Kenapa bisa begitu? Jawabannya ada pada karakter ilalang yang sangat
kuat dan pemilihan bahan aktif herbisida yang kurang
tepat. Artikel ini akan membahas secara praktis bahan aktif herbisida paling
efektif untuk membasmi ilalang di tanaman jagung, berdasarkan
referensi ilmiah dan praktik lapangan di Indonesia.
Mengenal Ilalang (Alang-Alang) sebagai Gulma Utama Jagung
Ilalang (Imperata cylindrica) adalah gulma tahunan yang
berkembang biak melalui rimpang.
Rimpang =
batang yang tumbuh di dalam tanah dan bisa memunculkan tunas baru.
Ciri utama ilalang:
- Daun panjang dan tajam
- Akar/rimpang menyebar luas
- Cepat tumbuh kembali setelah dipotong
- Tahan kondisi kering dan miskin hara
Menurut literatur FAO dan jurnal gulma tropis, ilalang
termasuk gulma paling agresif di lahan
pertanian Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Mengapa Ilalang Sangat Merugikan Tanaman Jagung?
Ilalang bukan hanya “mengganggu”, tapi bersaing langsung
dengan jagung.
Dampak ilalang di pertanaman jagung:
- Merebut air dan unsur hara
- Mengurangi cahaya matahari
- Akar jagung kalah bersaing
- Pertumbuhan jagung kerdil
- Tongkol kecil dan tidak seragam
Penelitian dari Balitbangtan menunjukkan bahwa gulma berat,
termasuk ilalang, dapat menurunkan hasil jagung hingga 30–60% jika tidak
dikendalikan dengan baik.
Jenis Herbisida untuk Mengendalikan Ilalang
1. Herbisida Kontak
Herbisida yang hanya bekerja pada bagian tanaman yang terkena semprotan.
Ciri:
- Daun cepat kering
- Akar sering masih hidup
- Ilalang mudah tumbuh lagi
Cocok untuk gulma muda, kurang efektif untuk ilalang tua.
2. Herbisida Sistemik
Herbisida yang masuk ke jaringan tanaman dan bergerak sampai
ke akar.
Ciri:
- Reaksi lebih lambat
- Membunuh hingga rimpang
- Lebih efektif untuk ilalang
Untuk ilalang, herbisida sistemik jauh lebih direkomendasikan.
Bahan Aktif Herbisida Paling Efektif untuk Ilalang di Jagung
1. Glifosat
Glifosat adalah bahan aktif herbisida sistemik non-selektif
yang paling banyak digunakan.
Cara kerja sederhana:
- Diserap daun
- Diedarkan ke akar dan rimpang
- Menghentikan pembentukan energi tanaman
Berdasarkan jurnal internasional dan FAO:
- Glifosat efektif menekan ilalang hingga ke rimpangnya
- Sangat efektif untuk pra-tanam jagung
Catatan penting:
- Tidak boleh mengenai tanaman jagung yang sudah tumbuh
- Digunakan saat lahan kosong atau dengan pelindung semprot
2. Glufosinat Amonium
Glufosinat adalah herbisida non-selektif dengan sifat semi-sistemik.
Kelebihan:
- Lebih cepat terlihat efeknya
- Efektif untuk ilalang muda hingga sedang
Keterbatasan:
- Pada ilalang tua, rimpang bisa bertahan
- Sering perlu pengulangan
Menurut jurnal gulma Asia:
Glufosinat efektif menekan biomassa ilalang, namun
pengendalian jangka panjang lebih baik dikombinasikan dengan metode lain.
3. Paraquat (Jika Masih Diizinkan Secara Regulasi)
Paraquat adalah herbisida kontak.
Fakta penting:
- Daun ilalang cepat kering
- Akar dan rimpang tidak mati total
Regulasi:
- Di Indonesia, penggunaan paraquat sangat dibatasi
- Risiko tinggi terhadap kesehatan manusia
Tidak direkomendasikan
untuk pengendalian ilalang jangka panjang.
