Fungisida/Bakterisida Berbahan Aktif Asam Fosfit: Fungsi, Cara Kerja, dan Contoh Produknya

Ilustrasi cara kerja fungisida berbahan aktif asam fosfit yang menghambat jamur dan bakteri, meningkatkan ketahanan tanaman, serta bersifat sistemik mengendalikan busuk batang cabai dan busuk akar
Dalam beberapa tahun terakhir, fungisida berbahan aktif asam fosfit semakin sering dibicarakan oleh petani, penyuluh, hingga penghobi tanaman. Produk ini dikenal cukup efektif untuk membantu mengendalikan penyakit tanaman, terutama yang disebabkan oleh jamur dan bakteri tertentu, sekaligus membantu meningkatkan daya tahan tanaman.

Namun di lapangan, masih banyak yang bingung: apakah asam fosfit itu pupuk atau obat tanaman? Bagaimana cara kerjanya? Dan apakah aman digunakan secara rutin?

Artikel ini disusun secara edukatif dan SEO-friendly, dengan bahasa ringan dan praktis, agar mudah dipahami oleh petani tradisional, petani milenial, ibu rumah tangga, hingga mahasiswa pertanian.

 

Apa Itu Asam Fosfit?

Asam fosfit (phosphorous acid) adalah senyawa kimia yang berasal dari fosfor, tetapi berbeda dengan fosfat (PO₄³⁻) yang biasa kita kenal sebagai unsur hara fosfor pada pupuk.

Dalam pertanian, asam fosfit lebih sering digunakan sebagai:

  • Fungisida (pengendali jamur)
  • Bakterisida (pengendali bakteri tertentu)

Menurut berbagai literatur pertanian dan buku ajar universitas (IPB, UGM, Unpad), fosfit bukan sumber hara fosfor utama, melainkan senyawa protektif yang membantu tanaman melawan patogen.

Dengan kata lain, asam fosfit bukan pupuk murni, tetapi agen pengendali penyakit sekaligus penguat ketahanan tanaman.

 

Fungsi Asam Fosfit sebagai Fungisida dan Bakterisida

Berdasarkan jurnal pertanian internasional, FAO, serta referensi Balitbangtan, fungsi utama asam fosfit pada tanaman meliputi:

  • Membantu menekan pertumbuhan jamur patogen, terutama golongan oomycetes
  • Menghambat perkembangan bakteri tertentu pada jaringan tanaman
  • Meningkatkan ketahanan alami tanaman terhadap serangan penyakit
  • Membantu tanaman pulih lebih cepat setelah stres penyakit

Asam fosfit sering digunakan pada tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, kentang, melon, jeruk, hingga tanaman perkebunan.

 

Cara Kerja Asam Fosfit pada Tanaman

Cara kerja asam fosfit cukup unik dan berbeda dengan fungisida kontak biasa.

1. Menghambat Pertumbuhan Patogen

Asam fosfit dapat mengganggu metabolisme patogen, sehingga:

  • Pertumbuhan jamur menjadi terhambat
  • Pembentukan spora patogen menurun

Beberapa jurnal melaporkan efektivitas fosfit terhadap patogen seperti Phytophthora dan Pythium.

2. Merangsang Sistem Pertahanan Tanaman

Selain menyerang patogen, asam fosfit juga berfungsi sebagai pemicu pertahanan tanaman (induced resistance).

Tanaman akan:

  • Mengaktifkan senyawa pertahanan alami
  • Lebih siap melawan infeksi lanjutan

FAO dan literatur universitas menjelaskan bahwa mekanisme ini mirip seperti “vaksin ringan” bagi tanaman.

3. Bersifat Sistemik

Keunggulan utama asam fosfit adalah sifatnya yang sistemik, artinya:

  • Dapat diserap daun atau akar
  • Bergerak ke seluruh jaringan tanaman

Inilah alasan mengapa fungisida asam fosfit sering dianggap efektif meski dosis relatif rendah.

