Namun, tidak sedikit petani yang masih bingung: sebenarnya asam fosfit itu pupuk atau
fungisida?
Bagaimana cara kerjanya? Dan
kapan sebaiknya digunakan? Artikel ini akan membahas semuanya
dengan bahasa ringan, praktis, dan mudah dipahami, berdasarkan literatur ilmiah
dan praktik pertanian.
Apa Itu Bahan Aktif Asam Fosfit?
Asam fosfit
(phosphite/phosphorous acid) adalah senyawa turunan fosfor yang berbeda dengan
fosfat (PO₄³⁻) yang umum terdapat pada pupuk fosfor.
Penjelasan sederhananya:
- Fosfat → bentuk fosfor yang digunakan tanaman sebagai nutrisi
- Fosfit → bentuk fosfor tereduksi yang bukan nutrisi utama, tetapi bersifat aktif secara biologis
Dalam produk pertanian, asam fosfit biasanya terdapat dalam
bentuk:
- Kalium fosfit
- Natrium fosfit
- Amonium fosfit
Menurut berbagai jurnal pertanian dan buku perlindungan
tanaman, asam fosfit lebih dikenal sebagai agen
pengendali penyakit dan pemicu ketahanan tanaman,
bukan sebagai pupuk fosfor murni.
Fungsi Asam Fosfit untuk Tanaman
Berdasarkan penelitian di jurnal internasional, FAO, dan
literatur universitas pertanian, fungsi utama bahan
aktif asam fosfit meliputi:
- Menekan perkembangan penyakit tertentu, terutama dari
kelompok oomycetes
- Merangsang sistem ketahanan alami tanaman (induced resistance)
- Membantu tanaman lebih toleran terhadap stres
- Mendukung pertumbuhan akar dan jaringan muda (efek tidak langsung)
Perlu dipahami, fungsi ini bukan
menggantikan pupuk dasar, tetapi lebih ke arah perlindungan dan
penguatan tanaman.
Cara Kerja Asam Fosfit di Dalam Tanaman
Cara kerja asam fosfit relatif unik dibanding fungisida
kontak biasa.
Secara sederhana, mekanismenya adalah:
- Diserap cepat oleh tanaman
- Asam fosfit bersifat sistemik, artinya dapat diserap lewat daun, batang, maupun akar.
- Ditranslokasikan ke seluruh jaringan
- Senyawa ini dapat bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti aliran nutrisi tanaman.
- Menghambat patogen secara langsung
- Pada beberapa patogen, fosfit mengganggu metabolisme energi dan pertumbuhan selnya.
- Mengaktifkan pertahanan tanaman
- Tanaman dirangsang membentuk senyawa pertahanan alami seperti fitoaleksin dan enzim pelindung.
Banyak jurnal menyebut bahwa efek utama fosfit justru
berasal dari penguatan sistem imun tanaman,
bukan semata membunuh patogen.
Manfaat Asam Fosfit Berdasarkan Aplikasi di Lapangan
Berdasarkan laporan penelitian dan praktik lapangan di
Indonesia:
- Tanaman tampak lebih segar dan kuat saat tekanan penyakit tinggi
- Intensitas serangan penyakit tertentu menurun
- Akar tanaman lebih aktif pada beberapa komoditas
- Kerusakan akibat busuk batang dan busuk akar dapat ditekan
Namun perlu dicatat secara jujur:
Belum ada data ilmiah yang
pasti bahwa asam fosfit secara langsung meningkatkan hasil
panen pada semua tanaman. Efek positif yang terlihat di lapangan umumnya
berkaitan dengan berkurangnya tekanan penyakit,
bukan efek pemupukan langsung.
Jenis Penyakit yang Umumnya Ditekan oleh Asam Fosfit
Literatur FAO, IRRI, dan jurnal patologi tanaman menyebutkan
bahwa asam fosfit paling efektif terhadap penyakit yang disebabkan oleh oomycetes, seperti:
- Busuk akar (Phytophthora spp.)
- Busuk batang
- Hawar daun tertentu
- Penyakit rebah semai (damping-off)
- Busuk buah akibat Phytophthora
Pada penyakit yang disebabkan oleh jamur sejati (true fungi) atau bakteri,
efektivitasnya tidak selalu konsisten
dan sering kali hanya bersifat pendukung.
Cara Aplikasi Asam Fosfit yang Benar
Agar hasilnya optimal, perhatikan cara aplikasi berikut:
Bentuk aplikasi umum:
- Semprot daun (foliar spray)
- Siram ke pangkal tanaman
- Melalui sistem irigasi tetes
Waktu aplikasi:
- Fase vegetatif aktif
- Saat awal gejala penyakit
- Sebagai pencegahan saat kondisi lembap
Dosis:
- Selalu ikuti rekomendasi label produk
- Dosis berlebihan tidak meningkatkan efektivitas
Prinsip penting: asam fosfit lebih efektif
sebagai pencegahan atau tahap awal serangan, bukan untuk
menyembuhkan tanaman yang sudah parah.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Asam Fosfit
Beberapa poin penting yang sering diabaikan petani:
- Jangan menganggap asam fosfit sebagai pupuk fosfor
- Perhatikan pH larutan semprot
- Gunakan air bersih agar penyerapan maksimal
- Kombinasikan dengan sanitasi kebun yang baik
Menurut literatur Balitbangtan, penggunaan asam fosfit harus
menjadi bagian dari pengendalian penyakit terpadu
(PHT).
Kesalahan Umum Petani dalam Menggunakan Asam Fosfit
Kesalahan yang sering terjadi di lapangan:
- Menggunakan saat tanaman sudah busuk parah
- Dosis terlalu tinggi dengan harapan cepat sembuh
- Aplikasi terlalu sering tanpa interval jelas
- Mengabaikan faktor drainase dan kelembapan tanah
- Kesalahan ini justru membuat hasil tidak maksimal dan biaya produksi meningkat.
Perbedaan Asam Fosfit dan Fungisida Konvensional
Karena itu, asam fosfit lebih cocok sebagai pendukung strategi pengendalian,
bukan satu-satunya solusi.
Kesimpulan
Bahan aktif asam fosfit
adalah senyawa berbasis fosfor yang berperan penting dalam menekan penyakit
tertentu dan memperkuat ketahanan tanaman. Ia bukan
pupuk fosfor, dan juga bukan fungisida konvensional
murni.
Penggunaan yang tepat, dosis sesuai, dan dikombinasikan
dengan praktik budidaya yang baik akan memberikan hasil paling optimal.
FAQ
Apakah asam fosfit termasuk pupuk atau fungisida?
Asam fosfit bukan pupuk fosfor. Secara fungsi, ia lebih
dekat sebagai agen pengendali penyakit dan penguat ketahanan tanaman.
Apakah asam fosfit aman dicampur pestisida lain?
Pada umumnya aman, namun tetap lakukan uji campur dan ikuti
petunjuk label produk.
Berapa interval aplikasi asam fosfit?
Umumnya 7–14 hari, tergantung tekanan penyakit dan
rekomendasi produk.
Ringkasan Ahli
Beberapa peneliti patologi tanaman dari universitas
pertanian dan lembaga riset menyatakan bahwa fosfit efektif bila digunakan
sebagai bagian dari sistem pengendalian terpadu, bukan sebagai solusi tunggal.
Pendekatan ini juga sejalan dengan rekomendasi FAO dan Balitbangtan.

EmoticonEmoticon