4. 2,4-D (Selektif Terbatas)
2,4-D adalah herbisida selektif yang efektif untuk gulma
berdaun lebar.
Masalahnya:
- Ilalang termasuk rumput, bukan daun lebar
- Efektivitas terhadap ilalang sangat terbatas
Berdasarkan buku gulma IPB:
2,4-D tidak direkomendasikan sebagai bahan tunggal untuk
pengendalian ilalang.
5. Campuran Bahan Aktif (Tank Mix)
Tank mix = mencampur dua bahan aktif dalam satu tangki
semprot.
Contoh praktik lapangan:
- Glifosat + herbisida kontak dosis rendah
- Bertujuan mempercepat gejala sekaligus membunuh akar
Catatan ilmiah:
Belum ada data ilmiah yang
pasti mengenai semua kombinasi, namun berdasarkan pengamatan
lapangan di Indonesia, tank mix sering meningkatkan efektivitas jika dilakukan
sesuai label dan rekomendasi ahli.
Waktu Aplikasi Herbisida Paling Efektif untuk Ilalang
Waktu semprot sangat menentukan hasil.
Waktu terbaik:
- Saat ilalang aktif tumbuh
- Daun hijau segar
- Tinggi 30–60 cm
Hindari:
- Ilalang terlalu tua dan kering
- Musim kemarau ekstrem
- Hujan dalam 6 jam setelah semprot
Cara Aplikasi Herbisida Agar Ilalang Mati Sampai Akar
Tips praktis:
- Gunakan volume air cukup, jangan terlalu encer
- Semprot merata ke daun
- Jangan memotong ilalang sebelum semprot
- Tunggu 7–14 hari sebelum olah tanah
Tujuannya agar herbisida sempat masuk ke rimpang.
Alternatif Pengendalian Ilalang Selain Herbisida
Menurut FAO dan Balitbangtan, pengendalian terbaik adalah pengendalian terpadu.
Alternatif:
- Olah tanah berulang
- Penanaman penutup tanah (legum)
- Rotasi tanaman
- Mulsa organik
Herbisida tetap efektif, tapi lebih optimal jika dikombinasikan metode lain.
Kesalahan Umum Petani Saat Membasmi Ilalang
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Salah pilih bahan aktif
- Dosis terlalu rendah
- Menyemprot saat ilalang stres
- Mengira daun kering = ilalang mati total
Akibatnya, ilalang tumbuh lagi dari rimpang.
Tips Aman Menggunakan Herbisida di Tanaman Jagung
- Gunakan APD (sarung tangan, masker)
- Ikuti dosis label
- Jangan mencampur sembarangan
- Simpan herbisida jauh dari anak-anak
Keselamatan petani sama pentingnya dengan hasil panen.
Kesimpulan
Ilalang adalah gulma keras yang tidak bisa dikendalikan setengah-setengah.
Berdasarkan data ilmiah dan praktik lapangan, glifosat masih menjadi bahan aktif herbisida paling
efektif untuk membasmi ilalang di tanaman jagung, terutama pada
tahap pra-tanam.
Pengendalian akan lebih berhasil jika:
- Waktu aplikasi tepat
- Cara semprot benar
- Dikombinasikan metode non-kimia
FAQ
Herbisida apa yang paling ampuh untuk ilalang?
Glifosat, karena bersifat sistemik dan mampu membunuh
rimpang.
Apakah glifosat aman untuk jagung?
Aman jika digunakan sebelum tanam atau dengan
pelindung semprot.
Berapa kali penyemprotan agar ilalang mati total?
Biasanya 1–2 kali, tergantung umur dan kondisi ilalang.
Apakah ilalang bisa tumbuh lagi setelah disemprot?
Bisa, jika akar/rimpang tidak mati atau aplikasi kurang
tepat.

EmoticonEmoticon