Bolehkah Jagung Umur 70 HST Diberi Vitamin? Ini Penjelasan Ilmiah dan Aturan Pemupukannya

Ilustrasi jagung umur 70 HST yang sedang fase pengisian biji, menunjukkan manfaat dan risiko pemberian vitamin tanaman, pupuk KCl, unsur mikro, serta aturan pemupukan yang tepat, dengan watermark Agriculture Gen Z.
Banyak petani jagung bertanya, apakah jagung umur 70 HST masih boleh diberi vitamin?

Ada yang berharap tongkol makin besar, biji terisi penuh, atau tanaman tidak cepat menguning.

Di sisi lain, ada juga yang khawatir:

“Kalau sudah umur segini, jangan-jangan malah bikin tanaman stres?”

Pertanyaan ini wajar, karena umur 70 HST (Hari Setelah Tanam) adalah fase penting bagi jagung. Salah perlakuan bisa berdampak langsung pada hasil panen.

Artikel ini akan membahasnya berdasarkan data ilmiah, rekomendasi lembaga resmi, dan praktik lapangan di Indonesia, dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

 

Apa yang Dimaksud “Vitamin” pada Tanaman Jagung?

Dalam pertanian, istilah “vitamin tanaman” sebenarnya bukan vitamin seperti pada manusia.

Yang dimaksud petani biasanya adalah:

  • Unsur hara makro dan mikro
  • Asam amino
  • Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)
  • Pupuk daun cair

Penjelasan sederhananya:

  • Unsur hara = makanan utama tanaman
  • Asam amino & ZPT = penunjang metabolisme dan pembentukan hasil

FAO dan Balitbangtan menyebut bahwa tanaman tidak membutuhkan vitamin, tetapi membutuhkan nutrisi mineral yang seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan pembentukan hasil.

 

Fase Pertumbuhan Jagung pada Umur 70 HST

Jagung umur 70 HST umumnya sudah masuk fase generatif awal hingga pengisian biji, tergantung varietas.

Menurut literatur agronomi jagung (FAO & buku agronomi IPB):

  • Pembungaan sudah selesai
  • Penyerbukan sudah terjadi
  • Tanaman fokus mengisi biji dan membesarkan tongkol

Artinya:

  • Pertumbuhan vegetatif (daun & batang) sudah hampir selesai
  • Kebutuhan nutrisi bergeser ke kalium dan unsur mikro
  • Nitrogen dosis tinggi tidak lagi disarankan

 

Bolehkah Jagung Umur 70 HST Diberi Vitamin?

Jawaban singkat: BOLEH, dengan syarat tertentu.

Secara ilmiah:

  • Masih boleh diberi nutrisi tambahan
  • Bukan untuk menumbuhkan daun, tapi untuk mendukung pengisian biji

Balitbangtan dan FAO menjelaskan bahwa pemupukan pada fase generatif bertujuan:

  • Memperlancar distribusi hasil fotosintesis
  • Mengurangi biji hampa
  • Menjaga ketahanan tanaman hingga panen

Namun:

Belum ada data ilmiah yang menyebut “vitamin” bisa secara drastis menaikkan hasil jika kondisi tanaman sudah optimal.

 

Manfaat dan Risiko Pemberian Vitamin di Umur 70 HST

Manfaat Potensial

Jika dilakukan dengan tepat:

  • Pengisian biji lebih maksimal
  • Mengurangi tongkol hampa
  • Daun lebih tahan hijau sampai panen
  • Tanaman lebih tahan cekaman (panas & kekeringan)

Risiko Jika Salah Aplikasi

Jika berlebihan atau salah jenis:

  • Daun gosong
  • Tanaman stres
  • Pembentukan biji terganggu
  • Pemborosan biaya pupuk

Menurut penelitian agronomi jagung di Indonesia:

Pupuk tambahan di fase generatif hanya efektif jika ada kekurangan hara.

 

Jenis Nutrisi yang Tepat untuk Jagung Umur 70 HST

1. Kalium (K)

Kalium berperan penting dalam:

  • Pengisian biji
  • Pengangkutan gula ke tongkol
  • Ketahanan tanaman

Pupuk KCl sering direkomendasikan jika tanah miskin K.

Tanda kekurangan K:

  • Ujung daun mengering
  • Pinggir daun seperti terbakar

2. Unsur Mikro (B, Zn, Mg)

Fungsinya:

  • Boron (B): pembentukan biji
  • Seng (Zn): metabolisme tanaman
  • Magnesium (Mg): pembentukan klorofil

Penelitian Balitbangtan menunjukkan:

Kekurangan unsur mikro sering terjadi di lahan intensif yang jarang diberi pupuk organik.

3. Asam Amino & ZPT (Jika Diperlukan)

  • Membantu tanaman menghadapi stres
  • Efeknya pendukung, bukan utama

Belum ada data ilmiah pasti bahwa asam amino selalu meningkatkan hasil panen, namun pengamatan lapangan menunjukkan manfaat pada tanaman stres.

 

Aturan Pemupukan Jagung Umur 70 HST

Agar aman dan efektif:

  • Gunakan dosis rendah–sedang
  • Prioritaskan pupuk daun jika hanya koreksi cepat
  • Hindari pemupukan N tinggi
  • Aplikasi pagi atau sore hari
  • Jangan campur terlalu banyak produk

Selalu baca label produk dan ikuti anjuran teknis.

 

Kapan Pemberian Vitamin Tidak Disarankan?

Jika:

  • Tanaman sehat & hijau normal
  • Tanah subur dan pemupukan dasar sudah lengkap
  • Cuaca ekstrem (panas terik / hujan terus)
  • Tanaman sudah mendekati panen

 

Kesalahan Umum Petani Saat Memberi Vitamin Jagung

  • Mengira “vitamin” bisa menggantikan pupuk dasar
  • Memberi terlalu sering
  • Mencampur banyak produk sekaligus
  • Memberi nitrogen tinggi di fase generatif

 

Tips Agar Pemupukan Umur 70 HST Lebih Efektif

  • Amati kondisi daun dan tongkol
  • Fokus pada kalium dan mikro
  • Gunakan pupuk sesuai kebutuhan, bukan ikut-ikutan
  • Perbaiki kesuburan tanah jangka panjang dengan bahan organik

 

Kesimpulan

Jagung umur 70 HST masih boleh diberi “vitamin”, asal tepat jenis dan dosisnya.

Tujuannya bukan untuk menumbuhkan daun, melainkan mendukung pengisian biji dan kualitas tongkol.

Berdasarkan FAO dan Balitbangtan:

Pemupukan fase generatif bersifat korektif, bukan wajib.

Jika tanaman sehat, tidak selalu perlu tambahan pupuk.

 

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apakah vitamin bisa menambah berat tongkol?

Bisa membantu jika ada kekurangan hara, tapi tidak bersifat ajaib.

2. Lebih baik pupuk daun atau pupuk tanah?

Pupuk daun untuk koreksi cepat, pupuk tanah untuk jangka panjang.

3. Berapa kali aplikasi vitamin di fase generatif?

Umumnya 1 kali sudah cukup, tergantung kondisi tanaman.

4. Apakah semua varietas jagung sama responsnya?

Tidak. Setiap varietas punya kebutuhan nutrisi berbeda.

Maret 07, 2026


EmoticonEmoticon