tidak cukup
tanpa perbaikan budidaya.
Prinsip Memilih Bahan Aktif Fungisida untuk Blast yang Resisten
Agar efektif, fungisida harus dipilih berdasarkan cara kerjanya,
bukan merek.
Prinsip Penting:
- Rotasi mode of action (MOA)
- Kombinasikan sistemik + multisite
- Gunakan sesuai fase tanaman
- Ikuti dosis anjuran label
Mode of action = cara kerja bahan aktif dalam membunuh jamur
(penjelasan sederhana).
Bahan Aktif Fungisida yang Paling Efektif untuk Blast Resisten
1. Fungisida Sistemik dengan Cara Kerja Spesifik
Fungisida sistemik bekerja masuk ke jaringan tanaman.
Bahan aktif yang direkomendasikan (IRRI & jurnal
pertanian):
Tricyclazole
→ Menghambat pembentukan pigmen jamur
Isoprothiolane
→ Mengganggu metabolisme jamur
Azoxystrobin (QoI)
→ Menghambat respirasi jamur
Tebuconazole / Propiconazole (DMI)
→ Menghambat pembentukan dinding sel
Catatan ilmiah:
Resistensi terhadap tricyclazole dan QoI telah dilaporkan di beberapa
wilayah Asia, sehingga rotasi sangat wajib (IRRI).
2. Fungisida Multisite sebagai Pendamping
Fungisida multisite menyerang jamur di banyak titik sekaligus,
sehingga risiko resistensi sangat
rendah.
Contoh bahan aktif:
- Mancozeb
- Chlorothalonil
Menurut FAO:
Fungisida multisite tidak dianjurkan berdiri sendiri,
tetapi sangat efektif sebagai
pendamping fungisida sistemik.
3. Fungisida Kombinasi (Campuran)
Fungisida kombinasi mengandung dua atau lebih bahan aktif berbeda cara kerja.
Contoh kombinasi yang sering direkomendasikan:
- Triazole + Strobilurin
- Sistemik + Multisite
Balitbangtan menyebutkan bahwa fungisida kombinasi lebih stabil efektivitasnya
pada area endemis blast.
Waktu dan Cara Aplikasi Fungisida yang Tepat
Waktu Aplikasi Paling Efektif:
- Fase anakan maksimum
- Fase awal bunting
- Menjelang keluar malai
Jangan menunggu blast parah.
Cara Aplikasi:
- Gunakan volume semprot cukup (400–500 L/ha)
- Semprot pagi atau sore
- Arahkan ke daun dan leher malai
- Ikuti dosis label (jangan ditambah sendiri)
Strategi Pengendalian Terpadu Blast Padi
Menurut IRRI dan Balitbangtan,
pengendalian blast harus terpadu:
- Gunakan varietas toleran blast
- Atur jarak tanam (tidak terlalu rapat)
- Pemupukan nitrogen berimbang
- Rotasi fungisida berbeda MOA
- Pengelolaan air sawah stabil
Fungisida hanya salah satu komponen, bukan solusi tunggal.
Kesalahan Umum Petani Saat Mengendalikan Blast Resisten
- Menambah dosis tanpa ganti bahan aktif
- Mencampur fungisida tanpa tahu kompatibilitas
- Mengulang merek yang sama tiap musim
- Mengabaikan pemupukan dan varietas
Balitbangtan menegaskan:
“Resistensi jamur sering terjadi akibat kesalahan
penggunaan, bukan mutu produk.”
Kesimpulan
Blast padi yang sudah
resisten tidak bisa diatasi dengan cara lama. Kunci
keberhasilan ada pada:
- Pemilihan bahan aktif berdasarkan cara kerja
- Rotasi fungisida
- Kombinasi sistemik dan multisite
- Budidaya padi yang seimbang
Pendekatan ini sejalan dengan rekomendasi FAO, IRRI, dan Balitbangtan.
FAQ (Pertanyaan Umum)
Apakah blast bisa sembuh total?
Tidak. Blast bisa dikendalikan, bukan disembuhkan
total.
Berapa kali aplikasi fungisida aman dilakukan?
Umumnya 2–3 kali per musim, tergantung tekanan penyakit dan
label produk.
Apakah boleh mencampur dua fungisida?
Boleh jika kompatibel dan berbeda cara kerja.
Jangan mencampur sembarangan.

EmoticonEmoticon