Namun, penggunaan sekam bekas alas ayam tidak bisa sembarangan.
Jika salah olah atau langsung dipakai, media tanam justru bisa merusak akar
alpukat, memicu busuk akar, bahkan menyebabkan bibit mati.
Artikel ini akan membahas cara aman menggunakan sekam bekas alas ayam
sebagai media tanam alpukat, berdasarkan referensi pertanian,
praktik lapangan di Indonesia, dan prinsip budidaya yang direkomendasikan oleh
lembaga seperti FAO,
Balitbangtan, dan literatur universitas pertanian.
Apa Itu Sekam Bekas Alas Ayam?
Sekam bekas alas ayam adalah sekam padi yang digunakan
sebagai alas kandang unggas. Selama pemakaian, sekam ini bercampur dengan:
- Kotoran ayam
- Urin ayam
- Sisa pakan
- Mikroorganisme dari kandang
Dalam literatur peternakan dan pertanian, bahan ini termasuk
limbah organik kaya nitrogen,
namun belum stabil secara biologis
jika belum diolah.
Menurut buku dan modul pengelolaan limbah ternak (IPB dan
Balitbangtan), limbah alas kandang harus melalui proses pengolahan
sebelum diaplikasikan ke tanaman.
Manfaat Sekam Bekas Alas Ayam untuk Media Tanam
Jika diolah dengan benar, sekam bekas alas ayam memiliki
beberapa manfaat untuk media tanam alpukat:
Memperbaiki aerasi tanah
Struktur sekam membuat media lebih porous, sehingga akar
alpukat tidak mudah tergenang.
Meningkatkan bahan organik media
Berdasarkan prinsip FAO, bahan organik penting untuk
memperbaiki struktur tanah dan aktivitas mikroba.
Membantu daya simpan air
Sekam mampu menahan air secukupnya tanpa membuat media
becek.
Sumber unsur hara tambahan
Setelah terdekomposisi, sekam bekas alas ayam dapat
menyumbang nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dalam jumlah terbatas.
Catatan penting:
Belum ada data ilmiah yang menyebut sekam bekas alas ayam sebagai sumber hara utama.
Fungsinya tetap pendukung
media, bukan pengganti pupuk.
Risiko Menggunakan Sekam Bekas Alas Ayam Secara Langsung
Inilah kesalahan yang paling sering terjadi di lapangan: sekam langsung dipakai tanpa
pengolahan.
Risiko yang bisa muncul:
Kadar amonia tinggi
Urin ayam mengandung nitrogen dalam bentuk amonia yang
bersifat racun bagi akar.
Panas dari proses fermentasi alami
Sekam segar masih mengalami dekomposisi aktif yang
menghasilkan panas.
Patogen dan bibit penyakit
Menurut Balitbangtan, limbah kandang berpotensi membawa
jamur dan bakteri penyebab busuk akar.
pH media terlalu tinggi atau tidak stabil
Banyak kasus di lapangan menunjukkan bibit alpukat layu 3–7
hari setelah tanam akibat media sekam yang belum matang.
Pengaruh Sekam Bekas Alas Ayam terhadap Akar Alpukat
Akar alpukat bersifat:
- Sensitif terhadap genangan
- Rentan terhadap jamur tanah
- Tidak tahan media panas atau beracun
Jika sekam bekas alas ayam belum matang:
- Ujung akar bisa terbakar amonia
- Rambut akar rusak
- Akar berubah cokelat kehitaman
- Pertumbuhan tanaman terhenti
Menurut literatur budidaya alpukat dari universitas
pertanian (UGM dan IPB), media tanam alpukat harus gembur, stabil, dan
bebas racun.
Cara Aman Mengolah Sekam Bekas Alas Ayam Sebelum Digunakan
1. Pengeringan dan Penganginan
Langkah awal yang wajib dilakukan:
- Hamparkan sekam di tempat terbuka
- Jangan ditumpuk terlalu tebal
- Terkena angin dan sinar matahari tidak langsung
- Minimal 7–14 hari
Tujuan:
- Mengurangi kadar air
- Menurunkan bau menyengat
- Menguapkan sebagian amonia
2. Fermentasi atau Pengomposan
Fermentasi membantu menstabilkan bahan organik.
Langkah umum:
- Campur sekam dengan tanah atau kompos matang
- Tambahkan aktivator (EM4 atau mikroba lokal)
- Jaga kelembapan (tidak becek)
- Tutup tapi beri ventilasi
Lama fermentasi ideal:
- 3–4 minggu
Belum ada satu angka baku dari jurnal yang seragam, namun
praktik lapangan di Indonesia dan modul kompos Balitbangtan menyarankan minimal 21 hari
hingga bau hilang dan suhu normal.
3. Pengurangan Bau Amonia
Ciri amonia masih tinggi:
- Bau menyengat seperti pesing
- Mata perih saat didekatkan
Cara menguranginya:
- Perpanjang waktu penganginan
- Campur dengan arang sekam
- Tambahkan kapur dolomit sedikit (opsional)
Jika bau masih kuat, jangan digunakan dulu.
Komposisi Media Tanam Alpukat yang Dianjurkan
Berdasarkan prinsip media tanam hortikultura:
Komposisi aman:
- 40% tanah gembur
- 30% kompos matang
- 20% sekam bekas alas ayam matang
- 10% pasir atau arang sekam
Sekam bekas alas ayam tidak dianjurkan lebih dari 30%
media.
Cara Aplikasi Sekam Bekas pada Tanaman Alpukat
- Campurkan merata dalam media
- Jangan dijadikan lapisan tunggal
- Hindari kontak langsung dengan akar utama
- Siram dan diamkan media 3–5 hari sebelum tanam
Untuk alpukat dalam pot:
- Gunakan pot berlubang banyak
- Pastikan drainase lancar
Tanda Media Tanam Aman dan Tidak Aman
Media Aman
- Tidak bau menyengat
- Suhu normal
- Warna cokelat gelap
- Tanaman tumbuh normal
Media Tidak Aman
- Bau amonia
- Media terasa panas
- Bibit layu mendadak
- Akar menghitam
Kesalahan Umum Petani dalam Menggunakan Sekam Alas Ayam
- Sekam langsung dipakai
- Takaran terlalu banyak
- Tidak difermentasi
- Media terlalu lembap
- Dipakai untuk bibit sangat muda
Kesimpulan
Sekam bekas alas ayam bisa dimanfaatkan sebagai media tanam alpukat,
tetapi harus diolah dengan benar.
Tanpa pengolahan, risikonya jauh lebih besar daripada manfaatnya.
Berdasarkan prinsip budidaya dari FAO, Balitbangtan, dan
literatur universitas, kunci utamanya adalah:
- Sekam harus matang
- Bau amonia hilang
- Digunakan dalam komposisi seimbang
Dengan cara ini, sekam bekas alas ayam justru bisa menjadi media tanam alternatif yang
aman dan ekonomis.
FAQ
Apakah sekam bekas alas ayam bisa langsung dipakai?
Tidak disarankan. Risiko amonia dan panas masih tinggi.
Berapa lama fermentasi sekam yang ideal?
Umumnya 3–4 minggu hingga bau hilang dan suhu normal.
Apakah aman untuk bibit alpukat muda?
Aman jika sekam sudah matang dan porsinya tidak berlebihan.

EmoticonEmoticon