 

Penyakit Tanaman yang Efektif Dikendalikan Asam Fosfit

Berdasarkan laporan penelitian dan praktik lapangan di Indonesia, asam fosfit cukup efektif untuk membantu mengendalikan:

  • Busuk akar dan busuk pangkal batang
  • Busuk batang cabai
  • Penyakit rebah semai
  • Hawar akar dan batang akibat Phytophthora
  • Busuk buah tertentu pada tanaman hortikultura

Namun perlu dicatat:

Belum ada data ilmiah yang pasti bahwa asam fosfit mampu menggantikan semua jenis fungisida. Umumnya digunakan sebagai bagian dari strategi pengendalian terpadu.

 

Cara Penggunaan Asam Fosfit yang Benar

1. Waktu Aplikasi yang Tepat

  • Saat awal gejala penyakit muncul
  • Saat kondisi lembap yang berisiko memicu jamur
  • Sebagai pencegahan pada fase rentan tanaman

2. Cara Aplikasi

Asam fosfit bisa diaplikasikan melalui:

  • Semprot daun (foliar spray)
  • Kocor ke tanah (soil drench)

Ikuti dosis yang tertera pada label produk, karena setiap formulasi bisa berbeda.

3. Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Jangan menganggap asam fosfit sebagai pupuk fosfor
  • Jangan melebihi dosis anjuran
  • Gunakan alat pelindung diri saat aplikasi

 

Kelebihan dan Kekurangan Asam Fosfit

Kelebihan

  • Bersifat sistemik
  • Efektif terhadap patogen tertentu
  • Membantu meningkatkan ketahanan tanaman
  • Risiko residu relatif rendah jika digunakan sesuai aturan

Kekurangan

  • Tidak semua jamur sensitif terhadap fosfit
  • Bukan pupuk pengganti fosfor
  • Penggunaan berlebihan berpotensi menurunkan efektivitas

 

Contoh Produk Fungisida/Bakterisida Berbahan Aktif Asam Fosfit

Beberapa produk di pasaran umumnya menggunakan bahan aktif:

  • Kalium fosfit
  • Natrium fosfit
  • Asam fosfit terformulasi

Nama dagang dapat berbeda-beda di setiap daerah. Pastikan selalu:

  • Membaca label resmi
  • Terdaftar di Kementerian Pertanian RI

 

Kesalahan Umum Petani dalam Menggunakan Asam Fosfit

Beberapa kesalahan yang sering ditemui di lapangan:

  • Menganggap asam fosfit sebagai pupuk fosfor
  • Menggunakan dosis terlalu tinggi
  • Mengaplikasikan terlalu sering tanpa rotasi fungisida
  • Tidak memperhatikan kondisi lingkungan

Kesalahan ini dapat menurunkan efektivitas dan merugikan tanaman.

 

Kesimpulan

Fungisida/bakterisida berbahan aktif asam fosfit adalah alat yang cukup efektif untuk membantu mengendalikan penyakit tanaman dan meningkatkan ketahanan tanaman jika digunakan dengan benar.

Namun, asam fosfit bukan pupuk fosfor, dan sebaiknya digunakan sebagai bagian dari pengendalian penyakit terpadu, bukan solusi tunggal.

 

FAQ

Apakah asam fosfit sama dengan pupuk fosfor?

Tidak. Asam fosfit bukan sumber hara fosfor utama bagi tanaman.

Apakah asam fosfit bisa dicampur fungisida lain?

Pada beberapa kasus bisa, tetapi sebaiknya dilakukan uji campur terlebih dahulu dan mengikuti label.

Aman atau tidak untuk penggunaan rutin?

Aman jika digunakan sesuai dosis dan anjuran resmi. Penggunaan berlebihan tidak dianjurkan.

 

Ringkasan Praktis

Menurut berbagai literatur FAO dan Balitbangtan, asam fosfit paling efektif jika digunakan tepat dosis, tepat waktu, dan dikombinasikan dengan praktik budidaya sehat.

Maret 07, 2026


EmoticonEmoticon