Penyebab Malai Jagung Putih dan Rusak: Gejala Serangan Ulat Penggerek & Cara Mengatasinya

Ilustrasi malai jagung putih dan rusak akibat serangan ulat penggerek batang, ditunjukkan lubang gerekan, jamur sekunder, dan tanaman stres nutrisi pada jagung
Banyak petani jagung di lapangan mengeluhkan malai jagung terlihat putih, kering, bahkan rusak saat tanaman mulai berbunga. Kondisi ini sering bikin panik karena malai punya peran penting dalam pembentukan tongkol dan biji jagung.

Masalahnya, kerusakan malai sering kali baru disadari saat sudah parah, padahal penyebabnya sudah terjadi sejak beberapa minggu sebelumnya. Salah satu penyebab utama yang sering ditemukan di Indonesia adalah serangan ulat penggerek, yang kemudian diperparah oleh infeksi jamur dan stres tanaman.

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mudah dipahami:

  • Apa itu malai jagung dan fungsinya
  • Ciri-ciri malai jagung putih dan rusak
  • Penyebab utamanya berdasarkan data ilmiah
  • Cara kerja ulat penggerek merusak malai
  • Cara mengatasi dan mencegah agar tidak terulang

 

Mengenal Malai Jagung dan Perannya

Malai jagung adalah bunga jantan yang muncul di bagian paling atas tanaman jagung. Dalam istilah sederhana, malai ini berfungsi sebagai penghasil serbuk sari (tepung sari).

Peran malai sangat penting karena:

  • Serbuk sari dari malai akan membuahi bunga betina (rambut jagung)
  • Menentukan keberhasilan pembentukan biji jagung
  • Berpengaruh langsung pada jumlah dan kualitas tongkol

Menurut buku fisiologi tanaman jagung dari perguruan tinggi pertanian (IPB dan Universitas Brawijaya), kerusakan malai pada fase generatif awal dapat menurunkan hasil secara signifikan, terutama jika terjadi sebelum atau saat pembungaan.

 

Ciri-Ciri Malai Jagung Putih dan Rusak

Beberapa ciri yang sering ditemukan di lapangan antara lain:

  • Malai berubah warna menjadi putih pucat atau keabu-abuan
  • Bagian malai tampak kering dan rapuh
  • Serbuk sari tidak keluar atau sangat sedikit
  • Malai mudah patah saat disentuh
  • Terkadang ditemukan lubang kecil atau kotoran ulat di sekitar malai atau batang atas

Pada kondisi tertentu, malai juga bisa ditumbuhi jamur berwarna putih atau abu-abu sebagai infeksi lanjutan.

 

Penyebab Utama Malai Jagung Putih dan Rusak

1. Serangan Ulat Penggerek (Penggerek Batang/Malai)

Berdasarkan berbagai jurnal pertanian dan laporan Balitbangtan, ulat penggerek batang jagung (seperti Ostrinia furnacalis dan Sesamia inferens) merupakan penyebab utama kerusakan malai.

Ulat ini:

  • Masuk melalui pucuk atau ketiak daun
  • Menggerek jaringan batang hingga ke bagian atas
  • Merusak saluran pengangkut nutrisi menuju malai

Akibatnya, malai kekurangan nutrisi dan air, lalu berubah putih dan mati.

2. Infeksi Jamur Sekunder

Kerusakan akibat ulat sering membuka jalan bagi jamur patogen, seperti jamur penyebab busuk batang.

Menurut FAO dan beberapa jurnal penyakit tanaman:

  • Luka bekas gerekan ulat menjadi pintu masuk jamur
  • Jamur mempercepat pembusukan jaringan
  • Malai menjadi putih, berjamur, dan tidak berfungsi

Perlu dicatat:

Belum ada data ilmiah yang pasti bahwa jamur adalah penyebab utama awal malai menjadi putih, namun berdasarkan pengamatan lapangan dan laporan penelitian, jamur sering muncul sebagai infeksi sekunder setelah serangan ulat.

3. Stres Lingkungan dan Nutrisi

Faktor lain yang dapat memperparah kondisi malai antara lain:

  • Kekurangan nitrogen dan kalium
  • Kekeringan saat fase pembungaan
  • Drainase buruk dan tanah tergenang
  • Tanaman terlalu rapat sehingga lembap

Menurut buku nutrisi tanaman jagung (UGM & IPB), stres nutrisi membuat tanaman lebih rentan terhadap serangan hama, termasuk ulat penggerek.

 

Bagaimana Cara Kerja Ulat Penggerek Merusak Malai Jagung?

Secara sederhana, cara kerjanya seperti ini:

  1. Ngengat dewasa bertelur di daun atau pucuk jagung
  2. Telur menetas menjadi ulat kecil
  3. Ulat masuk ke batang dan menggerek jaringan dalam
  4. Saluran nutrisi rusak
  5. Malai kekurangan suplai makanan
  6. Malai berubah putih, kering, dan gagal berfungsi

Karena ulat berada di dalam batang, serangannya sering tidak terlihat dari luar pada awalnya.

 

Cara Mengatasi Serangan Ulat Penggerek pada Malai Jagung

Langkah pengendalian harus disesuaikan dengan tingkat serangan dan umur tanaman.

Beberapa cara yang direkomendasikan dalam praktik pertanian di Indonesia:

  • Pengamatan rutin tanaman sejak fase vegetatif
  • Pemotongan dan pemusnahan tanaman yang terserang berat
  • Aplikasi insektisida sesuai rekomendasi Kementerian Pertanian RI
  • Menggunakan bahan aktif yang efektif terhadap ulat penggerek (sesuai label dan anjuran)

Penting:

  • Jangan menyemprot asal-asalan
  • Ikuti dosis dan waktu aplikasi
  • Rotasi bahan aktif untuk mencegah resistensi

 

Waktu Pengendalian yang Paling Efektif

Berdasarkan rekomendasi Balitbangtan dan berbagai jurnal:

  • Waktu terbaik pengendalian adalah saat telur menetas dan ulat masih kecil
  • Umumnya terjadi pada fase vegetatif akhir hingga awal pembentukan malai
  • Jika ulat sudah masuk ke batang, efektivitas insektisida menurun

Artinya, pencegahan dan deteksi dini jauh lebih efektif dibanding pengobatan saat sudah parah.

 

Langkah Pencegahan Agar Serangan Tidak Terulang

Beberapa langkah pencegahan yang terbukti efektif di lapangan:

  • Menjaga kebersihan lahan dari sisa tanaman
  • Pengaturan jarak tanam agar tidak terlalu rapat
  • Pemupukan seimbang (tidak hanya nitrogen)
  • Rotasi tanaman
  • Monitoring rutin sejak awal tanam

FAO dan Kementerian Pertanian RI menekankan bahwa pengendalian hama terpadu (PHT) adalah pendekatan paling aman dan berkelanjutan.

 

Kesalahan Umum Petani Saat Menangani Malai Rusak

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

  • Terlambat menyadari serangan
  • Mengira malai putih hanya akibat kekeringan
  • Menyemprot insektisida saat ulat sudah di dalam batang
  • Menggunakan dosis berlebihan
  • Tidak melakukan pencegahan musim berikutnya

Kesalahan ini justru membuat kerugian semakin besar.

 

Kesimpulan

Malai jagung putih dan rusak bukan masalah sepele. Penyebab utamanya adalah serangan ulat penggerek, yang sering diperparah oleh jamur dan stres lingkungan.

Kunci utama mengatasinya adalah:

  • Deteksi dini
  • Pengendalian tepat waktu
  • Pencegahan berkelanjutan

Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang hasil jagung tetap optimal.

 

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apakah malai yang rusak masih bisa menghasilkan?

Jika kerusakan ringan dan terjadi setelah sebagian penyerbukan, hasil masih mungkin terbentuk, tetapi jumlah dan kualitas biji biasanya menurun.

Kapan waktu terbaik mengendalikan ulat penggerek?

Saat ulat masih kecil dan belum masuk ke batang, biasanya sebelum atau awal pembentukan malai.

Apakah semua varietas jagung rentan?

Sebagian besar varietas bisa terserang, namun tingkat ketahanan berbeda-beda tergantung genetik dan kondisi lingkungan.

Februari 28, 2026


EmoticonEmoticon